Parent Session #MenjagaKasihIbu bersama Nakita dan Asifit di Hotel Santika Makassar

by - Tuesday, November 19, 2019

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Parent Session #MenjagaKasihIbu bersama Nakita dan Asifit di Hotel Santika Makassar  - Pekan lalu saya berkesempatan menghadiri acara Parent Session yang diadakan oleh Nakita Id dan Asifit di Hotel Santika Makassar. Fyi, ini pertama kalinya saya hadir di acara parenting mewakili komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri. Sebenarnya saya sudah sering dapat info acara/event yang mengundang blogger di WAG Blogger Anging Mammiri, sayangnya kebanyakan tidak bisa saya hadiri. 

Padahal saya selalu tergiur ingin ikut event yang diinfokan tersebut. Tergiurnya bukan semata-mata karena goodie bag, doorprize atau fee yang bisa didapatkan tapi karena saya juga pengen bisa jadi blogger reporter kayak blogger-blogger lain yang postingan blognya sering meliput suatu event #uhuk

Namun apa boleh buat, beginilah nasib momblogger yang tinggal di daerah, hehe.  Meski tinggal di Makassar pun mungkin saya masih belum bebas ikut event blogger karena ada si kecil yang nempel terus kayak perangko. Ya nggak sama kali dengan zamannya waktu saya masih single masih bebas kemana-mana sendiri. Lha sekarang? 

Acara yang sudah saya dapat infonya jauh-jauh hari ini saja nyaris batal saya hadiri karena tadinya suami tidak bisa menemani. Well, saya tidak bisa membayangkan melakukan perjalanan selama kurang lebih tiga jam hanya berdua dengan Zhafran dan dengan kondisi saya yang tengah hamil besar. Mana Zhafran sekarang aktif sekali, nggak bisa anteng di tempat. 
Syukurnya suami ada kegiatan mendadak di Makassar tanggal 09 November. So that, saya akhirnya bisa menghadiri acara Parent Session #MenjagaKasihIbu yang berlangsung tanggal 10 November ini.

Menghadiri acara Parent Session  Nakita dan Asifit #MenjagaKasihIbu di Hotel Santika Makassar

gambar : IG @asifitkf
Setelah sukses menggelar acara Parent Session #MenjagaKasihIbu di kota Jakarta, Bandung dan Surabaya, akhirnya Nakita dan Asifit hadir juga di kota Makassar. Pagi itu, Ahad 10/11/2019 saya tiba di Hotel Santika sekitar pukul 08.00 WITA,  diantar suami dan si kecil. Berkat bantuan google Maps, tidak sulit menemukan hotel yang terletak di jalan Sultan Hasanuddin ini.

Sesampai di lokasi saya segera melakukan registrasi, sementara Zhafran dan ayahya menunggu di lobi hotel. Pengennya sih mereka ikut masuk ke dalam, tapi tidak bisa karena setahu saya acara ini khusus untuk Moms milenial plus di undangannya juga tertera keterangan tidak disarankan membawa anak. 

Belakangan baru saya tahu, ternyata bapak-bapaknya bisa menunggu di ruangan bagian belakang sambil jaga anak, bahkan ibuk-ibuknya pun banyak yang datang dengan membawa anak kecil. Tahu gitu saya juga pengen bawa Zhafran masuk ke ruangan, biar ayahnya menunggu sendiri di luar, hehe. 

Eh tapi lebih baguslah, Zhafran dijaga ayahnya agar saya lebih fokus mengikuti acara ini. Lagipula setelah melakukan registrasi, si ayah juga langsung pamit mau ajak Zhafran jalan-jalan ke luar daripada menunggu lama di lobi hotel.

Oya saat melakukan registrasi, saya dikasih kartu peserta yang digantung di leher sebagai participant dan mendapat nomor urut peserta 65 (nantinya bakal ada undian nomor urut peserta di akhir acara). Selain dikasih kartu, saya juga mendapat tas (semacam goodie bag) yang isinya berupa kaos putih dengan tulisan Nakita dan Asifit #MenjagaKasihIbu, pulpen, buku catatan dan LovingNotLabelling card.


buku catatan dari asifit
(dok.pri)
Kaos putih tersebut digunakan sebelum masuk ruangan. Setelah registrasi peserta juga diarahkan untuk langsung mengambil sarapan di meja yang telah disediakan.

Saat masuk dalam ruangan belum begitu banyak peserta yang hadir, namun suara MC-nya yang begitu bersemangat menyambut peserta sekaligus mengajak kami yang baru datang untuk ikut Photo Competition berhadiah voucher belanja ratusan ribut bikin suasa jadi heboh. Di sekeliling saya sudah ada Moms yang asyik berfoto ria. Saya sendiri hanya memperhatikan mereka sambil menikmati sarapan kue dan secangkir teh tanpa gula. 

Tidak lama kemudian ada seorang ibu mendekat dan mengajak saya foto di depan bersama MCnya. Saya iyain ajakan tersebut. Kali aja hasil fotonya bisa saya ikut sertakan dalam photo competion. Tidak cukup berfoto di depan, si ibu yang tidak saya kenali ini juga mengajak saya kembali berfoto dengan mencari latar berbeda. Saya usulkan untuk berfoto di photo booth yang terdapat di luar ruangan.

Foto bersama MC kocak dan ibu Mardiana dari PKK Kec. Rappocini (belakangan baru saya tahu nama ibu ini๐Ÿ˜…)
Oke kami melipir ke luar ruangan dan berhasil mengabadikan momen di photo booth Nakita dan Asifit. Sayangnya meski sudah punya beberapa foto yang bisa diikutkan dalam photo competition, saya tidak kunjung mengunggahnya ke Instagram๐Ÿ˜…

Sekira pukul 09.00 WITA acara pun dimulai, dibuka dengan meriah oleh MC kocak dan humoris, Eric Admund. Kemudian diserahkan ke moderator yang merupakan jurnalis sekaligus presenter Kompas TV yakni Winda Anggraeni. Acara ini dihadiri oleh para Moms milenial yang kebanyakan dari komunitas mom to mom dan ibu-ibu PKK dari berbagai Kecamatan yang ada di Kota Makassar, bahkan yang dari daerah juga ada lho. Dari Komunitas Blogger Anging Mammiri sendiri cuma ada dua perwakilannya yang hadir, saya dan kak Ainun Jariah. Itupun saya nggak sempat ketemu sama kak Ainunnya gegara belum sempat nanya posisinya dimana eh hp saya keburu lowbet duluan.


Narasumber yang mengisi acara Parent Session
#Menjaga Kasih Ibu di Makassar
(dok.pri)
Parent session #MenjagaKasih yang digelar di kota Makassar ini mengangkat tema "Nutrisi Millenial Moms dan Buah Hati" dengan menghadirkan Dokter Konselor Laktasi dan pendiri komunitas Pejuang ASI, dr. Ameetha Drupadi, CIMI. Hadir pula artis cantik Zee Zee Shahab selaku Brand Ambrassador Asifit dan Asri Yulianti, influencer asal Makasar. Tak ketinggalan Manager Marketing CHP Kimia Farma, Bapak Bayu Sulendrotomo yang turut jadi pembicara.

Parent session #MenjagaKasihIbu Nakita dan Asifit di Makassar, Membahas Tentang Nutrisi Millenial Moms dan Buah Hati

Sejak memasuki usia 6 bulan, ASI saja tidak dapat mencukupi kebutuhan nutrisi bayi. Oleh sebab itu, menginjak usia 6 bulan si kecil sudah harus dikenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Biasanya ketika sudah mulai MPASI, para Moms-lah yang paling sibuk dan selalu berusaha menyajikan nutrisi terbaik untuk si kecil sampai lupa dengan kebutuhan nutrisinya sendiri. Banyak Moms yang hanya fokus menyusui dan memberikan makanan bergizi untuk si kecil namun tidak peduli dengan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Makan sekenanya saja. Padahal buka hanya bayi lho yang butuh asupan nutrisi, Moms pun harus memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi.

Nah, tema terkait asupan nutrisi Moms dan Buah Hati inilah yang diangkat Nakita id dan Asifit dalam acara Parent Session di Makassar. Lewat Parent Session di kota terakhir yang dikunjungi, Nakita dan Asifit mengajak Moms Millenial untuk peduli dan memperhatikan asupan nutrisi seimbang untuk ibu dan buah hati.

Memenuhi Nutrisi Bayi dengan MPASI Bergizi Seimbang

Dokter Ameetha Drupadi membahas materi seputar MPASI
(foto : nakita.id)
Ketika bayi sudah memasuki usia 6 bulan kebutuhan bayi sudah tidak bisa tercukupi 100% dari ASI saja. ASI hanya mencukupi 70% kebutuhan bayi sedangkan 30% harus didapatkan bayi dari MPASI

Menurut Dokter Ameetha, MPASI yang baik itu yang penting kandungan dan gizinya tercukupi oleh buah hati tercinta sedangkan untuk pembuatan MPASI sendiri sebenarnya sangat mudah. Moms bisa menggunakan peralatan-peralatan sederhana yang biasa tersedia di dapur, kata beliau sambil menunjukkan beberapa peralatan dapur.

Membuat bubur bayi bisa menggunakan panci biasa. Untuk membuat bubur pun tidak harus dengan memasak beras namun bisa juga dengan menggunakan nasi putih agar lebih cepat matang. Untuk melumat bubur bisa menggunakan saringan kawat bisa juga dengan parutan keju. 

Misalkan kita ingin memberi si kecil selingan buah apel atau pir, bisa dihaluskan dengan parutan. Kalau jaman dulu buah apel atau pir  memang biasa direbus atau dikukus baru disajikan kepada bayi. Nah, ternyata ketika dilakukan perebusan atau dikukus itu bisa mengurangi kandungan gizi yang ada di dalam buah pir apel atau pil sehingga sekarang ini pemberian MPASI khusus buah tidak perlu lagi direbus atau dikukus, bisa langsung diparut dan diberikan kepada bayi agar gizinya tidak hilang, Sedangkan untuk melumat daging atau ikan lebih mudah dengan ulekan, begitu penjelasan Dokmet.

Terkait pembuatan MPASI ini ada peserta yang bertanya bagaimana pembuatan MPASI dengan menggunakan blender? Jawab dokter Ameetha, sebaiknya pembuatan MPASI untuk si kecil tidak menggunakan blender. Kenapa? Ketika menggunakan blender makanan akan jadi  lebih banyak karena dicampur air akhirnya gizinya juga makin banyak. Sedangkan bayi yang umurnya masih usia 6 bulan makannya minimal dua sendok, sisanya banyak. Berarti gizi yang masuk ke tubuh bayi tidak maksimal. Beda halnya ketika memberi makanan yang dibuat dengan cara dilumat manual dengan saringan atau ulekan. Gizinya akan maksimal, tidak kurang dan tidak lebih. Demikian penjelasan dokter Ameetha terkait pembuatan MPASI.

Berikut point-point penting lainnya seputar MPASI yang juga sempat dijelaskan Dokter Ameetha ;

Tanda-Tanda Bayi Sudah Siap Makan

  1. Sudah dapat duduk sendiri dengan kepala tegak
  2. Bisa mengkoordinasikan mata, tangan dan mulut untuk menerima makanan
  3. Mampu menelan makanan padat
  4. Bayi mengontrol lidahnya lebih baik
  5. Refleks menjulurkan lidah menolak objek padat yang memasuki mulutnya telah menghilang
  6. Mulai bisa menikmati makanan yang lebih padat
  7. Sistem pencernaan telah berkembang sempurna sehingga telah mampu mencerna makanan seperti karbohidrat dengan baik
  8. Bayi akan menunjukkan tanda kenyang dan lapar sesuai bahasa tubuhnya sehingga tercipta jadwal makan yang paling bayi untuk bayi tersebut.

Jadwal Makan Bayi

  • Ada jawal makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur
  • 3 kali makanan utama dan 2 kali makanan selingan diantaranya diberikan secara bertahap dari usia 6 bulan. (Misalkan, pada usia 6-9 bulan, 1 kali makanan utama dan 1 kali makanan selingan. 9-12 bulan, 2 kali makanan utama, 2 kali makanan selingan hingga 3 kali makana utama dan 2 kali makanan selingan di atas 12 bulan)
  • ASI dapat diberikan semua bayi
  • Waktu makan diberikan kurang lebih tiga puluh menit
  • Boleh minum air putih di antara waktu makan
  • Waktu makan merupakan periode pembelajaran, pemberian kasih sayang termasuk berbicara kepada anak disertai kontak mata)

Tahapan dalam Pemberian MPASI

✔ Usia 6-9 bulan
Mulai usia 6 bulan hingga 9 bulan bayi diberikan bubur lumat/ halus (bubur disaring, puree atau makanan ditumbuk atau dihaluskan).Pastikan tekstur MPASI tidak terlalu cair atau encer jadi gunakan saja sedikit air. Tekstur bubur tidak tumpah saat sendok dimiringkan.

✔ Usia 9-12 bulan
Memasuki usia 9 bulan bayi sudah bisa dikenalkan makanan fingeer food. Pada usia 9-12 bulan tekstur makanan bayi sudah dapat dinaikkan menjadi makanan lembek (nasi tim, bubur tanpa disaring, makanan dicincang halus atau irisan makanan lunak)

✔ Di atas usia 12 bulan
Pada usia 12 bulan ke atas bayi sudah dapat diberikan makanan keluarga (makanan yang dicincang kasar, dicincang atau bisa dipegang tangan)

Prinsip Pemberian MPASI 

Prinsip pemberian MPASI menurut WHO, gizi yang diberikan adalah gizi seimbang atau kita kenal dengan menu 4 bintang yang terdiri atas karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur dan buah serta air putih dan lemak.

Ketika sudah MPASI bayi sudah bisa diberikan air putih. Air putih ini penting untuk membantu pencernaan bayi begitupula dengan lemak. Tujuan pemberian minyak sebagai lemak adalah untuk memperkaya kalori dan membantu penyerapan makanannya.

Bayi dengan orang dewasa berbeda. Kalau orang dewasa sembelit, nggak bisa pup disarankan makan buah sedangkan bayi kalau sembelit jangan dikasihkan buah tapi tambahkan minyak atau lemak tambahan lain pada MPASInya dan berikan air putih.


Kebutuhan Nutrisi dari MPASI 

  • Kaya energi protein dan mikronutrien (terutama zat besi, seng, kalsium, Vitamin A, Vitamin C dan Asam Folat) 
  • Bersih dan aman
  • Tidak mengandung zat patogen
  • Tidak mengandung bahan kimia/zat berbahaya
  • Tidak terlalu panas 
  • Tidak terlalu pedas
  • Tidak terlalu asin
  • Tidak terlalu manis
  • Mudah dimakan oleh bayi
  • Disukai oleh bayi
Berkaitan dengan materi yang disampaikan Dokter Ameetha, Asri Yulianti, Mom sekaligus influencer asal Makassar ini turut berbagi pengalamannya dalam memenuhi nutrisi Si Kecil yang sudah diberikan MPASI.

"Saya selalu membuat meal plan ketika memberikan MPASI untuk si kecil. Dengan demikian si kecil tidak menjadi bosan bahkan nutrisi yang didapatkannya lengkap karena menu selalu berganti" jelas pemilik aku @acyacii yang tengah hamil anak kedua.

Bahkan kata Asri, anaknya kalau makan selalu nambah lho. "Tapi itu mungkin karena masakan saya enak sih" hehe katanya sambil sedikit bercanda.

Yap, idelnya memang kalau buat MPASI harus ada meal plan dan usahakan menu 4 bintang yang disajikan bervariasi agar anak tidak mudah bosan. 

Nah, Dokter Ameetha juga menambahkan selain proses pembuatan MPASI, yang penting juga  untuk diperhatikan Moms adalah saat pemberian MPASI. Kegiatan makan si kecil seharusnya jadi kegiatan yang menyenangkan. Oleh sebab itu Moms harus fokus, usahakan ada kontak mata saat memberi makan. Bahkan  kalau perlu sebelumnya Moms harus minta izin untuk memberi makan si kecil agar ia merasa dilibatkan. 

Jangan sambil memberi makan Momsnya malah ikut sibuk juga, tangannya ke mulut bayi, matanya menatap layar hp. Ini nih salah satu alasan kenapa anak sering GTM, karena tidak ada kontak mata, ibunya tidak fokus.


Memenuhi Kebutuhan Nutrisi  Ibu Selama Menyusui

Selain memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, penting juga bagi Moms untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh sendiri. Apalagi asupan nutrisi yang dibutuhkan ibu menyusui berbeda dengan kebutuhan nutrisi ibu yang tidak menyusui.

Setidaknya asupan nutrisi yang harus dipenuhi ibu selama menyusui adalah 50% karbohidrat, 30% protein, 10% dari buah dan sayur, 10% lemak serta air mineral 8-10 gelas atau 3 liter dalam sehari.

Zee Zee sharing pengalaman dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tubuhnya
(Gambar : nakita.id)

Pada kesempatan ini, Zee Zee Shahab berbagi pengalamannya ketika berusaha memenuhi nutrisi sendiri saat menyusui. Kata Zee zee, sebenarnya menjadi ibu menyusui itu enak sekali. Kenapa? Sebab ibu menyusui diperbolehkan makan banyak, ya kan?

Benar juga kata Zee Zee, enaknya jadi ibu menyusui itu karena kita justru dianjurkan makan banyak. Eh tapi saya waktu awal-awal menyusui malah sensi banget kalau disuruh makan banyak, hehe.

Lanjut Zee Zee, kebutuhan kalori Moms menyusui yang lebih besar itulah yang mengharuskan Moms menyusui makan lebih banyak, tentu saja dengan nutrisi yang tepat. Tapi yang paling penting Moms menyusui juga harus sering berolahraga karena dengan berolahraga fisik ibu menyusui tetap terjaga sehat. Dan juga berolahraga  menghasilkan hormon endorfin yang menimbulkan rasa bahagia.

Tentunya ketika ibu menyusui merasa bahagia, ASI yang dikeluarkan juga akan lebih banyak dan berkualitas. Begitu penjelasan artis yang hobi berolahraga lari ini.

Wah, pantesan ya meski sudah beranak dua tubuh Zee Zee kelihatan slim banget, ternyata rahasianya ada pada olahraga toh. Ya kali, hobi istri Prabu Revolusi ini kan olahraga lari. Pastinya Zee Zee bahagia saat melakukan hobinya tersebut, tapi bagaimana dengan ibu menyusui yang sama sekali tidak hobi olahraga kayak saya? Lari belum sampai 1 km saja sudah ngos-ngosan *upst.

Zee Zee juga mengaku sama sekali tidak melakukan diet. Untuk lebih jelasnya, ia memaparkan makanan apa saja yang dikonsumsinya dalam sehari untuk memastikan nutrisinya terpenuhi.

Kata Zee Zee, prinsip makannya seperti biasa, tiga kali sehari diselingi dengan cemilan. Makan malam pun tetap, kadang makan nasi dan ayam atau ngemil buah melon dan yoghurt. Tanpa diet lho ya.

Tak lupa Zee Zee juga membocorkan rahasia  agar produksi ASInya tetap berlimpah, yakni dengan selalu mengonsumsi suplemen alami pelancar ASI, Asifit.

"Selain ASI menjadi lancar, saya juga merasa badan menjadi makin fresh bahkan pegal-pegal serasa hilang kalau mengonsumsi Asifit" ungkap Zee Zee.

Zee Zee juga sempat cerita pengalaman menyusuinya pertama kali. Waktu anak pertama pengetahuannya tentang ASI masih sangat minim, belum banyak tahu. Akhirnya ia hanya berhasil menyusui anak pertamanya hanya sampai usia 6 bulan karena stress dan ASInya jadi tidak keluar sama sekali.

Lain hal dengan anak keduanya ini. Karena sudah mendapat banyak edukASI, apalagi ia juga sudah menemukan suplemen yang tepat untuk ibu hamil, seperti Asifit ini yang tidak hanya melancarkan ASI namun juga bikin badannya jadi fresh sehingga anak keduanya sampai sekarang, usia setahun lebih alhamdulilaah masih ASI.

Asifit #MenjagaKasihIbu, Tak Hanya Suplemen pelancar ASI

@asifitks

Asifit adalah suplemen dari bahan alam terbuat dari ekstrak daun katuk yang berfungsi untuk memperlancar dan meningkatkan produksi air susu ibu secara alami.

"Asifit memang hadir untuk memenuhi nutrisi" jelas Manager Marketing CHP Kimia Farma, Bayi Sulendrotomo. "Namun juga yang paling penting Asifit hadir memberikan rasa bahagia secara psikologis kepada para Moms bahwa Moms sanggup memberikan ASI Eksklusif.

"Asifit mendukung kemajuan Indonesia di masa depan dengan menghadirkan generasi emas yang sempurna. Orang Indonesia yang sempurna hanya bisa tercipta dengan gizi yang cukup, yang salah satunya diberikan dari ASI eksklusif yang lancar.”

Pasalnya, Asifit mengandung ekstrak daun katuk sebanyak 114 mg, yang tak hanya berfungsi untuk memperlancar dan meningkatkan produksi ASI Moms secara alami saja. Suplemen makanan ini juga mengandung vitamin B kompleks yang terdiri dari vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6 dan vitamin B12, sehingga membuat Moms selalu bugar selama menyusui.

Selama ini Asifit memang turut aktif mendukung ASI Eksklusif. Karena Asifit menjaga kasih Ibu, salah satunya dengan rutin melakukan kegiatan mengedukASI seperti Parent Session di berbagai kota besar di Indonesia, seperti yang kali ini diadakan bersama Nakita id, salah satu media online terbesar yang aktif berbagi informasi seputar parenting, kehamilan, persalinan dan keluarga, guna mendukung ASI Eksklusif yang digalakkan pemerintah.

Jadi buat Moms yang ingin sukses memberikan ASI ekslusif pada si kecil bisa mulai mengonsumsi 1 butir suplemen ini setiap harinya sejak masuk trimester ketiga, dan dilanjutkan mengonsumsi 3 butir setiap harinya setelah melahirkan.

Tentunya kualitas Asifit sebagai suplemen membantu memperlancar ASI tak perlu diragukan lagi, sebab Asifit telah mendapatkan gelar TOP Brand Award 2019.

Serunya Acara Parent Session #MenjagaKasihIbu bersama Nakita dan Asifit di Hotel Santika Makassar

Bagaimana keseruan acara Parent Session #MenjagaKasihIbu yang berlangsung di kota Makassar ini? Wah, jangan ditanya, dokter Ameetha saja lewat akun IGnya @ameethadrupadi mengaku seru banget dan meriah karena paling rameee. 

Ya gimana nggak rame kalau ibuk-ibuknya yang hadir pada bersemangat sekali ditambah dengan MC-nya yang sangat kocak, hehe. Apalagi pas sesi games, dimana peserta yang terpilih didampingi narasumber (kecuali dokter Ameetha dan pak Bayu) berlomba menyusun meal plan berdasarkan usia.

Sesi bagi-bagi hadiah dengan menjawab pertanyaan dari MC juga tak kalah seru. Ibu-ibu pada berlomba mengancungkan tangan. Selain itu Nakita dan Asifit juga bagi-bagi hadiah lewat pengundian kupon nomor peserta dan photo competition.

Sayang sekali, saya termasuk peserta yang kurang beruntung, tidak dapat hadiah dari Nakita dan Asifit. Gimana mau dapat hadiah coba kalau sayanya cuma kalem di tempat, wkwk  ikut photo competition juga tidak. 

But whateverlah, meski tidak kebagian hadiah setidaknya saya pulang tidak dengan tangan kosong. Peserta yang tidak kebagian hadiah tetap dapat oleh-oleh kok dari Nakita dan Asifit berupa goodie bag yang isinya lumayanlah. Ada voucher belanja senilai 50 ribu dan suplemen asifit.

Oya hampir lupa, keseruan Parent Session ini juga diwarnai dengan keharuan pada sesi penulisan LovingNotLabelling card. Pada sesi ini setiap peserta termasuk narasumber diminta untuk menuliskan kalimat motivasi, kesan atau apapun yang berkaitan dengan pengalaman menyusui di kartu LovingNotLabelling. Setelah itu narasumber dan beberapa peserta diminta untuk membacanya.

Eh ini saya nulis apa ya? hehe
(dok.pri)
Sesi ini sukses bikin air mata Moms yang hadir pada rembes, termasuk saya. Hiks, saya beneran mewek lho. Apalagi pas kartu tersebut dibaca oleh seorang ibu dengan deraian air mata sambil mengenang pengalamannya saat menyusui. Saya langsung teringat pula dengan perjuangan menyusui Zhafran yang sungguh tidak mudah.

Demikian sharing saya saat ikut acara Parent Session #MenjagaKasihIbu bersama Nakita dan Asifit di Hotel Santika Makassar pada tanggal 10 November lalu. Buat Moms yang belum sempat ikut, nantikan Parent Session #MenjagaKasihIbu berikutnya.

Parent Session #MenjagaKasihIbu ini ditutup dengan foto bersama, coba tebak saya yang mana? Hehe
(gambar : nakita.id) 

Salam,


You May Also Like

30 comments

  1. Wah asyik ya mbak acaranya, jadi nambah ilmu dan bisa ketemu artis juga .. .

    ReplyDelete
  2. Maa Syaa Allah, lengkaaappp..
    Paling suka deh kalo baca review tentang parenting kaya gini.
    Bisa jadi ilmu dan bekal buat nanti hihi..

    Makasih ya sharingnya bund ^^

    ReplyDelete
  3. Mak Siska, kompleeettt banget nih reportase dan ulasannya.
    ASI memang zat terpenting untuk buah hati yaa. jadi ibu kudu berupaya memberikan yg terbaik, mengonsumsi ASIFIT adalah salah satu cara agar ASI lancar jaya.

    ReplyDelete
  4. Waahh ASIFIt ini pernah saya konsumsi dulu, waktu habis lahiran anak pertama :)

    Btw acaranya seru abis nih mba, di Surabaya kemaren juga ada, sayang saya nggak bisa datang, padahal acara parenting gini ilmunya bermanfaat banget buat mamak-mamak kayak saya :)

    ReplyDelete
  5. Oww jadinya blogger cuma berdua ya. Blogger lain ada yang barusan melahirkan dan ada yang lagi menghitung Hari lahiran.

    Alhamdulillah ya banyak manfaat yang didaptkan dalam acara ini ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
  6. Aku memberi ASI dulu cuma sampai 7 bln karena nggak keluar. Coba waktu itu ada Asifit ini ya, senangnyaaa, ASI bisa lancar.
    Bisa diminum sejak trimester ke 3 kehamilan ya. Kebetulan adik iparku sedang hamil sekarang, ntar aku infoin tentang Asifit ini. Makasih sharingnya.

    ReplyDelete
  7. Ya ampun ada Zeezee favorit aku, setuju sama Zeezee kunsi sukses deras ASI itu makan banyak hehehe kerasa sama aku mba pas aku puasa ya ampun sedikit banget ASInya giliran makan banyak masyaAlloh melimpah ruah..

    btw aku baru tahu acaranya pernah di Bandung :D ga ikutan euy

    ReplyDelete
  8. Kasih ibu memang luar biasa, ya. Dari perjuangan menyusui bayi aja untuk beberapa ibu bukan hal yang mudah

    ReplyDelete
  9. Nah kalau dulu untuk memperbanyak ASI katanya makan daun katuk ya, tapi kalau tiap hari makan ini terus aku bosen. Enaknya sekarang ada asifit ya bisa jadi booster ASI

    ReplyDelete
  10. Alhamdulillaj brand2 top ini ngadain acara bermanfaat buat ibu2 yg punya bayi ya..jd bertambah wawasan ttg mpasi dll

    ReplyDelete
  11. Seru banget parent sessionnya bund. Menarik lagi materinya untuk #MenjagaKasihIbu bersama Asifit tentunya.

    ReplyDelete
  12. Asifit ini suplemen utk ibu menyusui ya.. alhamdulilah sdh ada ini ya sangat membantu memperlancar ASI ibu

    ReplyDelete
  13. Kalau ada acara parenting, saya selalu mengusahakan untuk ikut. Karena perlu belajar terus untuk jadi orang tua.
    Apalagi ini ada materi juga dari Nakita ya, pasti seru!

    ReplyDelete
  14. Seru y Mb acarany
    Ilmuny juga daging bgt dipaparkan secara detail
    ❤๐Ÿ‘
    Jadi kangen ikut acara2 semacam inii
    Moga habis ini bisa (plua ngajak bocil jg)

    ReplyDelete
  15. Asifit. Teman setia ku saat memiliki anak pertama dulu. Jadi andalan selama menyusui

    ReplyDelete
  16. Bisa bayangin hadir disitu juga nih mb, saling sharing sesama busui emang seru sekaligus mengharukan yaa. Ughh melting pas di sesi menulis coretan2 ituuu, hehe

    ReplyDelete
  17. Seneng deh sekarang, program sosialisasi penting ASI dan MPASI semakin banyak. Dan produk yang ada juga semakin banyak pilihan. Pastinya akan sangat bermanfaat bagi para busui. Dulu aku cukup kesusahan nyari lho. Semoga banyak yang mendapat manfaatnya :)

    ReplyDelete
  18. Kasih ibu memang tiada batas ya mbaaa.. asyik bisa kumpul tane - ramee nih

    ReplyDelete
  19. Nutrisi memang faktor penting yang harus diperhatikan dalam pertumbuhan anak. Juga proses penting ketika mulai masuk masa MPASI ya, ibu harus mencari tau cara terbaik untuk menyajikan MPASI untuk buah hati.

    ReplyDelete
  20. Waktu masih menyusui aku pernah coba Asifit ini buat penambah asi, Alhamdulillah cocok sih.

    ReplyDelete
  21. Aku lama nih ga ikut event parenting kayak gini. Padahal ilmu gini pasti kepake ya meskipun anak-anak sudah besar

    ReplyDelete
  22. Aku setuju sama Mbak Zee Zee, pas jadi busui aku manfaatin kesempatan itu buat makan banyak wkwkwkw. ALhamdulillah sih gak sampai melar gmn kan langsung asinya diminum sama anak. Bagiku jd busui dan bumil tu harus dimanfaatkan banget, yg penting hepi, tentu tak lupa mikriin nutrisi yg akan jd asi dan jg mikirin mpasi saat waktunya :D

    ReplyDelete
  23. Uwuuwu~
    Jadi terkenang masa-masa mengASIhi anak-anak beberapa tahun yang lalu.
    Memang dipenuhi drama, tapi happy luar biasa ketika mereka lulus ASI dan mama bisa memberikan MPASI terbaik.

    ReplyDelete
  24. Sebagai mom blogger itu kudu semangat tapi kalau ada event yang berkaitan dsngan si kecil, sesibuk apapun wajib hadir ya... Biar lebih dalam mendapatkan informasi seputar tumbuh kembang anak dari pakar profesional

    ReplyDelete
  25. senangnya dibekali ilmu tentang nutrisi bayi di usia mpasi. jadi gak bingung lagi, ya kan ^^

    ReplyDelete
  26. Semoga kita senantiasa menjadi ibu yang selalu belajar ya Siska supaya bisa memberikan yang terbaik kepada anak-anak kita, yang nota bene karunia Allah.

    ReplyDelete
  27. Alhamdulillah Siska bisa hadir di acara yang keren ini, sangat mengedukasi terutama para ibu-ibu. Selain bisa dapat tambahan ilmu, juga bisa berbagi informasi kepada banyak orang melalui tulisan.

    ReplyDelete
  28. Acaranya "berdaging" banget. Cuccok buat emak2 yang menyusui dan juga akan menyusui.

    Siska ada di Makassar tapi kita gak pernah ketemuan ya...

    ReplyDelete
  29. Walau Mpasi saya sudah puluhan tahun berlalu, tetapi saya masih mau belajar. Minimal buat kasi ilmu ke mantu dan anak perempuan saya kelak saat mereka berada di kondisi itu.
    Sayangnya, saya tak memenuhi syarat untuk hadiri ๐Ÿฅฐ. Untunglah Siska tulis artikel ini, jadi bisalah saya teruskan ke anak dan mantu nantinya.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.