Inilah 5 Cara Sederhana Memakai Jilbab Syari

By Siska Dwyta - Friday, May 17, 2019



Bismillaahirrahmaanirrahiim

Inilah 5 Cara Sederhana Memakai Jilbab Syari - Beberapa tahun belakangan ini penggunaan hijab syari sudah menjadi tren di negeri ini. Para desainer muslimah pun berlomba-lomba menghadirkan jilbab syari dengan berbagai model kekinian yang tak kalah stylish dengan gaya jilbab biasa. Tak heran bila saat ini kita sering melihat muslimah, baik yang masih anak-anak hingga orang dewasa doyan menggunakan jilbab panjang. Ya, jilbab syari memang identik dengan kain penutup kepala (baca : khimar) yang panjangnya minimal sampai di bawah dada.

Padahal jika menengok ke belakang, di masa saat jilbab syari belum se-hits sekarang, para muslimah yang menggunakan jilbab syari masih secuil peminatnya. Bahkan dianggap asing lho para muslimah yang menggunakan jilbab menjuntai. Dan sekarang ini, maa syaa Allaah pemandangan muslimah dengan jilbab syari bukan hal yang langka lagi.

Namun sayangnya masih banyak muslimah yang keliru dalam memaknai arti jilbab syari yang sesuai dengan perintah Allah dan Rasulnya. Padahal dalilnya jelas ya. Bisa dibuka surah QS Al-Ahzab ; 59 (perintah mengulurkan jilbab hingga ke seluruh tubuh) atau QS An-Nur : 31 (perintah menutup kain kudung (khimar)  hingga ke dada). Dan hadis Rasul yang menyatakan bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali ini dan ini (Beliau lalu menunjuk wajah dan telapak tangan)

Dari tiga dalil tersebut jelas ya, makna jilbab syari bukan hanya meliputi khimar atau yang kita kenal dengan istilah kerudung, namun mencakup pakaian atau busana yang kita gunakan untuk menutupi aurat. Sebagaimana yang dijelaskan Rasul bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan. Maka jilbab syari yang kita kenakan seharusnya menutupi seluruh tubuh yang merupakan aurat.

Nah, kenyataannya karena masih banyak muslimah yang keliru memaknai arti jilbab syari sesuai syariat sehingga keliru pula dalam pemakaiannya. Ditambah lagi kini telah menjamur berbagai model jilbab yang namanya saja jilbab syari namun melenceng dari syariat. Lho kok bisa? Ya, karena pada saat digunakan, jilbab syari tersebut bukannya menutupi tubuh melainkan membungkus. Ada pula jilbab yang katanya syari tapi baik warna maupun modelnya terlalu mencolok hingga mampu menarik perhatian mata lelaki ajnabi (asing). Ada juga sih muslimah yang konon sudah hijrah menggunakan hijab syari namun masih membiarkan beberapa anggota tubuhnya yang merupakan aurat nampak.

Padahal cara memakai jilbab yang benar-benar sesuai syariat sebenarnyap praktis saja. Tidak ribet sama sekali. Sangat sederhana malah. Tidak perlu modis atau stylish, tidak perlu mencolok, tidak perlu juga banyak hiasannya, jarum pentul, bros dan segala macam perintilan jilbab lainnya. Karena toh tujuan diturunkannya ayat yang berkenaan dengan perintah berjilbab bukan untuk gaya-gayaan melainkan untuk melindungi kita (baca : muslimah) dari gangguan lelaki ajnabi yang tidak kuasa mengendalikan hawa nafsunya. Jadi kalau kita sudah menggunakan hijab syari tapi masih diganggu dan bahkan sampai mengalami kasus pelecehan seksual maka itu patut dipertanyakan.

Baca juga Ketika Jilbab Tak Ada Bedanya dengan Pakaian Seksi

Lantas sebenarnya seperti apakah cara memakai jilbab yang benar-benar sesuai syariat? Simak ulasan berikut ini, yuk!.

Jilbab yang Panjang dan Tebal (Tidak Tipis dan Transparan)


Perintah berjilbab yang diturunkan untuk kita (muslimah) bukanlah membungkus aurat melainkan menutupi. Bedakan ya antara membungkus dan menutupi. Jika sebatas membungkus maka bentuk dari bungkusan tersebut masih nampak jelas. Sebaliknya kita sama sekali tidak akan tahu bentuk dari sesuatu yang ditutupi.  


Demikianlah dengan jilbab yang kita kenakakn seharusnya tidak menampakkan lekukan tubuh. Karena bila masih nampak itu artinya kita masih membungkus aurat belum menutupi. Oleh sebab itu langkah pertama yang harus kita pastikan saat memakai jilbab syari adalah kainnya. Pastikan kain jilbab yang kamu kenakan tebal dan panjang / lebar agar bila dipakai tidak sempit atau ketat. Jangan memilih atau membeli jilbab yang terbuat dari bahan yang tipis lagi transparan ya.

Tidak Menyerupai Laki-Laki

Setelah memenuhi kriteria utama dalam menggunakan jilbab syari, yakni tidak ketat, tipis dan transparan maka selanjutnya pastikan juga jilbab yang kita kenakan tidak menyerupai laki-laki. Karena Rasulullaah sungguh melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan begitu pun sebaliknya. Termasuk menyerupai dalam hal berpakaian.

Gambar : slidshare.net

Thats why, model jilbab syari identik dengan jenis pakaian feminim yakni gamis atau setelan yang menggunakan rok bukan celana apalagi dalam bentuk jeans. Namun bukan berarti kita nggak boleh pake celana ya, boleh-boleh saja seperti celana leging atau celana yang bisa digunakan sebagai dalaman. Saya pun kerap menggunakan celana tapi bila keluar rumah fungsi celana yang saya gunakan hanya sebagai dalaman. Luarnya saya tetap menggunakan jilbab dalam balutan gamis. Oya, untuk celana model jeans sendiri meski kainnya tebal tapi tidak disarankan untuk muslimah karena bentuknya yang ketat.

Tidak Seperti Punuk Unta

Kalau lihat unta coba deh perhatikan punuknya. Lalu bandingkan dengan gaya model jilbab seperti yang dikenakan muslimah zaman sekarang, yakni mereka yang menampakkan rambutnya dengan digelungkan. Mirip kan dengan punuk unta?


Tahukah kamu, semasa hidupnya Rasulullah pernah bersabda bahwa salah satu dari golongan penduduk neraka yang belum pernah beliau lihat adalah para wanita yang berlenggak-lenggok tapi telanjang, kepala mereka seperti punuk unta dan miring.

Nah, ternyata apa yang pernah disabdakan Rasul itu terbukti. Fenomena jilbab dengan punuk unta makin marak. Mirisnya lagi sekarang ini sudah ada ciput yang dibuat persis dengan punuk unta. Padahal gaya model jilbab yang seperti ini terlarang dalam Islam, sekalipun menggunakan khimar yang panjang. Jadi sebaiknya dan sudah seharusnya saat memakai jilbab jangan gelungkan rambut kita ke atas atau sengaja menggunakan ciput yang menonjol hingga terlihat seperti punuk unta. Cukup kepang atau ikat biasa saja.

Menggunakan Kaos Kaki


gambar : pinterest

Tahukah ukhti? Kakimu itu juga termasuk aurat yang harus kamu tutupi lho. Jadi ketika keluar rumah atau bepergian kemanapun, jangan lupa menggunakan kaos kaki ya. Sudah jelaskan batas-batas aurat kita. Seluruh tubuh kita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan jadi hanya kedua itu yang boleh nampak (meski ada sebagian ulama yang menyunnahkan bahkan mewajibkan cadar karena menganggap wajah juga merupakan aurat).

Bisa Digunakan saat Shalat


Sama seperti laki-laki, wanita pun bisa menggunakan pakaian yang ia kenakan untuk shalat. Jadi tidak mesti menggunakan mukena saja. Selama ini kan pemahaman sebagian besar orang, pakaian shalat wanita adalah mukena. Padahal tidak demikan, Dear. Karena setiap pakaian yang dikenakan muslimah asal menutupi aurat sesuai dengan yang disyariatkan Allah dan Rasul-Nya maka itu bisa digunakan dalam shalat. Jadi ingat ya, pakaian shalat wanita bukan cuma mukena, melainkan juga jilbab syari. Pastikan saja saat shalat, jilbab syari yang kamu kenakan bersih dari najis.

gambar : kitaradio.blogspot.com

Well, jika kamu masih bingung dan bertanya-tanya apakah jilbab yang kamu kenakan ini sudah syari atau belum maka berdirilah di depan cermin dan lihat apakah jilbab yang kamu kenakan itu bisa digunakan untuk shalat atau tidak?

Nah, itulah beberapa cara menggunakan jilbab syari. Simple banget, kan? Yah, sebenaranya kita tidak perlu cara macam-macam atau tutorial rumit untuk memakai jilbab syari karena jilbab syari itu sederhana banget, tidak ribet. Tiggal kitanya saja nih mau pakai atau nggak. Kuy, sampai di sini dulu postingan saya. Semoga bermanfaat.

Salam
@siskadwyta

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)