Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Alokasi Persentase Gaji Agar Mudah Atur Keuangan

Simak yuk tips alokasi persentase gaji, mudah atur keuangan dengan cara berikut ini. Yaitu dengan mengikuti formula 10-20-30-40 berikut ini. 

Tips Alokasi Persentase Gaji

Siapa nih yang sering merasa gajiannya lewat begitu saja. Sehabis gajian uang langsung ludes entah kemana. Nggak ada yang tersisa buat dana darurat, tabungan maupun investasi.

Seperti itu yang saya alami sewaktu masih kerja sebagai guru honorer dulu. Gaji guru honorer memang tidak seberapa, tetapi karena saya mengajar di beberapa sekolah dengan jam pelajaran yang cukup padat sehingga penghasilan yang saya peroleh dalam sebulan bisa dibilang lumayan. 

Apalagi waktu itu saya masih tinggal di rumah orang tua jadi saya nggak terlalu mikir urusan tempat tinggal dan makan. Dengan kondisi tersebut seharusnya saya bisa mengatur pendapatan saya dengan lebih bijak. Paling tidak ada uang yang bisa saya alokasikan untuk tabungan atau investasi.

Namun dulu saya nggak kepikiran sama sekali mau investasi. Menabung juga cuma seadanya. Alhasil setelah menikah dan hidup berumah tangga baru rada menyesal.
 
Kenapa bukan saat masih lajang saya serius menabung dan investasi? Kenapa baru sekarang, di saat saya sudah resign dan memutuskan menjadi ibu rumah tangga baru kepikiran mau mengelola keuangan dengan baik.

But whatever-lah. Menyesal juga nggak ada gunanya. Tidak papa terlambat memulai daripada nggak sama sekali. Ya nggak?

Jujur, setelah menjadi IRT baru saya serius belajar mengatur keuangan. Nah, dari hasil baca sana sini saya menemukan satu formula yang sangat bagus untuk diterapkan bila tidak ingin gaji cepat menguap.

Mungkin kamu juga sudah tahu formula yang saya maksud. Yap, formula 10-20-30-40. Formula ini menarik karena sifatnya yang universal. Maksudnya bisa diterapkan pada gaji dengan rentang berapa pun. 

Mengatur Rencana Keuangan Keluarga (RKK) pun bukan lagi hal yang sulit kalau kita sudah berpatokan pada formula tersebut. Untuk lebih jelasnya baca postingan ini sampai selesai ya. 

Alokasi Persentasi Gaji dengan Formula 10-20-30-40

Salah satu penyebab gaji cepat terkuras karena kebanyakan orang mengalokasikannya untuk dibelanjakan lebih dahulu. Setelah itu baru digunakan untuk bayar cicilan atau tabungan kalau masih ada uang yang tersisa.

Kalau kebiasaan tersebut yang terus dipelihara, tidak heran gaji yang kita terima sekadar numpang lewat.  Percaya deh, pengeluaran kita akan selalu berbanding lurus dengan penghasilan kita. Seberapa besar gaji yang kita peroleh maka kurang lebih pengeluaran kita juga akan sebesar itu.

Apalagi di zaman seperti sekarang. Godaan berbelanja semakin besar. Belum lagi dengan kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan dari berbagai marketplace. Kalau tidak pandai mengatur keuangan ya  kita  bisa tekor.

Itulah sebabnya penting sekali mengalokasikan persentase gaji yang kita peroleh. Jadi jangan tunggu uang sisa biaya kebutuhan hidup terpenuhi dulu baru dialokasikan buat yang lain-lain. 

Idealnya, sedari awal memang kita sudah harus membagi pendapatan kita ke pos-pos keuangan. Tujuannya tentu saja agar cash flow atau arus kas kita bisa seimbang. Agar tidak ada lagi momen duit tinggal sedikit padahal gajian masih lama.

Nah, berikut ini tips alokasi persentase gaji yang bisa kamu terapkan dengan mengikuti rumus 10-20-30-40. Dijamin rumusnya ampuh bikin kamu jadi lebih hemat dan bijak dalam mengeluarkan uang.

Alokasikan gaji 10% untuk kebaikan

Alokasi gaji yang disisihkan untuk kebaikan maksudnya di sini adalah pengeluaran yang digunakan untuk sedekah, donasi, dan kegiatan sosial lainnya.  Termasuk ketika kamu memberikan pendapatan untuk orang tua itu juga masuk dalam pos kebaikan.

Ingat selalu bahwa berbagi tidak akan membuat kita miskin. Memberikan 10 persen penghasilan kita kepada orang tua atau orang yang membutuhkan tidak akan membuat kita kekurangan sama sekali. Justru sebaliknya rejeki kita akan berbuah berkah.

Alokasikan gaji 20% untuk masa depan

Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah menyisihkan minimal 20% gaji kamu untuk masa depan. Iya dong, jangan cuma mikir hidup hari ini, tetapi kamu juga harus banget memikirkan kehidupan kamu dan keluarga kamu ke depannya.

Apalagi setelah berkeluarga. Pastinya kamu butuh biaya hidup yang besar. Mungkin belum sekarang tapi ke depannya kamu akan butuh biaya untuk pendidikan anak-anak, biaya untuk berobat semisal ada keluarga yang sakit atau berbagai kebutuhan mendesak lainnya.

Oleh sebab itu kamu perlu mengalokasikan gaji untuk masa depan yakni dengan membaginya dalam beberapa pos. Baik itu untuk tabungan,  dana darurat maupun investasi.

Kamu bisa menyesuaikan alokasinya dengan keadaan finansialmu secara fleksibel. Jadi nggak meski terpaku dengan persentase tersebut, asalkan nggak kurang dari 20% saja sih. Karena angka tersebut sudah termasuk angka persentase yang ideal untuk bisa memiliki finansial yang bagus.

Alokasikan gaji 30% untuk cicilan

Untuk dapat mengelola keuangan dengan baik bukan berarti kamu nggak boleh berutang sama sekali. Sebenarnya sah-sah saja kalau kamu memiliki hutang atau cicilan asalkan tujuannya bukan hura-hura tetapi untuk membeli aset yang sifatnya produktif.

Contohnya adalah cicilan rumah, kendaraan dan berbagai peralatan yang dapat menunjang kamu untuk produktif. Kalau cicilan yang sifatnya konsumtif seperti membeli gawai mewah, perhiasan atau barang-barang lain yang sebenarnya kamu tidak perlu. Hanya ingin tetapi tidak butuh, nah itu yang perlu kamu hindari.

Alokasikan gaji 40% untuk kebutuhan hidup

Setelah mengalokasikan gaji untuk sedekah, tabungan, dana darurat dan investasi serta cicilan rumah atau kendaraan pribadi maka sisanya sekaligus merupakan persentase paling besar adalah untuk pengeluaran rutin dan kebutuhan sehari-hari yang wajib dipenuhi.

Kebutuhan wajib yang dimaksud yaitu biaya makan air, listrik, internet dan lain sebagainya. Kamu bisa alokasikan 40 % gaji kamu ke pos-pos tersebut. Misalnya pos listrik, pos belanja kebutuhan dapur, pos belanja bulanan (sabun, shampoo, popok anak dan lain-lain).

Demikian penjelasan mengenai alokasi persentasi gaji yang mengacu pada formula 10-20-30-40. Namun formula tersebut tidak mutlak ya. 

Sifatnya fleksibel sehingga kamu bisa saja mengubah angka persentase sesuai dengan pendapatan kamu. Misal kalau gaji kamu besar maka kamu bisa saja menyisihkan uang untuk masa depan lebih dari 20%.

Atau kalau gaji yang kamu alokasikan untuk biaya kebutuhan hidup ternyata tidak habis dipakai maka kamu bisa alihkan untuk ditabung atau diinvestasi. 

Nah, kalau kamu sudah coba formula di atas namun belum juga cukup untuk memenuhi kebutuhanmu, maka kamu perlu mempertimbangkan alternatif lain.  Misalnya, mencari tambahan penghasilan, memangkas budget yang tidak perlu, dan tidak menambah cicilan baru.

Tips alokasi gaji agar tidak cepat habis

Setelah mengetahui dan memahami formula 10-20-30-40 dalam mengalokasi gaji agar tidak segera habis di tanggal muda, maka sekarang waktunya kamu action

Alokasikan di awal bulan atau setelah menerima gaji

Mengatur keuangan memang bukan hal yang mudah. Bukan berarti nggak bisa ya. Kamu hanya butuh komitmen dan untuk itu kamu bisa memulai dengan mengalokasi pendapatan kamu di awal bulan atau tepat setelah menerima gaji.

Contoh gaji yang kamu terima setiap bulannya adalah Rp5.000.000 maka dengan formula 10-20-30-40 kamu dapat menyisihkan Rp500.000 untuk beramal, Rp1.000.000 untuk investasi, Rp 1.500.000 untuk cicilan dan pengeluaran rutin sebesar Rp2.000.000.

Ingat, kamu harus komitmen jadi apa yang sudah kamu alokasikan sebaiknya jangan kamu usik lagi. Usahakan jangan sampai tekor. Akan lebih bagus bisa kamu lebih berhemat sehingga jika ada sisa dari gaji yang kamu alokasikan bisa kamu gunakan untuk investasi. Kan hasilnya lumayan?

Apalagi kalau mau investasi di zaman sekarang nggak mesti punya modal besar. dulu. Mulai dari Rp10.000 saja kamu sudah bisa kok berinvestasi dan caranya mudah banget. Nah, soal investasi mudah dengan modal kecil ini nanti bakal saya bahas di bawah jadi jangan di skip ya.

Pisahkan dana untuk masa depan dengan biaya hidup

Tips selanjutnya pastikan biaya untuk belanja rutin kamu tidak tercampur dengan dana darurat dan uang tabungan. Ya sebaiknya memang kamu punya tabungan sendiri untuk masa depan karena kalau masih tercampur kemungkinan akan terpakai juga.

Sedangkan untuk investasi sendiri kamu bisa memilih wadah yang terpercaya seperti reksadana yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga kredibilitasnya tentu tidak diragukan lagi.

Disiplin 

Selain komitmen, pengelolaan keuangan yang baik tidak akan berhasil tanpa diiringi dengan kedisiplinan yang kuat. Alokasi persentase gaji ini jangan hanya dilakukan satu atau dua bulan saja, tapi kamu harus rutin melakukannya setiap menerima gaji.

Termasuk kalau kamu ingin berinvestasi dengan tujuan pendidikan anak misalkan, maka kamu harus komitmen dan disiplin. Kalau tidak ada urusan yang mendesak ya kamu harus menahan diri agar tidak terburu-buru mencairkan dana investasi sebelum dana tersebut tercapai.

Menariknya, sekarang kita juga sudah bisa investasi lho lewat OVO | Invest. Nah, jni saya singgung tadi, sekarang OVO sudah menghadirkan fitur yang memudahkan kita untuk melakukan investasi reksadana. Prosesnya nggak ribet, nggak butuh waktu lama juga dan nggak harus punya modal besar.

Saya sendiri sudah mulai investasi di OVO | Invest dengan modal Rp10.000 saja. Dan yes, caranya memang gampang banget. Bahkan saya melakukan proses pendaftarannya dengan rebahan di rumah saja.

OVO | Invest, Investasi Mudah dan Murah, Cocok untuk Pemula


Bagi kamu yang baru belajar dan baru memulai investasi, cocok banget untuk menjatuhkan pilihan pada OVO | Invest. Terlebih lagi kalau kamu selama ini sudah memanfaatkan OVO sebagai dompet digital.
 
Daripada hanya dijadikan sebagai pembayaran virtual mending kamu ikuti juga jejak saya yang sudah menjadikan aplikasi OVO sebagai tempat saya belajar investasi dan memulai berinvestasi. Mumpung di OVO sekarang sudah ada OVO | Invest.

OVO | Invest adalah fitur baru investasi reksadana yang ada di dalam aplikasi OVO. Layanannya diluncurkan pada 26 Januari 2021. Masih baru banget. Umurnya belum genap tiga bulan tapi sudah terdaftar di OJK lho

Jadi nggak perlu khawatir investasi lewat OVO | Invest karena sudah resmi dan legal, bukan investasi abal-abal yang tak berizin.  Nilai plusnya lagi, OVO | Invest sangat mudah digunakan, mulai dari proses pendaftaran, melakukan pembelian hingga menjual reksadana.

Kalau selama ini kamu mengira investasi harus punya banyak uang, kamu jelas keliru karena denga  OVO | Invest kamu bisa mulai berinvestasi hanya dengan Rp10.000,untuk reksadana pribadi.

Syaratnya juga gampang. Kamu harus terdaftar menjadi OVO Premier baru kemudiam dapat menggunakan layanan OVO | Invest. Pastikan juga aplikasi OVO yang ada di gawai kamu sudah update terbaru ya.

Keuntungan Investasi dengan OVO | Invest

Ada beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan ketika memutuskan berinvestasi dengan OVO | Invest, seperti yang sudah saya rasakan sendiri.

Berikut ini beberapa keuntungan sekaligus  merupakan keunggulan  OVO | Invest :

Proses investasi mudah dilakukan

Saya pribadi tidak mengalami kesulitan sama sekali ketika berinvestasi melalui OVO | Invest karena prosesnya memang nggak ribet.

Mulai dari registrasi hingga penjualan, semua proses 100% online. Makanya saya bilang mudah banget. Nggak perlu ke luar rumah. Sambil masak atau rebahan pun investasi bisa dilakukan.

Harga produk investasi murah

Nggak cuma prosesnya yang mudah, harga belinya juga murah. Seperti yang sudah disinggung di atas, pembelian reksadana melalu OVO | Invest bisa dengan modal Rp10.000 saja. 

Bayarnya juga nggak susah, kamu bisa langsung transaksi menggunakan OVO cash dan tanpa dikenai biaya admin. Jadi kalau misalkan kamu investasinya Rp10.000 ya biaya pembeliannya juga segitu. Menarik sekali, kan?

Pencairan dana cepat, langsung masuk ke OVO Cash

Kalau kamu tiba-tiba ingin mencairkan dana yang sudah kamu investasikan, kamu nggak perlu menunggu lho. Kenapa?

Karena pencairannya akan langsung masuk ke OVO Cash kamu. Selain itu juga baik dalam pembelian maupun penjualan sama sekali tidak dikenai biaya admin. 

Mendapatkan potensi keuntungan dari return investasi

Tentunya tujuan kita berinvestasi adalah untuk mendapat keuntungan. Nah, menariknya kalau kita kembali melakukan investasi di aplikasi OVO maka potensi keuntungan itulah yang akan kita dapatkan. Jadi jangan ragu berinvestasi dengan OVO | Invest.

Portofolio investasi dapat dipantau lewat aplikasi OVO 

Investasi dengan OVO | Invest sudah pasti aman. Bukan semata-mata karena investasi ini sudah terdaftar di OJK, melainkan karena kita diberi keleluasan untuk memantau portofolio investasi kita via aplikasi OVO.

Itulah beberapa keunggulan OVO | Invest. Sangat menarik ya? Makanya saya langsung tertarik karena bisa belajar investasi dengan mudah dan menyisihkan uang saya ke tempat yang tepat.

Cara Registrasi OVO | Invest 

Setelah mengetahui keunggulan OVO | Invest, barangkali kamu juga tertarik mengikuti jejak saya yang telah melakukan investasi di aplikasi OVO. Kalau begitu, tunggu apalagi. Yuk, segera lakukan registrasi.

Cara pendaftarannya mudah saja kok. Namun ingat syaratnya tadi, di gawai kamu sudah ada aplikasi OVO dengan update terbaru dan kamu sudah  terdaftar sebagai OVO premier.

Kalau dua syarat itu sudah terpenuhi, maka kamu sudah bisa melakukan registrasi OVO | Invest hanya dengan beberapa langkah berikut ini :


  • Buka aplikasi OVO lalu pilih layanan OVO | Invest yang terdapat pada halaman depan aplikasi OVO. 
  • Pilih OVO Invest, lalu klik Mulai Sekarang. Kemudian, baca syarat dan ketentuan sebelum melanjutkan untuk mendaftar. 
  • Isi profil risiko sebelum melanjutkan pendaftaran. Di sini nanti bakal ketahuan kamu tipe investor seperti apa.

  • Mengisi data diri dan menunggu verifikasi akun. Waktu pendaftarannya paling lambat satu hari kerja. Saya kemarin daftarnya menjelang weekend, jadi prosesnya lewat dari 1x24 jam. 

Cara Pembelian Reksadana

Jika pendaftaran sudah terverifikasi maka kamu sudah bisa melakukan transaksi beli reksadana. Cara pembeliannya sebagai berikut ;



  • Buka halaman dashboard dan lakukan transaksi. 
  • Klik beli, pilih perusahaan investasi, 
  • Masukkan nominal pembelian. Klik lanjutkan dan setujui. Selanjutnya tunggu hasil pembelian yang prosesnya maksimal 3 hari bursa di luar  waktu akhir pekan dan hari libur.
  • Proses notifikasi selesai dan yeaay selamat kamu berhasil melakukan investasi di aplikasi OVO
Bagaimana? Caranya sama sekali tidak sulit, kan?

Cara Menjual Reksadana melalui OVO | Invest

Agar tulisan mengenai OVO | Invest lengkap, saya juga ingin sekaligus nih sharing cara menjual reksadana. Ya siapa tahu saja kamu tiba-tiba butuh uang, kamu bisa langsung mencairkan investasi kamu yang ada di OVO. 

Prosesnya juga nggak ribet kok. Bahkan kamu tidak perlu menunggu karena dana investasi kamu akan cair saat itu juga. 

Berikut langkah-langkahnya :



  • Buka aplikasi OVO kemudian pilih fitur ke OVO | Invest. 
  • Klik jual dan pilih investasi yang mau dijual
  • Masukkan nominal yang ingin dicairkan. Klik konfirmasi lalu pilih proses pencairan.
  • Masukkan security code dan yeayy. Selamat! Pencairan reksadana kamu langsung masuk ke OVO cash kamu.
Sampai di sini bagaimana? Hayoo kamu juga pasti ketagihan kan mau investasi lewat OVO | Invest. 

Penutup

Setelah mengetahui tips alokasi persentase gaji dengan mengacu pada formula 10-20-30-40 maka kamu bisa belajar mengatur finansial dengan lebih  #GercepBiarMantep. Terlebih sekarang sudah ada OVO | Invest yang bisa jadi pilihan tepat untuk investasi reksadana.  

Sudah proses pendaftarannya mudah, pembelian reksadana murah, pencairan juga cepat. Ya pokoknya banyak untungnyalah.
 
Apalagi momennya juga pas banget nih. Jadi OVO | Invest sekarang lagi ada promo cashback besar-besaran. Promonya ini sudah berjalan dari 8 April - 24 April 2021. Kalau kamu registrasi sebelum lewat tanggal tersebut kamu bisa dapat kesempatan menang cashback hingga 50.000 OVO points lho

Wah, promo yang sangat menarik. Jangan sampai ketinggalan ya.  

Oke, sekian dulu postingan saya kali ini. Semoga bermanfaat dan mencerahkan ya.

Posting Komentar untuk "Tips Alokasi Persentase Gaji Agar Mudah Atur Keuangan"

Berlangganan via Email