Pertimbangan Memilih Faskes 1, di Klinik atau Puskesmas?

By Siska Dwyta - Monday, April 08, 2019

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Hari ini saya ditemani suami dan Bunay menyempatkan datang ke Faskes 1 kami di Klinik Pratama Kimia Farma Pettarani. Ya, mumpung lagi di Makassar. Soalnya kalau sudah balik lagi ke daerah tempat domisili sementara kami mana bisa memanfaatkan fasilitas BPJS. Wong domisilinya dimana, faskes 1 nya dimana.


Klinik Kimia Farma Pettarani
(dok.pri)
Domisili sementara dan faskes 1 keluarga kecil saya memang berjauhan. Beda Kotamadyta. Padahal seharusnya dan sebaiknya peserta BPJS memilih faskes 1 yang paling dekat jaraknya dengan tempat tinggal. Minimal satu kelurahanlah atau paling tidak dalam satu Kotamadya/Kabupaten. Tapi apa boleh buat, hidup kami juga masih nomaden, belum menetap di satu tempat jadi biarlah untuk sementara ini Faskes 1 kami di Klinik Kimia Farma saja.

Oya untuk pindah faskes 1 ini sebenarnya gampang banget Tidak perlu repot-repot mengurusnya di kantor BPJS. Cukup di rumah saja asal ada gawai dan terhubung dengan internet. Cuma saya telat tahu soal ini gara-gara awalnya sempat ragu mengisi data registrasi di aplikasi JKN-Mobile.


Jadi bagi kamu peserta BPJS yang punya kondisi kurang lebih sama seperti saya, hidup masih nomaden, tak perlu khawatir dengan masalah faskes 1. Kamu bisa menggantinya sendiri kok setiap kali pindah domisili, namun tentu ada syaratnya. Harus terdaftar minimal selama 3 bulan di faskes 1 yang tertera di kartu BPJS kamu saat ini baru deh kamu bisa ganti faskes 1 ke Klinik/Puskesmas yang lain dan ini tidak ada batasan maksimalnya ya.

Maksud saya, kamu bisa melakukan pindah faskes lebih dari 1 kali asal syarat kepesertaan 3 bulan ini sudah kamu penuhi. Tapi bukan berarti karena tidak ada batasan frekuensi kamu bisa seenaknya gonta-ganti faskes 1. Tentu harus ada alasan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.

Pertimbangan Memilih Faskes 1

Seperti yang sudah kita ketahui, faskes 1 merupakan tempat pertama yang harus didatangi oleh peserta BPJS bila ingin berobat dan mendapat layanan dari asuransi kesehatan ini. Peserta BPJS baru akan di rujuk ke Rumah Sakit bila fasilitas atau dokter di faskes 1 tidak tersedia. Nah, faskes 1 ini terdiri atas puskesmas, klinik, dokter gigi maupun dokter praktik yang bekerjasama dengan BPJS.

Eniwei, faskes 1 pertama saya di klinik perusahaan tempat suami bekerja. Namun seperti yang sudah saya singgung pada postingan terkait cara gampang ganti faskes, pada saat itu saya justru ingin faskes 1 saya ditempatkan di Puskesmas dekat tempat tinggal saya dan suami di Barru. Eh sama CSR perusahaan suami yang mengurus BPJS, faskes 1 saya malah ditempatkan di Klinik perusahaan (tidak sesuai permintaan).

Meski sebenarnya setelah tiga bulan menjadi peserta di Klinik tersebut saya sudah bisa melalukan pindah faskes sih. Cuma seperti yang sudah saya singgung, waktu itu saya belum tahu kalau pindah faskes bisa dilakukan secara mandiri dengan menggunakan aplikasi JKN mobile. Baru tahunya setelah pindah ke rumah ortang tua di Gowa (karena baru di situ saya beranikan diri isi data registrasi di aplikasi JKN Mobile, hehe)

Saat hendak ganti faskes 1 itulah saya sempat bimbang memilih antara puskesmas dan klinik. Tadinya saya malah berniat mau pindah faskes 1 ke Puskesmas yang lumayan dekat saja dengan rumah orang tua. Tapi urung karena suami tidak setuju dan lebih menyarankan saya tetap pindah faskes 1 di klinik. Kenapa?

Pertimbangan dia cuma satu. Surat Rujukan. Dia sampai nanya ke teman-temannya yang sudah berpengalaman, bagaimana caranya agar istrinya ini bisa dapat surat rujukan ke rumah sakit yang diinginkan. Pasalnya biasa dokter di faskes 1 yang menangani akan merujuk si pasien ke rumah sakit terdekat atau lebih tepatnya pasien akan dirujuk ke rumah sakit sesuai yang direkomendasikan dokter. Sementara waktu itu sudah ada rumah sakit yang saya incar untuk periksa kehamilan.

Nah, ada teman suami yang merekomendasikan ke suami kalau mau pindah faskes 1 sebaiknya di klinik Kimia Farma Hertasning, karena faskes 1 dia dan istrinya juga di sana dan katanya pelayanan untuk minta surat rujukan di klinik tersebut mudah dan cepat. Baiklah saya setuju-setuju saja, tapi sekalinya mau pindah faskes 1 kimia ke Klinik Farma yang terletak di jalan Hertasining itu eh malah kuota pesertanya full. Alhasil saya dan suami cari alternatif lain dan pilihan kami jatuh pada Klinik Kimia Farma Pettarani. Dan sepertinya klinik tersebut masih baru sehingga masih sedikit pesertanya.

Nex post lah saya cerita pengalaman memperoleh surat rujukan di Klinik Farma Pettarani yang menurut saya recommended banget buat kamu yang ingin mendapat surat rujukan dengan mudah dan cepat tanpa perlu mengantri lama. Apalagi sekarang ini untuk mendapatkan surat rujukan sudah menggunakan sistem online jadi makin kilatlah pelayanannya.

Namun selain pertimbangan untuk mendapat rujukan, ada baiknya juga kamu perlu mempertimbangkan hal-hal lain ketika hendak memilih faskes 1. Dilansir dari pasienbpjs.com berikut tips atau saran yang tepat buat kamu saat hendak memilih faskes 1.


Pilih faskes 1 yang paling dekat dengan tempat tinggal kamu

Pertimbangan jarak ini penting banget dan memang sangat disarankan agar pasien bpjs memilih faskes 1 yang dekat dengan tempat tinggalnya. Tentunya semakin dekat tempat tinggalmu dengan faskes 1 akan semakin memudahkan kamu lebih cepat mendapatkan pelayanan kesehatan ketika sakit. Tapi yah sekali lagi karena tempat tinggal saya masih nomaden jadi saya sengaja mengabaikan pertimbangan yang satu ini.


Pilih faskes 1 yang buka 24 jam

Pastikan juga faskes 1 yang kamu pilih buka 24 jam. Jadi jika sewaktu-waktu kamu sakit ya kamu bisa langsung berobat ke sana.


Pilih faskes 1 yang sudah dilengkapi dengan rawat inap

Ada baiknya juga bila kamu memilih faskes 1 yang sudah memiliki fasilitas rawat inap dan sudah bekerjasama dengan BPJS. Tentunya dengan fasilitas ini akan lebih memudahkan manakala kamu harus dirawat inap sehingga tidak perlu dirujuk ke rumah sakit.


Pilih faskes 1 dengan fasilitas lengkap

Selanjutnya pertimbangkan juga fasilitas kesehatan yang ada di faskes 1 tersebut, karena fasilitas kesehatan yang dimiliki setiap faskes 1 berbeda-beda. Ada yang lengkap dengan tersedianya pemeriksaan lab, radiologi, dan fasilitas lainnya namun ada juga yang kurang. Tentunya, semakin lengkap fasilitas yang dimiliki oleh fasilitas kesehatan itu semakin bagus jadi kamu cukup berobat di faskes 1 saja tidak perlu dirujuk ke rumah sakit.

Jika kamu memilih dokter praktik atau dokter gigi sebagai faskes 1 pilihlah dokter langganan yang kamu percayai dan kamu merasa nyaman

Nah, saran ini khusus buat kamu yang memilih dokter praktik atau dokter gigi sebagai faskes 1. Akan lebih nyaman memang bila dokter yang kita pilih sudah jadi langganan dan dipercayai. Tapi kalau saya memang tidak ada keinginan sama sekali mau pilih faskes 1 di dokter praktik maupun dokter gigi.

Selain kelima saran di atas, satu lagi tambahan berdasarkan pengalaman saya yang bisa jadi pertimbangan juga buat kamu.
Pilih faskes 1 dimana sudah banyak Rumah Sakit yang bekerjasama dengan BPJS di wilayah tersebut
Sekarang ini sistem asuransi kesehatan agak ribet ya. Nggak sama waktu masih zaman ASKES dulu. Jika ingin berobat jalan kita bisa langsung datang ke RS yang dituju tanpa  harus minta surat rujukan terlebih dahulu ke Faskes 1. Lha sekarang? Karena sistemnya berjenjang ya kita kudu ambil surat rujukan dulu di faskes 1.

Ya meski maksud dan tujuan dihadirkan sistem berjenjang dalam pelayanan BPJS ini memang baik, menghindari penumpukan pasien di faskes tingkat 2 atau setara RS tapi tetap sama saja. Sesampai di RS juga masih harus ngantri luaaama karena pasien yang membludak. Saya pernah mengalaminya sih jadi bisa bilang kayak gini.

Namun baiklah kita skip saja soal itu, karena yang penting kamu juga harus tahu bahwa BPJS sekarang bukan cuma menerapkan sistem berjenjang melainkan juga sistem wilayah. Sistem wilayah? Ups! saya kurang tahu apa nama sistem pelayanan BPJS yang satu ini tapi karena berkaitan dengan batas wilayah jadi saya sebut saja sistem wilayah, hehe.

Jadi gini lho, kalau kamu ingin mendapat surat rujukan untuk berobat jalan dan faskes 1 kamu berada di wilayah Gowa maka oleh dokternya kamu hanya akan dirujuk di RS yang ada di sekitaran Gowa. Dan ini berlaku untuk setiap wilayah. Intinya kamu nggak bisa minta dirujuk ke RS yang ada di luar wilayah faskes 1 kamu karena aturannya sudah demikian, kecuali kalau dalam keadaan emergency.

Thats why saya dan suami sepakat pindah faskes 1 ke klinik yang letaknya satu wilayah dengan rumah sakit yang saya incar untuk periksa kehamilan maupun melahirkan nanti, yakni di RSIA Ananda Makassar. Ya, meski saya tinggalnya di Gowa dan jarak dari rumah ke faskes 1 tersebut sekira 13 km atau memakan waktu kurang lebih 30 menit perjalanan.

Itulah beberapa pertimbangan yang bisa jadi acuan ketika kamu hendak memilih faskes 1. Sejauh ini sih saya masih nyaman dengan faskes 1 di klinik karena tempatnya nyaman, pelayanannya oke, dan yang paling penting saya tidak perlu mengantri lama jika hanya ingin mendapatkan surat rujukan dari klinik. Dan satu lagi, untuk pendaftaran BPJS di klinik khususnya di Klinik Kimia Farma terbuka dari pagi-malam. Beda dengan puskesmas, biasanya sekira jam 12 siang sudah tutup.

Ya intinya, mau pilih faskes 1 di puskesmas atau klinik sama saja. Sama-sama ada plus mines nya jadi pertimbangkan baik-baik ya sebelum kamu memutuskan memilih faskes 1.

Salam,
@siskadwyta


  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. Untuk mengubah faskes gak begitu sulit kok kak, saya sudah pernah pindah sekali karena pertimbangan yang kurang lebih sama seperti di atas :)

    ReplyDelete
  2. Sebenarnya saya masih awam soal ini kak, malah soal BPJS saya cuek saja, tp mngkin perlu dipertimbangkan yah apalagi kalau sudah punya anak kelak

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)