Membuka Kerang Istimewa, Mengenal Prinsip Berkomunitas di Ibu Profesional

by - 21:48


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Perjalanan saya bersama para penjelajah samudera di Bahtera Matrikulasi Ibu Profesional masih berlanjut. Setelah berhasil menemukan kerang istimewa di kotak harta karun Widyaiswara sekarang waktunya untuk beralih ke misi kedua.

Kerang istimewa itu sudah ada dalam genggaman, saya hanya perlu membuka cangkang dan mengambil mutiara di dalamnya. Yup, misi kedua yang harus saya kerjakan adalah membuka kerang istimewa.

Masalahnya tidak mudah untuk membuka kerang istimewa itu, Kawans. Ada teka-teki yang harus saya dan teman-teman sesama penjelajah samudera pecahkan terlebih dahulu. Kira-kira apa isi teka-teka itu? Ah, rasanya penjelajahan ini semakin seru saja. 


Memecahkan Teka-teki untuk Membuka Kerang Istimewa


Tentunya kami tidak perlu khawatir. Kerang istimewa itu pasti bisa kami buka karena ada para Widyaiswara yang membersamai. Mereka akan membantu kami memecahkan teka-teki. Tugas kami cukup mengikuti petunjuk yang mereka berikan.

Sayangnya petunjuk dari WI agar kami mampu memecahkan teka-teki untuk membuka kerang istimewa itu sifatnya rahasia sehingga saya tidak bisa menceritakannya di sini.

Namun tak masalah yang penting teka-tekinya berhasil terjawab. Yup, berkat petunjuk dari para widyaiswara kami akhirnya bisa memecahkan satu per satu teka-teki untuk membuka kerang istimewa. 

Menyelesaikan Misi Kedua di Bahterah Matrikulasi : Membuka Kerang Istimewa


Bismillaah, hai kerang istimewa! Izinkan saya membuka cangkang dan mengambil mutiaramu ya. Saya sudah berhasil menjawab teka-tekimu. Saya tahu, teka-tekimu itu adalah petunjuk agar saya mengenal prinsip berkomunitas.


Mengenal Prinsip Berkomunitas di Ibu Profesional

Dalam suatu komunitas tentu saja terdapat anggota yang berasal dari berbagai macam latar belakang berbeda, baik suku, agama, RAS, golongan, pendidikan dan lain sebagainya. 

So far demi menciptakan suasana komunitas yang  nyaman dan kondusif untuk semua anggota maka diperlukanlah yang namanya prinsip berkomunitas. Nah, kalau boleh saya simpulkan prinsip berkomunitas khususnya di Komunitas Ibu Profesional adalah semua boleh kecuali yang tidak boleh, yaitu ;

Kritik

Mengajukan kritik sebenarnya sah-sah saja tapi yang sifatnya membangun. Kalau hanya sekadar pandai mengkritik tapi tak memberi solusi malah menjatuhkan ini yang terlarang, apalagi dalam berkomunitas. 

Dalam kehidupan sehari-hari pun mungkin kita sudah sering ya bertemu dengan tipe orang yang suka mengkritik namun tidak bisa memberikan jalan keluar. Asal mengkritik tapi dia sendiri nggak paham apa yang dia kritisi. Perilaku orang seperti inilah yang tidak boleh ada dalam komunitas karena bisa merusak. 

Ghibah & Fitnah

Ibu Profesional termasuk komunitas yang semua anggotanya adalah perempuan baik para ibu maupun calon ibu. And as we know, kebanyakan perempuan jika sudah berkumpul baik di nyata maupun maya hobinya bergunjing.

Ya mungkin awalnya sebatas ngobrol biasa tapi ujung-ujungnya bisa menyerempet hingga membicarakan keburukan orang lain bahkan parahnya tidak sedikit pula ibu-ibu yang doyan membicarakan sesuatu yang belum pasti kebenarannya.  Hati-hati lho itu jatuhnya bisa fitnah.

Setiap komunitas termasuk Ibu Profesional pastinya dibangun dengan tujuan yang mulia, bukan untuk tempat bergunjing maupun menyebarkan fitnah. Oleh sebab itu keduanya terlarang dalam komunitas. Bahkan sebenarnya bukan di komunitas saja karena tidak ada agama apa pun yang mengajarkan pemeluknya untuk melakukan ghibah maupun fitnah. Saking buruknya kedua perilaku tersebut.

Sampai-sampai dalam Islam sendiri orang yang berghibah dianggap seperti memakan bangkai saudaranya sendiri sementara perbuatan fitnah diibaratkan lebih kejam daripada pembunuhan.

SARAT

Komunitas didirikan untuk menyatukan bukan memecah belah. Itulah sebabnya dalam berkomunitas, segala hal yang menyinggung Suku, Agama, Ras dan Anggota Tubuh  (SARAT) sangat terlarang. Apalagi keempatnya merupakan hal yang sangat sensitif, yang jika disinggung sedikit saja bisa menimbulkan konflik bahkan perpecahan. 

Yang perlu kita ketahui, semua anggota dalam komunitas itu memiliki posisi yang setara. Tidak ada yang lebih tinggi pun tidak ada yang lebih rendah. Semua sama. Jadi tidak perlu menjatuhkan anggota lain. 

Toh, tujuan kita berkomunitas selain untuk menimba ilmu juga untuk mendapatkan kenalan/teman/saudara/keluarga baru, kan? Bukan musuh. Ingat semboyan negara kita, Bhineka Tunggal Ika, biar berbeda-beda tetap satu, itu juga diterapkan dalam berkomunitas.

Khilafiyah

Wajar sekali jika dalam komunitas terjadi perbedaan pendapat. Isi kepala manusia memang tidak ada yang sama, kan? Beda kepala, beda pemikiran. Yap, setiap orang pastinya punya pendapat atau pandangan masing-masing.

Hanya saja, khilafiyah ini akan jadi masalah besar bahkan berujung konflik jika ada anggota yang ngotot mempertahankan pendapatnya sampai memicu terjadinya perdebatan berlarut-larut. Khilafiyah seperti inilah yang tidak ada boleh ada dalam komunitas.

Kepentingan

Hal terakhir yang tidak boleh dibawa masuk dalam komunitas khususnya di Ibu Profesional adalah kepentingan, baik itu kepentingan kelompok apalagi kepentingan pribadi. Ini jelas karena kepentingan apa pun itu bisa menimbulkan sikap egois yang dapat meruntuhkan persatuan dalam berkomunitas.

Itulah 5 poin yang TIDAK BOLEH dilakukan dalam berkomunitas di Ibu Profesional. Kelima hal yang tidak boleh itu juga sebenarnya sudah saya dapatkan sewaktu mengikuti kelas foundation, tapi di martikulasi ini saya jadi lebih paham dan bisa hapal di luar kepalaπŸ˜ƒ

Well, saya yakin prinsip berkomunitas itu benar-baik-bermanfaat karena akan menjadi pedoman bagi kami agar bisa menjalin keakraban sesama anggota dengan rasa saling menghormati, menghargai dan tolerasi, sehingga yang tercipta adalah suasana komunitas yang nyaman dan kondusif.


Dengan begitu komunitas akan jauh dari konflik, pertikaian maupun perpecahan. And right prinsip komunitas itu akan menyatukan, tidak memecah belah.

Finally, berhasil juga saya menyelesaikan misi kedua. Mutiara sudah di tangan. Bahtera Matrikulasi akan kembali berlayar. Perjalanan ini belum usai. Sampai jumpa di misi berikutnya.

You May Also Like

22 komentar

  1. Kerennn mbak. Mari kita lanjutkan pelayaran mengarungi lautan ilmu bersama-sama. πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ’•

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak. Semoga bisa pelayaran kita bisa sampai tujuan :)

      Hapus
  2. Keren memang komunitas IIP ini. Sudah lama senenarnya saya tergoda untuk bergabung, tapi agak maju mundur khawatir kegiatan padat saya karena urus dua anak bayi saat ini, bikin keteteran dan nggak bisa fokus sepenuh hati belajar di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi berarti sama nih Mbak saya juga sebelum daftar kemarin sempat maju mundur syantik karena mau urus dua bayi, khawatirnya bakal ketinggalan banyak materi tapi alhamdulillaah masih bisa bertahan sampao saat ini :)

      Hapus
  3. Iya itu daku pernah mendengar, banyak yang bisanya mengkritik, tapi solusinya tidak juga diberikan. Jadinya kurang asik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih Mbak kan banyak ya orang yang pandainya mengkritik saja tapi tidak mampu memberi jalan keluar.

      Hapus
  4. Wiih kok ini menarik dan keren ya komunitas ibu professionalnya. Ada teka-teki buka kerang yang jawabannya kece nih, hal-hal yang harus diperhatikan ketika berkomunitas. Aku jadi ikutan belajar dari postingan mbanya deh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya Mbak saya saja ikut terkesima dengan materi yang disampaikan ke kami. Caranya unik dan menyenangkan sekali.

      Hapus
  5. Bagus sekali prinsipnya, ngga hanya para Ibu, para bapak juga kerap tergelincir untuk ghibah
    Sementara ghibah awal dari kehancuran, sultan mulia jadi hancur gara gara ada yang ghibah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Prinsip ini khsususnya tentang ghibah juga bagus diterapkan untuk individu, keluarga maupun masyarakat.

      Hapus
  6. Penasaran dengan komunitas Ibu Profesional ini. Sudah banyak teman yang bergabung. Menarik sekali ketika berkomunitas memang kita mesti punya etika ya, Mbak. Bagi yang anggotanya dominan perempuan memang harus hati-hati jangan sampai akhirnya suka ngomongin jeleknya orang.Karena jujur aja itu nggak berasa.. hiks :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Mbak biar rasa penasarannya terjawab gabung aja di IIP, hehe. Bte iya yah kadang kita sendiri nggak rasa udah ngomongin kejelekan orang. *Istighfar

      Hapus
  7. Wah iya bener bgt nih, inti nya kita harus pandai-pandai membawa diri ya mbakπŸ˜‰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup pandai membawa diri di manapun kita berada.

      Hapus
  8. Seru banget mbak menyimak perjalanan mendapatkan mutiaranya. Sangat menginspirasi sekali.

    BalasHapus
  9. Menarik banget, ya, sistem matrikulasi di IIP mengenai membuka kerang istimewa. Tentang kelima poin tersebut memang sebaiknya tidak dilakukan, ya. Biar berkomunitas tetap nyaman. Semoga saya bisa join juga sama IIP next time. Pengen belajar bareng tentang ilmu parenting dan lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, menarik sekali. Yup semoga Mbak Lia juga bisa gabung di IIP, nggak bakal nyesel deh. Hehe

      Hapus
  10. Ow, mba siska ikut IIP ya .
    Dulu saya ikut mba, tapi sayang gak pernah bisa ikut kopdar. Dulu belum ada kelas-kelas dan challenge dari IIP. Masih baru banget di Medan. Pas saya masih anak 2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah berarti Mbak anggota lama dong. Saya baru bergabung nih Mbak dan baru mengikuti kelas martikulasinya.

      Hapus
  11. wah jadi penasaran dengan kerang istimewanya. Selamat ya Mbak sudah menyelesaikan misi kedua. Mutiara sudah di tangan. Selamat menempuh Bahterah Martikulasi yang akan kembali berlayar.

    BalasHapus
  12. MasyaAllah, kereenn.
    Semua poin ini emang yg sangat krusial, dimana pun kita berada sebaiknya big No lah ya melakukan hal ini πŸ™„

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.