Resep Nasi Goreng Telur, Menu Andalan Keluarga yang Simple dan Praktis

By Siska Dwyta - Friday, May 10, 2019


Bismillaahirrahmaanirraahiim

Baru juga masuk Ramadan hari ke-lima dan puasa saya nyaris bolong, gegera muntah pas masuk azan subuh tadi. Air yang saya minum saat sahur keluar semua. Makanan yang saya makan juga. Well, Ini muntah pertama saya setelah mendapati hasil test pack bulan lalu menunjukkan garis dua.

Saya jadi ingat waktu hamil Bunay, di usia kehamilan seperti saat ini saya sudah mulai mengalami gejala mual muntah dan kehilangan nafsu makan. Berbagai keluhan yang saya rasakan makin bertambah parah di akhir trimester 1 dan mulai berangsur pulih kembali menginjak awal trimester 2 lalu berganti dengan keluhan yang lain.

Syukurnya, pas masuk bulan Ramadan ini keluhan kehamilan trimester 1 yang saya rasakan tidak begitu parah. Kadang-kadang saja mualnya, dan muntah pun baru sekali ini. Tidak ada masalah juga dengan nafsu makan, malah makin ke sini saya makin kuat makan, hehe. Jadi dengan kondisi demikian, saya merasa fine-fine saja menjalankan ibadah puasa. Sekalipun sempat muntah?

Yup, muntah secara tidak sengaja tidak membatalkan puasa, kan? Walau efeknya bikin badan saya lemas pagi ini. Alhasil, untuk memulihkan tenaga saya memilih tidur. Eh, ini sih bukan memulihkan tenaga, yang ada malah bikin kelapa saya pusing, karena saya memang sudah tidak terbiasa tidur pagi. Nggak sama kayak waktu hamil Bunay, bawaannya pengen tidur mulu tiap pagi. Ups!

Padahal bumil dilarang ya tidur pagi atau kalau mau tidur harus di atas jam 11 karena katanya bisa menyulitkan proses persalinan si ibu. Tapi karena tidak ada penjelasan logis terkait hal ini jadi saya anggap itu sekadar mitos, hehe. Buktinya,  meski sering tidur pagi di sepanjang hamil Bunay, persalinan pertama saya alhamdulillaah berjalan lancar dan tidak mengalami kesulitan sama sekali.

Namun syukurlah setelah bangun, kondisi saya agak baikan. Tidak selemas setelah muntah, jadilah saya tetap melanjutkan puasa meski suami berulang kali menganjurkan agar istrinya yang masih hamil muda dan menyusui ini tidak usah berpuasa. Apalagi Bunay juga rewel karena sepertinya tidak puas dengan nenennya. Belum lagi dengan cuaca yang maa syaa Allaah panasnya luar biasa. Tapi dasar sayanya ngotot, pengen tetap puasa.

Baiklah, saya memang berhasil menuntaskan puasa hari ini tapi di sisi lain saya didera rasa bersalah. Seolah saya telah mendzalimi Bunay dan (calon) adiknya yang masih dalem perut.

Astaghfirullaah, maafkan Bunda ya, Nak, cuma mikir diri sendiri. Cuma karena nggak pengen bolong puasa, Bunda tetap menahan lapar dan haus sampai waktu berbuka tiba. Padahal Allah sudah ngasih rukhsah ke Bunda; tak mengapa tak puasa, bisa diganti dengan membayar fidyah dan atau diganti dengan puasa di hari lain di luar Ramadan. Tapi apa yang Bunda lakukan? Sok setrong banget bisa menjalankan ibadah puasa. Iya,  Bunda mungkin setrong tapi belum tentu dengan Bunay dengan adek di perut Bunda. Sekali lagi, maafkan Bunda ya sayang. In syaa Allaah ke depannya Bunda tidak akan memaksakan diri lagi untuk berpuasa.

Duh, ini kok saya malah curcol ya, hehe. Ok, kalau sebelumnya saya sudah share resep Udang Goreng Skippy dan Sayur Asem Papua, kali ini  saya masih pengen share salah satu resep masakan andalan keluarga. Hayoo siapa sih yang masih belum tahu cara memasak Nasi Goreng. Sini, saya bisikin resepnya. Gampang banget kok!

Fyi, nasi goreng merupakan makanan favorit saya semasa kecil. Saya jadi ingat, setiap diajak makan di warung menu andalan yang selalu saya pesan cuma satu. Nasi Goreng. Malah ada warung nasi goreng langganan saya di Serui. Warung Sabar Menanti, namanya. Ya, sesuai dengan nama warungnya, kalau mau pesan nasi goreng di sini memang kita harus sabar menanti karena pelanggannya buanyak sekali. Maklum, nasi goreng di warung ini memang terkenal paling enak.

Oya, sarapan kesukaan saya tiap pagi sebelum pergi sekolah juga ya menu yang satu ini. Yip, mama saya paling doyan bikin sarapan nasi goreng. Nasi goreng buatan beliau sederhana sekali tapi rasanya luar biasa. Enak banget di lidah. Ah, mendadak saya jadi ngidam nasi goreng buatan mama.

Beliau biasa bikin nasi goreng dengan kecap ABC, kadang-kadang dicampur juga dengan saos tomat ABC atau kadang dengan saos tomat ABC saja. Yah, tergantung bahan yang ada di dapur. Malah kalau tidak ada kecap atau saos tomat, beliau bikin nasi goreng terasi dan itu rasanya juga nikmat sekali. Dari mamalah saya belajar masak nasi goreng tapi entah kenapa sampai saat ini saya belum bisa bikin nasi goreng yang rasanya menyamai rasa nasi goreng mama ya? Hmmm.

Sekarang saya memang sudah nggak terlalu doyan makan nasi goreng. Eh tapi semenjak menikah saya jadi sering lho masak menu yang satu ini. Apalagi waktu tinggal berdua sama suami di kontrakkan, nasi goreng jadi sarapan andalan yang saya buatkan untuk suami hampir tiap hari dan doi nggak ada bosan-bosannya, haha.

Cuma kalau bicara variasi dari nasi goreng, kami beda selera. Saya sukanya nasi goreng kecap sementara suami nggak terlalu suka dengan yang manis-manis. Jadi untuk mengakali agar nasi goreng buatan saya tidak terlalu manis, selain kecap saya tambahkan juga bahan yang lain. So, pengen tahu gimana resep nasi goreng simple dan praktis yang biasa saya sajikan untuk suami, cuss langsung aja yuuuk.

Resep Nasi Goreng Telur, Simple dan Praktis


gambar :  dapurkobe.co.id

Bahan
Nasi putih
Kecap manis ABC
Saos Tomat ABC
2 buah tomat
2 buah Telur
Minyak secukupnya

Bumbu
2 siung bawang putih
5 siung bawang merah
Cabai Merah Besar
1 bungkus Terasi
Garam secukupnya

Cara Membuat
  • Haluskan bumbu bawang putih dan bawah merah (bisa juga dengan diiris tipis-tipis) lalu tumis ke dalam wajan yang telah diisi dengan minyak secukupnya
  • Masukkan terasi, aduk hingga lumer
  • Iris tipis cabai merah besar dan masukkan ke dalan wajan setelah aroma bawang merebak
  • Masukkan juga tomat yang sudah dipotong kecil
  • Tambahkan garam sedikit
  • Masukkan nasi putih ke dalam wajan tersebut
  • Tambahan kecap manis dan saos tomat secukupnya
  • Aduk hingga warnanya merata
  • Khusus untuk telur bisa disajikan dalam bentuk telur dadar atau telur mata sapi atau bisa dicampur langsung menjadi orak-arik sebelum memasukkan nasi.
  • Nasi Goreng telur yang simple dan praktis ini siap disajikan.
Itulah resep nasi goreng telur dari saya. Simple dan praktis banget, kan? Seperti yang kita ketahui, ada banyak sekali varian nasi goreng yang bisa dibuat. Untuk protein hewaninya sendiri kita bisa pake telur, ayam atau daging, udang, dll. Semua tergantung selera masing-masing ya tapi kalau saya pribadi sih lebih suka makan nasi goreng campur telur. Dan satu lagi, saya paling nggak suka dengan nasi goreng yang terlalu banyak minyaknya, karena rasanya itu eneg banget di lidah. Suerr.

Bagaimana dengen resep nasi goreng kesukaan kamu? Boleh dong share di kolom komentar.

  • Share:

You Might Also Like

1 comments

  1. Nasi gorengnya kelihatan enak banget. Resepnya juga simple dan praktis. Jadi pengen bikin nasi goreng buat nanti malam, nih.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)