Menangani Demam Anak dengan Tepat

by - Thursday, February 06, 2020

Anak demam, kapan harus diberi obat? Kapan harus dibawa ke dokter? 
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Menangani Demam Anak dengan Tepat - Waktu baru masuk usia sebulan kemarin si adek jatuh sakit. Awalnya cuma batuk pilek sih yang kemudian berujung dengan demam. Pas tahu si adek demam saya sempat khawatir. Bukan apanya, langsung terngiang saja dengan drama saat kakaknya sakit pertama kali.

Baca juga Drama Ketika Si Kakak Sakit Pertama Kali

Masih usia 4 bulan kakak sudah dikasih minum obat puyer plus antibiotik. Padahal sakitnya cuma bapil dan demam doang yang notabene bisa sembuh sendiri sekalipun tanpa obat atau cukup dengan obat penurun panas. Tapi ah sudahlah, ingat kejadian itu bikin hati saya sakit.

Yang pasti saya tidak ingin mengulangi drama yang sama. Bukan berarti saya termasuk tipe orang tua yang antiobat ya, saya hanya ingin memberikan obat secara bijak dan rasional sesuai indikasi dan diagnosis si kecil. Karena tidak semua penyakit perlu obat, kan?

Seperti penyakit bapil dan demam yang sering menyerang anak-anak, ini sebenarnya nggak perlu obat lho. Justru yang namanya batuk pilek atau biasa disebut salesma/common cold memang tidak ada obatnya. Kalau pun ada kata Dokter Arifianto, S.pA (@dokterapin) obatnya cuma dua. SABAR dan GENDONG. 
Sayangnya apa yang saya pahami tentang RUM dalam hal ini terkait penggunaan obat secara bijak masih belum dipahami suami dan keluarga, makanya kalau tahu si kecil sakit saran mereka kalau bukan segera diberi obat, bawa ke dokter.

Pertanyaannya sekarang, kalau anak demam kapan sih waktunya untuk diberikan obat atau dibawa ke dokter? Apa harus sesegera mungkin? Setidaknya sebagai orang tua kita pun harus tahu cara menangani anak sakit dengan tepat, kan?

Bersyukur sekali menjelang akhir tahun kemarin saya sempat ikut Kulwap Orami Community dengan tema Mengenal Demam pada Anak yang dibawakan oleh dokter dari RSIA Tumbuh Kembang Depok yakni dr. Miza Dito Afrizal, SpA,BMedSci,MKes.


Dari mengikuti KULWAP tersebut saya jadi tahu cara menangani demam anak dengat tepat. Tidak hanya itu, ternyata persepsi saya tentang demam selama ini keliru. Mungkin masih banyak orang tua di luar sana juga yang belum tahu apa sebenarnya yang dimaksud dengan demam dan bagaimana cara menanganinya dengan tepat, terutama jika yang demam itu adalah si kecil.

So, pada postingan kali ini saya bakal sharing ilmu tentang demam pada anak yang saya dapatkan dari dokter Miza. Yuk simak!

Apa itu Demam?

Selama ini kita kalau mendapati suhu badan naik atau terasa hangat pasti bilangnya demam  ya padahal belum tentu. Suhu tubuhnya berapa dulu nih. Kalau masih 37,5 derajat itu belum termaksud demam. Begitu penjelasan dokter Miza.

Mengawali kulwapnya beliau mengajak peserta untuk menyamakan persepsi tentang demam. Jadi demam adalah keadaan kenaikan suhu tubuh manusia di atas suhu 37,5 derajat dengan pengukuran suhu aksila (ketek). Itu definisi demam menurut WHO.

Jika sudah paham dengan definisi ini berarti kalau suhu tubuh anak naik, kita wajib konfirmasi dengan termometer. Bukan hanya dengan menyentuh dahinya trus kalau terasa hanget atau sumeng kita bilangnya demam ya, itu sifatnya terlalu subjektif.

Apa Fungsi Demam?

Lho memang demam ada fungsinya? Hayoo, pasti banyak yang heran ya, kok demam ada fungsinya? Jadi begini buk ibuk, kata dokter lulusan UI ini, demam itu sebenarnya merupakan salah satu sistem pertahanan tubuh. Tubuh kita dilengkapi dengan “sistem security” yang luar biasa hebatnya.

Jadi kalau ada sesuatu yang nggak bener masuk ke dalam tubuh (misalkan virus) maka sistem pertahanan tadi akan mendeteksi lalu menyalakan alarm untuk memberitahu otak kita kalau lagi ada virus yang masuk ke dalam tubuh. Di sini otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya.

Kenaikan suhu tubuh inilah yang mempunyai beberapa fungsi utama yaitu virusnya akan mati karena suhu yang panas dan kalaupun virusnya nggak mati, kecepatan virus untuk berkembang biak di dalam tubuh jadi diperlambat dan terakhir “pasukan kekebalan tubuh” bekerja lebih maksimal di suhu yang lebih tinggi. So far, jelas ya bahwa demam ternyata berfungsi juga untuk proses penyembuhan penyakit, dalam hal ini fungsinya dapat membantu melawan virus yang masuk ke dalam tubuh.

Apa Kerugian Demam?

Karena memiliki fungsi yang baik untuk proses penyembuhan berarti kalau anak demam dibiarkan saja ya, nggak perlu diapa-apain?

Eits, jangan salah paham dulu. Demam memang memiliki fungsi untuk melawan penyakit namun ada efek sampingnya juga atau kita sebut saja kerugian demam.

Jadi kalau tubuh anak mengalami demam yang terlalu tinggi efeknya akan membuat ia kesulitan istirahat karena merasa tidak enak badan. Si kecil pun akan mudah rewel dan terkadang mengalami halusinasi seperti berbicara melantur.

Selain itu ia juga bisa dehidrasi karena meningkatnya metabolisme tubuh sekalipun tidak muntah maupun diare. Dan terakhir yang paling menjadi momok menakutkan dan horor banget bagi orang tua yaitu demam mempunyai risiko untuk terjadinya kejang. Ingat ya bukan PASTI kejang, tapi mempunyai risiko, jadi sangat mungkin bisa nggak kejang juga walau demam setinggi apapun. Itulah beberapa kerugian demam.

Apa yang Dilakukan Jika Anak Demam?

Jadi ketika kondisi anak tidak seperti biasanya atau tampak tidak sehat ya nggak dibiarkan begitu saja. Sekalipun demam memiliki fungsi dapat melawan penyakit namun tetap harus diobservasi. Apakah demamnya ini membutuhkan obat atau tidak? Apakah harus dibawa ke dokter atau cukup dirawat di rumah saja? Itu bisa kita lihat dari hasil observasi.

Setidaknya berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan di rumah ketika suhu badan anak meningkat;

  • Pastikan dulu bahwa anak kita benar-benar demam. Tadi sudah disinggung ya dipastikannya itu dengan menggunakan alat bernama termometer buka dengan tangan kosong. Kalau suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat berarti ini sudah pasti demam dan usahakan JANGAN PANIK ya buk ibuk. Biasanya orang tua salah mengambil keputusan anaknya mau diapain gara-gara panik duluan.
  • Monitor suhu tubuh anak secara berkala. Sebaiknya antara 4-8 jam sekali diukur suhunya agar kita tahu kapan perlu diberi obat.
  • Hidrasi secukupnya. Demam bisa bikin anak dehidrasi walaupun nggak ada muntah atau diare jadi pastikan si kecil minum yang cukup selama demam biar nggak dehidrasi.
  • Awasi tanda dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi pada anak yang paling gampang dicek di rumah adalah kulit kering, bibir kering, mata cekung, jarang atau hanya pipis sedikit dan berwarna keruh
  • Jangan pernah membangunkan anak sakit yang lagi tidur. Ketika anak sementara tidur itu adalah fase dimana sistem imun paling efektif melawan virus makanya kata dokter Miza kalau anak tidur ketika sakit jangan dibangunin walaupun itu adalah jamnya si anak untuk minum obat. 
  • Berikan si kecil nutrisi yang cukup. Nutrisi adalah “bensin” buat sistem imun melawan virus jadi orang tua harus pastikan anak mendapat nutrisi yang cukup. Iya sih anak sakit bakal susah makan tapi orang tua bisa akalin dengan memberi makanan padat bergizi seperti jus homemade atau tambahkan mentega di nasi/bubur anak supaya kalorinya bertambah per sendok makan
  • Skin to skin, ini juga sangat efektif menurunkan demam pada anak maka selagi anaknya bisa di-skin to skin lakukanlah cara ini.
  • Kompres, kompres disini HARUS HANGAT bukan dingin ya dan lokasinya boleh dipilih antara leher, kedua ketiak, atau kedua lipat paha jadi bukan di jidat kaya yang di sinetron-sinetron ituπŸ˜…
Jika setelah melakukan langkah-langkah di atas, tidak ada perubahan dengan kondisi si kecil, malah suhu badannya semakin naik barulah orang tua bisa pertimbangkan untuk memberikan obat. Tapi untuk pemberian obat ini harus memperhatikan indikasinya ya.

Kapan Anak Demam Perlu Diberi Obat?

Seperti yang sudah disinggung di atas, demam ternyata mempunyai fungsi yang cukup besar dalam proses penyembuhan penyakit, meski tak dimungkiri efek sampingnya juga ada. That's why, ketika anak demam kita sebagai orang tua perlu tahu cara menanganinya dengan tepat, termasuk dalam hal pemberian obat. Ya sebaiknya jangan terburu-buru memberikan obat tapi jangan juga sampai terlambat.

Jadi gini, menurut dokter Miza ada beberapa indikasi pemberian obat demam, diantaranya sebagai berikut :

  1. Indikasi suhu. Sebaiknya kita berikan obat pada anak jika suhu tubuhnya di atas 38.5 derajat.
  2. Indikasi gangguan istirahat. Ketika anak sakit, waktu dimana sistem imun tubuh bekerja paling efektif adalah pada saat anak sedang tidur. Jadi anak yang sakit harus mempunyai waktu tidur yang cukup, makanya kalau anak lagi demam sampai nggak bisa tidur itu salah satu indikasi which is orang tua bisa pertimbangkan untuk memberikan obat demam.
  3. Indikasi nutrisi. Sistem imun juga butuh “bensin” buat perang melawan virus/kuman/bakteri. Nah, “bensin” nya adalah nutrisi jadi kalau anaknya demam sampai nggak mau makan sama sekali barulah orang tua bisa pikirkan untuk pemberian obat demam.
Kalau sudah tahu indikasinya berarti seharusnya nggak bingung lagi ya dan bertanya-tanya kapan harus memberikan anak obat penurun demam. Perhatikan saja kondisinya, kalau misal demam anak mencapai lebih di atas 38,5 derajat atau dia jadi kesulitan tidur dan susah makan maka orang tua bisa menanganinya dengan memberikan obat pada si kecil.

Kapan Harus Bawa Anak yang Demam ke Dokter?

Selain mengetahui apa yang perlu dilakukan di, rumah, orang tua juga harus tahu kapan sebaiknya anak  yang demam dibawa ke dokter.

Kalau kata dokter Miza nggak perlu terburu-buru bawa ke dokter. Lihat anaknya kalau masih santai dan ceria, masih bisa main, makan minum ya  nggak papa diobservasi saja di rumah dengan catatan orang tua sudah paham dengan cara yang tepat menangani anak demam di rumah.

Anak demam yang harus dibawa ke dokter adalah mereka yang menunjukkan tanda-tanda berikut ini;

  • Terlihat lemas dan tidak bisa bermain atau beraktivitas
  • Tidak mau makan dan minum dengan jumlah yang cukup atau tidak mau makan minum sama sekali
  • Demam lebih dari 38.5 derajat dan tidak respon dengan pemberian obat
  • Terdapat sesak pada anak
  • Terdapat perbedaan kesadaran pada anak misalnya anak tidur terus, sulit dibangunkan
  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari tanpa adanya perbaikan.
Itulah beberapa tanda yang bisa orang tua perhatikan sebelum memutuskan untuk membawa anaknya ke dokter. So far, jika setelah observasi terdapat salah satu atau beberapa tanda di atas, orang tua bisa langsung ambil tindakan untuk membawa anak yang demam ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Bersyukur waktu si adek sakit sakit pertama kali tidak sampai berujung drama seperti kakaknya. Lagipula itu juga sakitnya karena ketularan dari si kakak yang lebih dulu demam dan bapil. Makanya saya nggak kaget waktu mendapati adek sakit padahal usianya baru masuk sebulan dan masih ASI Eksklusif (ASIX).

Bukan berarti karena masih ASIX, bayi nggak bisa sakit, kan? Jujurly, saya sempat beranggapan kalau bayi semasa masih ASI Eksklusif nggak bakal jatuh sakit. Itulah sebabnya saya sempat heran sekaligus bertanya-tanya kenapa anak pertama saya bisa jatuh sakit sementara umurnya belum genap 6 bulan dan dia masih ASIX. 

Belakangan baru saya pahami, bila dibandingkan dengan bayi non ASIX, bayi yang minum ASI eksklusif jelas memiliki imun yang lebih kuat, itulah yang membuatnya nggak gampang jatuh sakit. Kalau pun sakit paling hanya sesekali.
Dan karena masih ASIX, jadi waktu sakit kemarin saya gempur saja dengan ASI even ayahnya sudah nyuruh agar saya memberikan adek obat. Jelas saya nolak dong. Lagipula saya tahu penyakit seperti deman dan bapil memang mudah banget menular apalagi ke bayi yang baru lahir tapi itu bisa hilang dengan sendirinya.

Benar saja, si adek demamnya cuma sehari dan setelah saya gempur dengan ASI, suhu badannya alhamdulillaah bisa kembali normal tanpa perlu saya berikan obat penurun demam. Tinggal batuk pileknya saja yang beberapa hari kemudian baru sembuh sendiri tanpa dikasih obat puyer apalagi antibiotik.

So far, materi seperti ini kelihatannya sepele ya tapi penting lho. Setidaknya selaku orang tua kita kudu membekali diri dengan ilmu agar ketika menghadapi anak demam kita nggak panikan dan salah mengambil langkah. Yang seharusnya anak bisa ditangani cukup dengan dikompres dengan air hangat malah segera kita berikan obat atau kondisi demam anak masih bisa diatasi dengan obat tapi kita segera ambil keputusan bawa ke dokter padahal tidak ada tanda-tanda kritis. Atau jangan sampai kita jadi orang tua yang masa bodoh, yang ketika anak sakit, selalu hanya mengandalkan obat padahal kondisi menunjukkan tanda-tanda dimana ia sudah harus dibawa ke dokter.

Kuy, sekian dulu sharing terkait ilmu menangani demam anak yang saya dapatkan dari dokter Miza di kulwap Orami. Semoga bermanfaat dan bisa dipraktikkan di rumah kalau mendapati anak demam. Masih ingat kan hal pertama yang harus dilakukan? πŸ˜„

Oya, buat kamu yang tertarik ingin mencuri ilmu seputar tumbang dan kesehatan anak lainnya dari dokter yang mengaku suka bercanda ini bisa langsung kepo di akun IGnya @mizaafrizal. Atau kamu tertarik juga nih gabung di Komunitas Orami dan ikutan KULWAP gratissnya dengan materi-materi yang menarik dan menghadirkan pemateri-pemateri yang profesional, cuss stalking di akun IG @orami.circle.

Salam,

You May Also Like

46 comments

  1. nah ini yg masih jadi kebiasaan dirumahku, klo adiku dah kelihatan lesu pasti ngecek suhu badan bukan pake termometer tapi dengan tangan kosong. pdhal klo demam ditangani dg tepat bakal cepat smbuh ya kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak mestinya dan yang seharusnya kita ngecek demam itu pake alat termometer nggak cuma mengandalkan tangan kosong

      Delete
  2. Bagus ya bisa ikut materi seperti ini secara online, Siska.

    Memang menghadapi anak demam butuh strategi tersendiri. Kalau panas langsung dibawa ke dokter juga bikin galau karena ada dokter yang suka kasih anti biotik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, untungnya kalau gabung di komunitas orami bisa dapat kulwap gratis langsung dari ahlinya, hehe

      Iya, kalau bukan antibiotik pasti obat puyer. Jarang ada dokter yang kayak dokter Apin, pasien datang minta obat eh si dokter cuma kasih resep manjur SABAR dan GENDONG saja hehe.

      Delete
  3. Ulasannya sangat mencerahkan, Mbak. Soalnya selama ini, termsuk saya, mengira kalau anak demam buru-buru diberi obat atau ke dokter. padahal demam merupakan alarm bagi tubuh juga ya, Mbak.
    Dan memang, untuk bayi, belum bisa sembarang obat masuk ke tubuhnya. Padahal solusinya sabar dan digendong saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas, demam cuma alarm yang ngasih tahu kalau ada bakteri/virus masuk dalam tubuh dan itu nggak selalu harus langsung ditangani dengan obat atau main bawa ke dokter. Tentu akan lebih baik jika kita bisa menangani demam anak dengan tepat apalagi yang masih ASIX.

      Delete
  4. Bener banget harus pake termometer untuk mengukur suhu anak, biar gak salah penafsiran dan berujung panik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, ini ilmu yang sederhana saja sih tapi penting untuk orang tua apalagi yang masih baru untuk tahu biar nggak panikan.

      Delete
  5. Bayi 1 bulan itu emang masa-masanya emak super rempong ya mba. Demam abis vaksin, adaptasi jam tidur, aktif menyusui, ruam popok, duh banyak banget deh ujian kita. Demam itu hal paling utama kita risaukan jika terjadi pada bayi di bawah 1 tahun, dan pastinya repot banget. Penanganan demam yg baik akan membuat kita sebagai ibu lebih lega dan lebih enak ngurus anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya Mbak berasa banget rempongnya, banyak pula dramanya kalau anak sakit hehe makanya saya bersyukur bisa tahu ilmu seperti ini jadi kalau menghadapi anak demam lagi gak perlu sampai ada drama yang gimanaa gitu karena udah tahu cara penanganan yang tepat.

      Delete
  6. Alhamdulillah anak-anak di rumah juga pada jarang sakit mba. Kalo pun demam insyaAllah hanya sehari aja Mba. Dan saya emang tipe ibu yang santai kalo anak sakit..

    Biasanya bajunya saya buka semua, biar sirkulasi pengeluaran panas tubuh juga lancar bisa keluar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukur ya Mbak, berarti anak2nya punya daya tahan tubuh yang kuat nih dan patut saya contoh nih, kalau hadapi anak sakit harus hadapi dengan tenang dan santai ya karena kalau panik juga bakal bikin keadaan makin runyam.

      Delete
  7. Banyak ilmu seputar parenting dan kesehatan anak yg di-share di Orami Circle ya.
    Asyik nih bisa jadi panduan untuk ibu2 muda
    Artikel mak Siska juga super kompleeettt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak , sekarang membagikan saja ilmu yang saya dapatkan. Dan memang recommended banget buat ibu ibu yang ingin nambah ilmu tentang parenting dan kesehatan anak untuk gabung di orami circle

      Delete
  8. wah baru tahu ada kulwap oramii seru juga ya jadi makin banyak dapat ilmu deh emak-emak macam aku. Aku kalo anak demam tanpa indikasi sakit lain sih masih anteng tapi kalo sudah sesak gak berani berdiam diri langsung aja ke ahlinya

    ReplyDelete
  9. Makasih tipsnya nih Mbak Siska, kebetulan saya masih punya anak usia 2 tahunan kan mesti extra care kl demam tiba2 atau gimana. Terlihat lemas dan tidak bisa bermain atau beraktivitas adalah hal pertama yg saya perhatikan dari anak. Tfs Mbak

    ReplyDelete
  10. KAdang kita sudah panik duluan kalau anak panas, padahal perlu diobsevasi dulu apakah itu demam or memang naik suhu karena cuaca dan lainnya. btw makasih banyak info yang bermanfaat ini mbk ^^

    ReplyDelete
  11. Oiya ya, demam sbg alarm buat kita deteksi ada masalah.
    Mantabs pencerahannya hehe

    ReplyDelete
  12. tulisannya keren nih tentang demam. kadang suka panik kalo anak demam, dahi & badan panasnya udah gak normal tapi kakinya dingin. waduh... kalo udah gitu misal mulai rewel & ga bisa tidur kuberi obat penurun demam.

    ReplyDelete
  13. Noted mba. Saya juga biasa kalau anak demam pertama saya kompres air hangat terus Skin to Skin, baru opsi terakhir obat penurun panas

    ReplyDelete
  14. Saya termasuk ibu yang tidak parno saat anak demam. Saya pantau tapi tidak panik. Karena saya sudah tahu prinsip utama demam itu justru tanda anak sedang memerangi virus/bakteri. Tapi saya jadi lebih kreatif memberi minum dan maka serta lebih banyak mengajak anak tidur. Biasanya hanya sehari atau 2 lalu reda. kalau hari ketiga tidak reda, baru deh, beri obat ke anak.

    ReplyDelete
  15. Hiks inget banget waktu anak anak sakit bergantian
    4 anak cuma selang setahun
    Alhamdullilah dokter anak langganan ngga royal ngasih antibiotic
    Tapi nungguin anak anak sakit itu yang bikin deg deg plas

    ReplyDelete
  16. Informasi yang menarik sekali. Perkara anak demam kadang bikin orang tua was was. Ujung-ujungnya langsung kasih obat karena kadang anak rewel dan lemas. Jadi sekarang baru tahu informasi di balik demam itu gimana ya.

    ReplyDelete
  17. MasyaAllah keren banget ini dokter ya Mba
    baik, humoris sharingnya gratis pula
    Maksih sharing kelasnya ya Mba jadi pengen kepoin si dokter
    cara merawat anak yang baik hahaha persiapan tar kalo jadi ibu

    ReplyDelete
  18. Kalo anak dah kena demam tu selalu bikin was was dan sedih ya Mbak. Makasih tipsnya Mbak. Semoga anak anak kita sehat selalu ya

    ReplyDelete
  19. Panjang banget ya ngobrolin sesuatu yang kadang terlihat sederhana. Aku sendiri juga jarang bawa ke dokter atau kasih obat ke anak kalau cuma sakit pilek dan dan batuk.

    Baca ini jadi ingat termometerku di Mana ya.. terakhir buat mainan dokter2an sama anak-anak.. πŸ€”πŸ€”πŸ€”

    ReplyDelete
  20. Meski termasuk common cold yang bisa home healing, namun demam tetap harus diobservasi ketat.

    Semua tips di post di atas, usefull banget-banget menangani demam.

    ReplyDelete
  21. Baru tahu nih kalo suhu 38.5 baru diberi obat penurun panas. Aku kadang 37 udah aku minumin obat mbak hehe. Soalnya trauma, kadang setelah demam, berujung rawat inap Rumah Sakit. Tapi emang jadi Ibu gak boleh panikan ya, harus disertai ilmu kayak info diatas misalnya :))

    ReplyDelete
  22. Waaaah informatif banget infonya mbak, jadi kita harus benar-benar siap dan siaga terhadap anak terlebih jika si anak mengalami demam ya. Noted mbak mau belajar jadi ibu yang gak gampang panik saat melihat si anak tiba-tiba demam.

    ReplyDelete
  23. Para orang tua memang biasanya panik kalau tiba-tiba anaknya sakit. Terlebih orang tua yang baru memiliki anak pertama kek saya.. Sharing yang bermanfaat, Mbak.

    ReplyDelete
  24. kalau anak demam, ibu jangan heboh dulu. itu yg utama. tangani dg kompres air biasa dan beri banyak minum. Pakaikan baju yg serap keringat pula

    ReplyDelete
  25. Tips mengatasi dan menangani demam pada anak ini lengkap dan bisa jadi referensi nih terutama untuk ibu-ibu muda. Kalau anak demam memang sebaiknya mesti waspada dan jangan dibiarkan ya. Ponakanku yang di Surabaya, awalnya cuma demam aja sorenya karena memang lagi flu, lah tahunya pas malamnya malah step loh. Untung ketahuan dan segera dibawa ke RS

    ReplyDelete
  26. Wah enaknya bisa dapet berbagai informasi tentang kesehatan, terutama untuk kesehatan si kecil di kulwapnya Orami. Kalo mau ikutan kulwap nya gimana mbak?

    ReplyDelete
  27. Penting sekali untuk tidak panik saat anak demam, tapi saat anak terserang demam kita terkadang auto panik dan grasak-grusuk. Alhamdulillah sudah sediakan termometernya di rumah, jadi bisa lebih santai menghadapi anak yang demam

    ReplyDelete
  28. Setuju sih jangan lgsg dikit2 obat pdhl bisa pakai nutrisi dan hidrasi dulu, sekaligus ilmu baru nih bagiku kalau anak tidurnjgn dibangunin sekalipun jamnya minum obat. Tp emg kl lg sakit dibangunin itu kzel bgt si :'D

    ReplyDelete
  29. Demam ini sering dianggap sepele, padahal nggak semua demam itu sepele. Makasih postingannya kak, lengkap banget. Memang paling tepat itu memantau anak yang sedang demam, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

    ReplyDelete
  30. Selama ini saya salah... Ternyata demam itu ga berarti sakit toh.

    Tapi merupakan bentuk sistem pertahanan tubuh melawan virus

    ReplyDelete
  31. Tulisan super lengkap dan jelas banget tentang demam. Ngebantu banget nih bagi para ibu atau ayah yang sedang punya bocah. Ijin share utk adik iparku, ya, Mba. Thanks for sharing, Mba. πŸ™πŸ’–πŸ’ž

    ReplyDelete
  32. Terima kasih banyak infonya ya Mbk, senang banget dapat banyak ilmu mengenai demam dalam artikel ini. Benar banget kalau anak demam efeknya susah makan dan lemas. Hiks... sedih anakku pernah demam sampai harus dirawat di RS.

    ReplyDelete
  33. Walau mantan pacar seorang dokter kadang rasa panik tetap ada kalau anak demam. Saya sejak anak anak kecil sudah menerapkan skin to skin loh. Terima kasih untuk sharing nya.

    ReplyDelete
  34. begitu tau jika ada anak demam saya langsug ambil tindakan karena berkat baca artikel ini saya jadi tau hehe terimakasih mba

    ReplyDelete
  35. Jaman anak pertama dulu aku cenderung khawatir kalau anak demam. Salah satunya karena kurang pengalaman sih. Kalau sekarang memang lebih santai tapi tetap aware. Tapi kalau sudah 3 hari biasanya aku pilih konsultasi pada dokter.Untuk obatbya sendiri aku menghindari antibiotik slama tidak a da indikasi infeksi. Ya pokoknua pas konsultasi itu bener2 harus tanya

    ReplyDelete
  36. sering dapat wawasan tentang demam, tapi soal kompres hangat baru ini, terus naruhnya di leher dan ketiak juga yang mana memang seringnya lebih hangat dari anggota tubuh lain. Dan kompres instan pun (yg dijual)itu bukannya itu sejuk ya. Oya, tulisannya komplit juga jadi banyak terbantu

    ReplyDelete
  37. Kalau anak demam, biasanya saya tunggu dulu apakah demam cepat turun atau tetap atau malah tambah tinggi. Tapi kalau anak sudah sangat tidak nyaman, susah tidur dan tidak mau makan biasanya saya kasi obat. Nggak lama anak bisa istirahat dan lebih bisa dikondisikan..

    ReplyDelete
  38. Wah sis, harusnya aku ikut Kulwap itu ya tapi nggak papΓ  karena artikel ini pun super lengkaaaap. Pas banget ini Julio kemarin lagi panas karena tumbuh Gigi geraham banyak. Tapi karena dia udah lebih dri 38,5 jadi aku kasih sanmol deh dan karena disertai muntah batuk pilek jadi ku bawa ke dokter. Dikasihlah puyer tapi tanpa antibiotik karena memang belum perlu

    ReplyDelete
  39. Selama 9 tahun menjadi ayah dari 2 orang anak, ketika ada anak demam tu udah beneran deg-degan gak jelas saya Mba :(

    Udah kebayang yang buruk-buruk.. karena sering banget setelah demam anak jd malas makan dan sering muntah. Ini beneran membuat hati teriris melihatnya.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.