Pertimbangan Memilih Faskes 1, di Klinik atau Puskesmas?

By Siska Dwyta - Monday, April 08, 2019

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Hari ini saya ditemani suami dan Bunay menyempatkan datang ke Faskes 1 kami di Klinik Pratama Kimia Farma Pettarani. Ya, mumpung lagi di Makassar. Soalnya kalau sudah balik lagi ke daerah tempat domisili sementara kami mana bisa memanfaatkan fasilitas BPJS. Wong domisilinya dimana, faskes 1 nya dimana.


Klinik Kimia Farma Pettarani
(dok.pri)
Domisili sementara dan faskes 1 keluarga kecil saya memang berjauhan. Beda Kotamadyta. Padahal seharusnya dan sebaiknya peserta BPJS memilih faskes 1 yang paling dekat jaraknya dengan tempat tinggal. Minimal satu kelurahanlah atau paling tidak dalam satu Kotamadya/Kabupaten. Tapi apa boleh buat, hidup kami juga masih nomaden, belum menetap di satu tempat jadi biarlah untuk sementara ini Faskes 1 kami di Klinik Kimia Farma saja.

Oya untuk pindah faskes 1 ini sebenarnya gampang banget Tidak perlu repot-repot mengurusnya di kantor BPJS. Cukup di rumah saja asal ada gawai dan terhubung dengan internet. Cuma saya telat tahu soal ini gara-gara awalnya sempat ragu mengisi data registrasi di aplikasi JKN-Mobile.


Jadi bagi kamu peserta BPJS yang punya kondisi kurang lebih sama seperti saya, hidup masih nomaden, tak perlu khawatir dengan masalah faskes 1. Kamu bisa menggantinya sendiri kok setiap kali pindah domisili, namun tentu ada syaratnya. Harus terdaftar minimal selama 3 bulan di faskes 1 yang tertera di kartu BPJS kamu saat ini baru deh kamu bisa ganti faskes 1 ke Klinik/Puskesmas yang lain dan ini tidak ada batasan maksimalnya ya.

Maksud saya, kamu bisa melakukan pindah faskes lebih dari 1 kali asal syarat kepesertaan 3 bulan ini sudah kamu penuhi. Tapi bukan berarti karena tidak ada batasan frekuensi kamu bisa seenaknya gonta-ganti faskes 1. Tentu harus ada alasan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.

Pertimbangan Memilih Faskes 1

Seperti yang sudah kita ketahui, faskes 1 merupakan tempat pertama yang harus didatangi oleh peserta BPJS bila ingin berobat dan mendapat layanan dari asuransi kesehatan ini. Peserta BPJS baru akan di rujuk ke Rumah Sakit bila fasilitas atau dokter di faskes 1 tidak tersedia. Nah, faskes 1 ini terdiri atas puskesmas, klinik, dokter gigi maupun dokter praktik yang bekerjasama dengan BPJS.

Eniwei, faskes 1 pertama saya di klinik perusahaan tempat suami bekerja. Namun seperti yang sudah saya singgung pada postingan terkait cara gampang ganti faskes, pada saat itu saya justru ingin faskes 1 saya ditempatkan di Puskesmas dekat tempat tinggal saya dan suami di Barru. Eh sama CSR perusahaan suami yang mengurus BPJS, faskes 1 saya malah ditempatkan di Klinik perusahaan (tidak sesuai permintaan).

Meski sebenarnya setelah tiga bulan menjadi peserta di Klinik tersebut saya sudah bisa melalukan pindah faskes sih. Cuma seperti yang sudah saya singgung, waktu itu saya belum tahu kalau pindah faskes bisa dilakukan secara mandiri dengan menggunakan aplikasi JKN mobile. Baru tahunya setelah pindah ke rumah ortang tua di Gowa (karena baru di situ saya beranikan diri isi data registrasi di aplikasi JKN Mobile, hehe)

Saat hendak ganti faskes 1 itulah saya sempat bimbang memilih antara puskesmas dan klinik. Tadinya saya malah berniat mau pindah faskes 1 ke Puskesmas yang lumayan dekat saja dengan rumah orang tua. Tapi urung karena suami tidak setuju dan lebih menyarankan saya tetap pindah faskes 1 di klinik. Kenapa?

Pertimbangan dia cuma satu. Surat Rujukan. Dia sampai nanya ke teman-temannya yang sudah berpengalaman, bagaimana caranya agar istrinya ini bisa dapat surat rujukan ke rumah sakit yang diinginkan. Pasalnya biasa dokter di faskes 1 yang menangani akan merujuk si pasien ke rumah sakit terdekat atau lebih tepatnya pasien akan dirujuk ke rumah sakit sesuai yang direkomendasikan dokter. Sementara waktu itu sudah ada rumah sakit yang saya incar untuk periksa kehamilan.

Nah, ada teman suami yang merekomendasikan ke suami kalau mau pindah faskes 1 sebaiknya di klinik Kimia Farma Hertasning, karena faskes 1 dia dan istrinya juga di sana dan katanya pelayanan untuk minta surat rujukan di klinik tersebut mudah dan cepat. Baiklah saya setuju-setuju saja, tapi sekalinya mau pindah faskes 1 kimia ke Klinik Farma yang terletak di jalan Hertasining itu eh malah kuota pesertanya full. Alhasil saya dan suami cari alternatif lain dan pilihan kami jatuh pada Klinik Kimia Farma Pettarani. Dan sepertinya klinik tersebut masih baru sehingga masih sedikit pesertanya.

Nex post lah saya cerita pengalaman memperoleh surat rujukan di Klinik Farma Pettarani yang menurut saya recommended banget buat kamu yang ingin mendapat surat rujukan dengan mudah dan cepat tanpa perlu mengantri lama. Apalagi sekarang ini untuk mendapatkan surat rujukan sudah menggunakan sistem online jadi makin kilatlah pelayanannya.

Namun selain pertimbangan untuk mendapat rujukan, ada baiknya juga kamu perlu mempertimbangkan hal-hal lain ketika hendak memilih faskes 1. Dilansir dari pasienbpjs.com berikut tips atau saran yang tepat buat kamu saat hendak memilih faskes 1.


Pilih faskes 1 yang paling dekat dengan tempat tinggal kamu

Pertimbangan jarak ini penting banget dan memang sangat disarankan agar pasien bpjs memilih faskes 1 yang dekat dengan tempat tinggalnya. Tentunya semakin dekat tempat tinggalmu dengan faskes 1 akan semakin memudahkan kamu lebih cepat mendapatkan pelayanan kesehatan ketika sakit. Tapi yah sekali lagi karena tempat tinggal saya masih nomaden jadi saya sengaja mengabaikan pertimbangan yang satu ini.


Pilih faskes 1 yang buka 24 jam

Pastikan juga faskes 1 yang kamu pilih buka 24 jam. Jadi jika sewaktu-waktu kamu sakit ya kamu bisa langsung berobat ke sana.


Pilih faskes 1 yang sudah dilengkapi dengan rawat inap

Ada baiknya juga bila kamu memilih faskes 1 yang sudah memiliki fasilitas rawat inap dan sudah bekerjasama dengan BPJS. Tentunya dengan fasilitas ini akan lebih memudahkan manakala kamu harus dirawat inap sehingga tidak perlu dirujuk ke rumah sakit.


Pilih faskes 1 dengan fasilitas lengkap

Selanjutnya pertimbangkan juga fasilitas kesehatan yang ada di faskes 1 tersebut, karena fasilitas kesehatan yang dimiliki setiap faskes 1 berbeda-beda. Ada yang lengkap dengan tersedianya pemeriksaan lab, radiologi, dan fasilitas lainnya namun ada juga yang kurang. Tentunya, semakin lengkap fasilitas yang dimiliki oleh fasilitas kesehatan itu semakin bagus jadi kamu cukup berobat di faskes 1 saja tidak perlu dirujuk ke rumah sakit.

Jika kamu memilih dokter praktik atau dokter gigi sebagai faskes 1 pilihlah dokter langganan yang kamu percayai dan kamu merasa nyaman

Nah, saran ini khusus buat kamu yang memilih dokter praktik atau dokter gigi sebagai faskes 1. Akan lebih nyaman memang bila dokter yang kita pilih sudah jadi langganan dan dipercayai. Tapi kalau saya memang tidak ada keinginan sama sekali mau pilih faskes 1 di dokter praktik maupun dokter gigi.

Selain kelima saran di atas, satu lagi tambahan berdasarkan pengalaman saya yang bisa jadi pertimbangan juga buat kamu.
Pilih faskes 1 dimana sudah banyak Rumah Sakit yang bekerjasama dengan BPJS di wilayah tersebut
Sekarang ini sistem asuransi kesehatan agak ribet ya. Nggak sama waktu masih zaman ASKES dulu. Jika ingin berobat jalan kita bisa langsung datang ke RS yang dituju tanpa  harus minta surat rujukan terlebih dahulu ke Faskes 1. Lha sekarang? Karena sistemnya berjenjang ya kita kudu ambil surat rujukan dulu di faskes 1.

Ya meski maksud dan tujuan dihadirkan sistem berjenjang dalam pelayanan BPJS ini memang baik, menghindari penumpukan pasien di faskes tingkat 2 atau setara RS tapi tetap sama saja. Sesampai di RS juga masih harus ngantri luaaama karena pasien yang membludak. Saya pernah mengalaminya sih jadi bisa bilang kayak gini.

Namun baiklah kita skip saja soal itu, karena yang penting kamu juga harus tahu bahwa BPJS sekarang bukan cuma menerapkan sistem berjenjang melainkan juga sistem wilayah. Sistem wilayah? Ups! saya kurang tahu apa nama sistem pelayanan BPJS yang satu ini tapi karena berkaitan dengan batas wilayah jadi saya sebut saja sistem wilayah, hehe.

Jadi gini lho, kalau kamu ingin mendapat surat rujukan untuk berobat jalan dan faskes 1 kamu berada di wilayah Gowa maka oleh dokternya kamu hanya akan dirujuk di RS yang ada di sekitaran Gowa. Dan ini berlaku untuk setiap wilayah. Intinya kamu nggak bisa minta dirujuk ke RS yang ada di luar wilayah faskes 1 kamu karena aturannya sudah demikian, kecuali kalau dalam keadaan emergency.

Thats why saya dan suami sepakat pindah faskes 1 ke klinik yang letaknya satu wilayah dengan rumah sakit yang saya incar untuk periksa kehamilan maupun melahirkan nanti, yakni di RSIA Ananda Makassar. Ya, meski saya tinggalnya di Gowa dan jarak dari rumah ke faskes 1 tersebut sekira 13 km atau memakan waktu kurang lebih 30 menit perjalanan.

Itulah beberapa pertimbangan yang bisa jadi acuan ketika kamu hendak memilih faskes 1. Sejauh ini sih saya masih nyaman dengan faskes 1 di klinik karena tempatnya nyaman, pelayanannya oke, dan yang paling penting saya tidak perlu mengantri lama jika hanya ingin mendapatkan surat rujukan dari klinik. Dan satu lagi, untuk pendaftaran BPJS di klinik khususnya di Klinik Kimia Farma terbuka dari pagi-malam. Beda dengan puskesmas, biasanya sekira jam 12 siang sudah tutup.

Ya intinya, mau pilih faskes 1 di puskesmas atau klinik sama saja. Sama-sama ada plus mines nya jadi pertimbangkan baik-baik ya sebelum kamu memutuskan memilih faskes 1.

Salam,
@siskadwyta


  • Share:

You Might Also Like

50 comments

  1. Untuk mengubah faskes gak begitu sulit kok kak, saya sudah pernah pindah sekali karena pertimbangan yang kurang lebih sama seperti di atas :)

    ReplyDelete
  2. Sebenarnya saya masih awam soal ini kak, malah soal BPJS saya cuek saja, tp mngkin perlu dipertimbangkan yah apalagi kalau sudah punya anak kelak

    ReplyDelete
  3. Saya sendiri selama hidup jarang bercengkerama dengan Rumah Sakit. Alhamdulillah hehe. But nice post, informatif dan membantu.

    ReplyDelete
  4. Lengkap nih rekomendasi dari Siska. Eh saya bru ngeh kalau Kimia Farma itu klinik, dulu kan uma apotek saja. Sudah lengkap ya Kimia Farma.

    ReplyDelete
  5. aku kemarin pindah ke Faskes 1 lewat website BPJS dan memang mudah banget jadi nggak perlu antri di kantornya :)

    ReplyDelete
  6. untuk faskes sendiri lengkap tidaknya tergantung dari region itu sendiri, untuk BPJS kadang ada juga yg nda bisa dibayarkan dgn bpjs, tp sejauh ini kehadiranx lumayan membantu utnuk meringankan sdikit biaya pengobatan masy, tp dgn syarat kelengkapan berkas yg selalu ada.

    ReplyDelete
  7. Berhubung BPJS saya juga dari kantor suami tempatnya malah jauh banget di klinik di Ponegoro dan kami tak pernah memanfaatkan layanannya. Cuma dipakai pas lahiran dan pas sakit saja di RS. Tapi surat rujukannya gampang diurusnya sih, makanya belum berniat pindah hahaha... Terimakasih kak untuk postingannya

    ReplyDelete
  8. faskes saya saat ini klinik terdekat dari rumah. lumayan lengkap, tapi belum tahu apa sudah ada fasilitas rawat inapnya.

    ReplyDelete
  9. Hai, Mbak. Tulisan menarik nih makanya aku langsung cuzzz baca. Makasih, lho, hihihi ... Aku mantan karyawan yang baru mau mendaftarkan kembali BPJS KEsehatan untukku dan anak-anak. Untuk Faskes 1 berarti memang ada beberapa pilihan, ya? Nggak cuma satu gitu. Sebelumnya Faskes 1-ku di Puskesmas tingkat Kecamatan. Besar dan lengkap tapi penuh banget dan harus antri sejak pukul 06.00. Bukanya pun nggak 24 jam. Ada klinik di dalam komplek tapi di sana nggak ada fasilitas gigi untuk peserta BPJS. Jadi aku mau cari alternatif lain. Bisa dapat info di mana ya kalau seperti ini? Mungkin ada link-nya, gitu?

    ReplyDelete
  10. Serius mbak bisa lewat online sekarang kalau minta rujukan?
    Lebih enak di klinik sih menurutku mbak, karena puskesmas kan ngga 24 jam ya? Dan mungkin jumlah pasiennya lebih banyak dibanding klinik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku baca komentar2 ternyata rata2 usah punya faskes yah, duh aku sampai saat ini masih awam :(

      Delete
  11. nah aku juga faskes 1 nya di klinik tempat suami kerja, mau ganti klinik deket rumah belum juga, soalnya aku nyari yang dokternya kalau bisa ada yg perempuan. Rada susah, ada tapi jauh2

    ReplyDelete
  12. Jadi paham itu faskes 1.. punya BPJS tapi memang belum pernah menggunakannya mbak.. karena masih sering pakai kartu asuransi swasta dari kantor suami.. jadi faskes 1 itu yang memang terdekat dengan wilayah tempat tinggal kita sesuai ktp domilisi ya.. dan semoga faskes 1 aku ngga terlalu jauh dari rumah ya.. jadi seandainya nanti membutuhkan kartu BPJS ini jadi bisa mudah dan terjangkau.. thanks for sharing info mbak

    ReplyDelete
  13. Jadi ingat 2 tahun lalu galau milih faskes 1, sampai butuh waktu berbulan-bulan, survey dulu lalu netapin ikut faskes 1 di mana.

    Akhirnya ambil di puskesmas aja, karena saya sudah ngincar RS tempat dokter saya praktek.
    Dan karena RSnya milik pemerintah, jadinya lebih mudah dan pihak faskes 1 gak terlalu banyak syarat saat mengeluarkan surat rujukan :)

    ReplyDelete
  14. Saya pake faskes 1 nya puskesmas. Ibu mertua pakainya klinik. Tapi sama2 kebantu dengan BPJS bisa dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya. Kalau saya ngerasa kebantu dengan faskes 1 lebih lengkap dari mulai peralatan, dan dokter2nya bagus2

    ReplyDelete
  15. Nah..jadi ingat mau pindah faskes 1 tapi tertunda-tunda karena malas ngurus, ternyata bisa online ya.. ok trims infonya y..

    ReplyDelete
  16. Di sini, klinik faskes 1 dekat tetapi pelayanan kurang lengkap, nah itu kadang bikin galau. Sekarang syarat perpindahan faskes juga kayanya agak ketat ya

    ReplyDelete
  17. Banyak istilah yang belum aku ketahui. Baru tahu habis baca tulisan mbk :-). Mau Puskesmas atau Faskes 1 tetep ada plus minusnya mbk

    ReplyDelete
  18. Kayaknya jarang deh faskes 1 yang ada fasilitas rawat inapnya. Jadinya ya pilih klinik yang dekat rumah gitu deh. Semoga aja ga sampai harus sampai dirawat inap ya.

    ReplyDelete
  19. Sudah berbulan2 saya ga ngurus bpjs saya karena pindah2 domisilinya terus, makasih mbak tulisannya jd mengingatkan kembali utk ngurusin bpjs hehehe terutama pemilihan faskes 1 nya.

    ReplyDelete
  20. Papah mertua saya sudha beberapa tahun ini juga rutin terapi dengan bantuan BPJS. Ya memang sekarang agak ribet prosesnya dibandingkan yang sebelumnya

    ReplyDelete
  21. Baru tau saya klinik Kimia Farma bisa dijadikan Faskes 1, memang sebaiknya faskes 1 itu tempat dan fasilitasnya harus lebih baik ya agar kalau ada masalah kesehatan dapat langsung ditindak dengan baik

    ReplyDelete
  22. Wah, sampai sejauh ini sih kalo pake BPJS ke klinik kecil paling cuma karena sakit biasa aja, demam atau flu, jadi belum pernah berasa ribet minta surat rujukan.

    Wah kayaknya harus diskusi lagi nih sama suami tentang BPJS ini, enaknya gimana

    ReplyDelete
  23. Aku kira jauhnya jauuuh banget, kak..
    Hihiii...

    Karena aku gak punya asuransi kesehatan sama sekali, jadi memang lebih cenderung ke Rumah Sakit Ibu dan Anak kalau ada kebutuhan mendesak. Pertimbangannya karena lebih nyaman dengan tenaga medis perempuan dan ramah anak.

    ReplyDelete
  24. Informatif nih mbak artikelnya. Aku ga ngerti ttg aturan pemilihan faskes soalnya.

    ReplyDelete
  25. Di dekat rumah saya jarang ada klinik 24 jam, jadi akhirnya kami memutuskan untuk memilih klinik depan perumahan untuk jadi faskes 1 kami. Alhamdulillah sampai skrg faskes 1 itu udah cukup mengakomodir kebutuhan kami, mbak. Hehehe

    ReplyDelete
  26. Aku sendiri ga pernah ke puskesmas sdh terlanjur mendengar hal2 yg kurang sreg ttgnya..padahal.skrg mungkin banyak jg puskesmas yg bagus ya..

    ReplyDelete
  27. Huhuhu... aku jadi keingetan masa melahirkan anak ke-3. Aku yang gak tahu apa2 dan gak cari tahu, pas dirujuk ke rumah sakit, ternyata jauh banget. Mana udah pecah ketuban dan mules tiap 3-5 menit. Jangan sampe begitu deh temen2 yang lain. Walopun merasa selalu jaga kesehatan, pengetahuan soal BPJS wajib tahu. Kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi pada kita.

    ReplyDelete
  28. saya pilih puskesmas mba, kebetulan puskesmad dekat rumah fasilitas lab-nya sudah sangat lengkap, bagian kebidanannya juga sudah bagus, ada fasilitas usg segala :)

    ReplyDelete
  29. Banyak pelajaran yang bisq aku ambil nih kak. Apalagi aku belum punya BPJS nih. Penting banget biat bikin

    ReplyDelete
  30. Saya merasakan banyak manfaat dari BPJS dan faskes yang saya pilih pun sangat membantu.

    ReplyDelete
  31. Pusing, hiks. Sama kayak aku bpjs wajib dari kantor suami tp faskes nya dj depok sesuai alamat tinggal. Tapi saya dan anak2 masih tinggal di Jogja padahal. Untungnya kantor suami sebelum ada bpjs udah punya kartu asuransi sendiri jadi selama di jogja kami pakai itu ke rs2 yang melayani. Alhamdulillah lah

    ReplyDelete
  32. Makasih sharingnya. Aku setuju banget ama pertimbangan2nya dalam memilih faskes.

    ReplyDelete
  33. Wah, terima kasih informasinya. Kebetulan mau pindah faskes.

    ReplyDelete
  34. thanks for sharing mbak, aku awam soal beginian jadi mulai mengerti setelah baca ini :)

    ReplyDelete
  35. Wah mba terima kasih pencerahannya. Jujur saya masih agak pesimis dengan BPJS, tetapi sepertinya lain kali bolehlah dicoba ya.

    Sekali lagi terima kasih atas informasinya ya mba ☺

    ReplyDelete
  36. Saya kurang paham soal faskes ini...BPJS punya karena diwajibkan dari perusahaan di mana tempat suami bekerja. Tapi, kami lebih memilih pakai jaminan lain. Jadi, sampai sekarang belum pernah dipakai BPJS-nya..saya sudah takut ribet duluan :D

    ReplyDelete
  37. Faskes kami yg pertama itu jauh bgt dr rumah, alhamdulillah bisa dipindah dgn yg agak deketan. Nah, bbro thun kemudian, ternyata ada yg lbh deket, eh pindah lagi, dan alhmdulillah bisa.

    ReplyDelete
  38. Makasih banget sharingnya mba, kami beberapa waktu lalu ada pemberitahuan untuk pidah faskes 1 dari kantor, mudah2n faskes yg baru nanti sesuai dengan kriteria yang mba tulis ya, bias memudahkan. HIHI

    ReplyDelete
  39. Saya dulu pakai faskes 1 di klinik juga. Cuman ya susahnya enggak 24 jam pas mau ke sana tutup.

    ReplyDelete
  40. makasih mbak sharingnya secara aku belum punya BPJS euy (gubrak) karena selama ini masih pakai asuransi yang diberikan dari kantor..tapi ada rencana mo daftarin ART BPJS

    ReplyDelete
  41. Ternyata saya kudet. Dan update lagi setelah membaca postingan ini. ckckckckc. Saya baru tahu kalau pindah bisa va online. Makasi sharingnya Mbak

    ReplyDelete
  42. Wah saya baru tahu ini mbak terimakasih ya buat infonya. Saya juga mau coba ngurus mbak

    ReplyDelete
  43. Saya sebenarnya kurang suka klinik-klinik faskes gini, mbak. Terus terang di tempat saya, banyak klinik yang nggak memuaskan pelayanannya. perawat dan dokternya ..entahlah...spechless. kalau dulu sebelum ada BPPJS justru kita bisa milih Rumah sakit yang kita inginkan, kalau sekarang susah. Semoga sehat selalu.

    ReplyDelete
  44. Faskes 1 sebaiknya memang dekat dengan tempat tinggal kita. Jadi, suami saya yg kerja di kota sebelah tetap mendaftarkan faskes 1 keluarga kami di puskesmas dekat sini. Hanya berjarak 1 km saja.
    Alhamdulillah, ada jamkes lain yg disediakan perusahaannya yg faskes-nya deket dengan tempat kerja. BPJS dan jamkes satunya sama-sama berguna, deh.

    ReplyDelete
  45. piluh faskes ini emang nggak boleh setengah setengah alias harus penuh perhitungan ya Sis, dan poin poin itu berguna banget nih. Nice info!

    ReplyDelete
  46. Yap saya juga milih sesuai dokternya kerja di mana . Hehe... Kesannya ngejar dokter tapi kan demi kenyamanan karena sudah percaya dengan tenaga kesehatan yg kompeten

    ReplyDelete
  47. Betul ini mb. Saya sendiri memang memilih faskes 1 dekat wilayah rumah dan kebetulan banyak rumah sakit yang memiliki fasilitas inap. Makasih mb sharingnya.

    ReplyDelete
  48. klinik faskes 1 tempatku enak mba saat dikasih rujukan nanti ditawarkan pilih RS nya yang mana, jam berapa, walau memang harus yang satu wilayah. Tapi tidak masalah terpenting kalau sakit, sehat lagi. hehe

    ReplyDelete
  49. faskes 1 enaknya emang deket rumah.puskesmas dan klinik2 skrg sudah standar kok, bagus2 hehehe.
    tapi aku sendiri pernah pindahin faskes 1, gara2 dokter2nya dan knikya agak gimana gt.susah banget ngasih rujukan kayaknya. jadilah bye itu klinik hehehe

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.