Cara Cepat dan Mudah Menambah Followers Instagram

By Siska Dwyta - Tuesday, July 09, 2019

cara cepat dan mudah menambah followers instagram

Bismillaahirrahmaanirrahim

Cara Cepat dan Mudah Menambah Followers Instagram. Dalam waktu dua bulan ini jumlah followers Instagram saya akhirnya bisa melesat naik begitu cepat. Padahal tadinya untuk bisa sampai 2k saja, saya butuh waktu hingga berbulan-bulan. Lha sekarang, saya bisa mendapatkan tambah 2k followers dalam sebulan. Ini adalah sesuatu yang sempat saya sangka mustahil sebelum-sebelumnya. Mengingat usaha saya waktu awal-awal mulai berminat menambahkan followers itu susahnya bukan main. Lebih susahnya lagi karena dalam bermedia sosial saya anti minta folbek.

Ya, saya lebih memilih menempuh berbagai cara lain untuk mendapatkan followers ketimbang meminta-minta. Maaf saya tak bermasuk menyinggung kamu yang mungkin bisa dengan gampangnya minta folbek. Karena bagi saya urusan follow mem-follow ini menyangkut hak. Maksud saya sebagai pengguna instagram, saya berhak follow akun-akun siapa saja dong yang saya mau. Setiap pengguna instragram berhak mem-follow akun sesuai dengan keinginannya, kan? Sebaliknya bagi yang di-follow (khusus yang akunnya digembok) pun punya hak untuk mengkonfirmasi atau memblokir follow tersebut.

Etapi selama ini sih saya kalau follow akun-akun yang digembok selalu ada konfirmasi. Yaiyalah, siapa yang nggak suka followersnya bertambah. Nggak dapat balesan folbek itu yang sering banget, meski ngarepnya sih setelah di-follow, akun saya bakal difolbek juga, hehe. Eh, cuma ngarep dalem hati ya, nggak sampai ngotot bilang ke si empunya akun untuk follow akun saya juga karena saya sudah follow akun dia

Ye, kan si empunya akun sama sekali nggak minta di-follow, saya yang mau follow akunnya jadi kalau dia mau folbek akun saya atau tidak itu urusan dia, terserah dia, mau-maunya dia. Saya nggak bisa maksa. Nah, ini yang saya maksud dengan yang namanya HAK.

Toh tidak semua akun yang kita follow tanpa permintaan itu sudi memberi balasan follow apalagi bagi akun yang tidak dikenalinya. Honestly, dulu-dulu saya sempat risih plus sebel kalau ada orang yang tiba-tiba DM dan minta folbek. Lha orang ini siapa? kenal nggak, teman bukan, eh datang-datang langsung minta folbek. Mau follow juga saya ngerasa berat tapi kalau nggak difollow juga rasa nggak enak.

Maklum ya dulu saya masih membatasi jumlah following akun Instagram saya. Selain beberapa akun dakwah dan olshop, saya hanya mengikuti akun-akun yang saya mau dan saya kenali. Itupun masih banyak akun keluarga maupun teman yang tidak saya ikuti. Bahkan akun-akun milik para artis yang saya ikuti juga bisa dihitung dengan jari. Saya nggak mau asal mengikuti akun-akun yang nggak jelas apalagi yang nggak mendatangkan manfaat sama sekali.

Intinya dulu itu kalau saya mau mengikuti akun seseorang, saya mikir-mikir dulu nih, manfaatnya apa ya kalau saya ikutin akunnya dia. Sampai-sampai saya beranggapan kalau kita mau menilai seseorang lewat media sosialnya lihatlah siapa yang dia follow. Kurang lebih anggapan saya ini samalah dengan apa yang disabdakan Rasul, kalau kita ingin mengenal seseorang lihatlah dengan siapa dia berteman. Kalau ia berteman dengan tukang parfum maka dirinya akan terpecik bau parfum. Begitupun ketika berteman dengan tukang besi maka dirinya akan terpercik bau besi pula.

Simply, kalau seseorang itu adalah pengguna medsos yang baik pastilah ia akan mem-follow akun yang baik-baik saja sebaliknya jika nggak baik ya pasti followersnya akun-akun yang nyeleneh dan parno gitu. Begitulah, saking selektifnya saya memilih following kala itu.

But now, coba intipin following saya dan mungkin kamu akan terkejut melihat akun-akun yang saya follow sekarang ini malah kebanyakan akun-akun bule. Padahal dulu boro-boro ya mau follow akun bule, akun artis saja yang postingannya seksi-seksi ogah saya follow. Lha sekarang?

Well, inilah salah satu cara yang saya tempuh untuk meningkatkan jumlah followers. Tapi sebelumnya saya perlu jelaskan dulu pandangan saya saat ini tentang media sosial. Jujur saja, dulunya saya memang lumayan eksis di media sosial. Punya akun medsos dimana-mana. Hampir tiap hari pasang status baru di FB dan sering pajang foto di Instagram dengan caption yang panjang. Tapi kalau update tweet hanya sesekali ya karena dari dulu memang saya nggak terlalu aktif di twitter.

Nah, semenjak hidup menggenap saya mulai mengurangi keeksisan saya di media sosial, malah tidak ada keinginan lagi untuk eksis. Thats why, setelah menikah saya jarang muncul dengan postingan baru. Itu pun selain karena sempat kena depresi pasca nikah, saya juga terpengaruh dengan teman hidup saya yang memang tidak ada minatnya sama sekali dengan medsos. Walau saya akui saya nggak bisa sepenuhnya mengikut jejak suami yang nyaris tidak pernah mengunggah postingan apapun di akun media sosialnya ahkan walau itu hanya sebuah status.


So far, yang bisa saya lakukan hanyalah mengurangi keeksisan saya di medsos. Kalau dulu saya posting apapun itu nggak pernah pake pikir panjang. Asal posting saja tanpa mikir apa tujuan saya posting ini itu, ada manfaatnya nggak, apa manfaatnya dan bla bla. Kalau setelah menikah mah sebaliknya, untuk satu postingan saja saya mikirnya bisa panjang kali lebar. Bisa sambil main tarik ulur, haha. Seringkali pula sudah nulis status atau caption panjang-panjang, eh malah urung diposting.

Demikianlah sekilas pandangan saya tentang media sosial sebelum kembali aktif menekuni dunia blog. Namun pandangan saya terkait media sosial sekonyong-konyong berubah sejak muncul keinginan saya untuk menjadi blogger profesional, blogger yang menjadikan blognya semata-mata bukan hanya sebagai tempat menuangkan hobi menulisnya melainkan juga menghasilkan pundi-pundi uang.

Yah, siapa sih yang tidak tergiur bila hobinya dibayar. Apalagi ibu rumah tangga kayak saya yang kerjaannya sehari-hari hari hanya berkutat di rumah dan hanya mengharapkan gaji (baca : rejeki) dari Allah yang dititip lewat suami. Tak dimungkiri, sebagai IRT pun saya ingin punya penghasilan sendiri yang bisa saya dapatkan dari rumah tanpa perlu meninggalkan kewajiban saya untuk mengurus suami dan anak-anak.

Daripada blog saya isinya curcol semua ya mending saya isi dengan beberapa postingan yang bisa menambah isi tabungan saya di rekening, hehe. Walau penghasilan yang saya dapatkan sebagai blogger saat ini masih belum seberapa sih tapi tak masalah, toh tujuan utama saya ngeblog juga bukan karena uang. Apalagi makin ke sini, baru saya sadari bahwa ngeblog bukan lagi sekadar hobi but this is my passion. Dan yah saya enjoy dengan profesi saya sebagai Ibu Rumah Tangga yang doyan ngeblog.

Berawal dari keinginan jadi blogger profesional itulah yang membawa saya pada pandangan terhadap medsos seperti sekarang ini. Untuk jadi blogger profesional memang nggak mudah, Gaes. Padahal tadinya saya kira untuk mewujudkan keinginan saya yang satu ini saya cukup berkutat dengan blog saja. Fokus mengurus blog. Minimal saya bisa menaikkan DA dan meningkatkan traffic sesuai permintaan agency. Namun kenyataannya ternyata nggak sesimple itu, hiks. Blogger profesional juga dituntut untuk mengurus media sosialnya. Harus punya followers yang banyak dan engangement yang tinggi.

See! Harus punya followers yang banyak. Jumlah likes dan comments pun diperhitungkan. Itu tuntutan yang berat buat seorang yang sudah nggak minat mau eksis di media sosial (kecuali blog) seperti saya. Yes, i know blog juga termasuk platform medsos tapi nuansanya beda saja gitu dibanding dengan facebook, instagram, twitter dan medsos lainnya.

Kalau saya memilih tetap eksis di blog wajar ya, karena aktivitas ngeblog sendiri sudah saya anggap lebih dari sekadar hobi (baca : passion). Saya merasa lebih nyaman dan luwes saja posting tulisan di blog ketimbang di medsos tapi karena saya ingin jadi blogger profesional dan tuntutannya harus demikian jadi mau nggak mau saya terpaksa harus kembali lagi eksis di medsos.

Padahal selama ini saya masa bodoh dengan yang namanya followers. Nggak peduli dengan jumlah followers saya yang sedikit. Nggak peduli juga ada yang like dan komen postingan-postingan saya atau nggak. Tapi sekarang, duh jangan ditanya betapa excitednya saya untuk nambah followers dan betapa hepinya saya bila mendapat likes dan comments yang banyak.

FYI,  saya baru mulai tertarik ingin jadi blogger profesional saat ikut #BPN30DayBlogChallenge dari komunitas Blogger Perempuan Network di penghujung 2018 lalu. Saat itu followers IG saya masih di bawah 1K, sekira 500 lebih kalau nggak salah. Itu followers yang saya dapatkan dari pertama punya akun Instagram ya. Saya tidak ingat persis kapan pertama kali bikin akun IG, yang pasti saya buatnya saat masih kuliah. Kayaknya sekira tahun 2013 deh. Berkah ikut challenge tersebut, banyak teman-teman sesama blogger terutama peserta sekaligus member BPN yang follow akun IG saya. So, nggak butuh waktu lama followers saya akhirnya mencapai 1K.

Memasuki tahun 2019 inilah saya baru mulai berminat untuk nambah followers demi kebagian job, hehe. Oya, saya juga baru tahu nih, ternyata bukan cuma aktivitas sebagai blogger saja yang menghasilkan pundi-pundi rupiah. Penghasilan sebagai pengguna instagram itu juga tak kalah menggiurkan lho. Tadinya saya kira cuma selebgram saja yang bisa dapet penghasilan jutaan rupiah dengan menerima endorse di instagram, lha ternyata blogger juga bisa. Asal syaratnya ya itu dia, kudu punya followers yang banyak dan engangement rate yang tinggi.

Nah, blogger yang punya followers banyak dan engangemen rate tinggi ini disebut juga dengan influencer. Sederhananya influencer maknanya sama dengan selebgram, cuma di kalangan blogger lebih lekat dengan istilah ini. Yap, blogger bisa jadi selebgram eh influencer juga lho tapi tidak semua influencer/selebgram bisa jadi blogger. Dan seperti yang sudah saya singgung di atas, kalau saya pribadi lebih nyaman jadi blogger saja. Apalagi setelah menelusuri lebih jauh terkait pekerjaan yang menuntut diri harus eksis di medsos ini saya malah merasa tidak pantas untuk jadi influencer. Kenapa?

Ya, karena selain punya followers banyak, modal utama yang juga harus dimiliki seorang influencer adalah harus berani tampil di depan kamera, pajang foto atau buat video yang menampakkan wajahnya. Sementara saya? Bukannya nggak berani tampil di kamera, hanya saja ini masalah komitmen saya dalam bermedia sosial. Masalah kesepakatan antara saya dan suami yang menjadikan foto-foto keluarga kecil kami (terutama yang menampakkan wajah) sebagai privacy dan tidak perlu jadi konsumsi publik.

Lantas dengan komitmen seperti itu, bagaimana saya bisa jadi influencer? Apa saya harus melanggar komitmen yang sudah saya buat sendiri. Atau apa saya harus membuat kesepakatan ulang dengan suami dan meminta agar dia mengijinkan istrinya ini memajang foto yang menampakkan wajah secara jelas, termasuk wajah anak-anak kami di medsos. Ah, tidak. Saya tidak akan melanggar apa yang sudah menjadi komitmen dan kesapakatan kami dari awal. Finally, saya dengan rela hati mengurungkan niat untuk  jadi influencer.

Namun siapa sangka setelah mengurungkan niat tersebut saya malah dipertemukan dengan sosok blogger sekaligus influencer inspiratif yang punya pandangan dan komitmen kurang lebih sama seperti saya. Tidak lagi ingin menampakkan foto wajahnya di medsos. Tapi maa syaa Allaah dengan komitmen seperti itu, dia masih kebanjiran menerima job. Jadi siapa bilang kalau ingin jadi influencer harus selalu memberikan potret wajahnya? (Aaakkk ngomong-ngomong soal ini dan siapa gerangan sosok blogger plus influencer yang saya maksud bakal saya ulas di postingan yang berbeda, ya in syaa Allaah)

Niat saya untuk urung jadi influencer pun batal, hehe. Namun bukan itu juga yang menjadi alasan saya untuk tetap semangat menambah followers. Kalau kemarin-kemarin saya menggebu-gebu nambah followers karena tujuannya memang pengen jadi influencer. Tapi sekarang mah saya sudah nggak terlalu berambisi untuk jadi influencer atau punya banyak followers hanya untuk dapat job.

Eniwei, tujuan saya untuk nambah followers sekarang sederhana saja sih. Biar bisa mengaktifkan fitur sweep up di insta story. At least, sebagai seorang blogger saya merasa fitur ini penting banget untuk promosi blog. Untuk itu target saya harus bisa mencapai minimal 10k followers. Mohon doanya ya semoga dua tiga bulan ke depan bisa tercapai, hehe.

Bagaimana cara mencapainya?

Baiklah, sejauh ini saya sudah menempuh berbagai cara untuk memperbanyak followers instagram. Yang pasti cara yang saya tempuh aman ya, nggak pake minta-minta folbek apalagi sampai beli followers segala. Berikut beberapa cara yang sudah saya tempuh untuk menambah followers :

Follow sesama Akun Blogger



Sudah bertahun-tahun saya aktif di instagram tapi baru akhir tahun kemarin saya tergerak memfollow akun-akun sesama blogger. Itupun karena ikut-ikutan peserta #BPN30DayBloggingChallenge yang saling follow. Waktu itu saya belum tahu manfaatnya punya followers banyak. Eh sekalinya tahu kalau punya followers banyak itu ternyata juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah makin banyaklah akun para blogger yang saya follow, hehe.

Nah, biasanya kalau kita follow akun sesama blogger, mereka akan follow balik sekalipun kita nggak minta folbek. Untuk mengetahui akun tersebut blogger atau tidak juga gampang banget. Cek saja bio di profilnya. Pastinya setiap blogger mencantumkan link blog di bio profil instagramnya. Biasanya juga satu akun blogger itu sudah memfollow banyak akun blogger lainnya, jadi kita bisa follow akun sesama blogger lewat list followingnya. Atau kalau mau lebih gampang lagi untuk menemukan akun para blogger langsung saja meluncur di beberapa akun komunitas.

Cara ini boleh dibilang cukup ampuh ya. Terutama bagi kamu yang following akun para bloggernya masih sedikit. Coba deh follow akun mereka. Dijamin followers kamu bakal bertambah. Yah, meski kamu juga masih akan menemukan beberapa akun blogger yang setelah di-follow nggak follow balik.

Ikut List Follow Media Sosial di Grup Komunitas


salah satu list follow yang saya ikuti

Selain follow sesama akun blogger, saya juga rajin ikut list follow media sosial. List ini biasanya dibuka di grup komunitas blogger baik yang ada di facebook maupun di-whtasapp. Oleh sebab itu bagi kamu yang ingin tambah followers dengan cara ini, wajib banget bergabung di komunitas blogger. Semakin banyak komunitas blogger yang kamu masuki semakin lebih bagus lagi.

Tentu, manfaat bergabung di komunitas blogger bukan semata-mata  menambah followers saja, tapi manfaatnya lebih dari itu. Yang pasti kamu nggak bakal rugi deh gabung di berbagai komunitas blogger. Kalau kamu bingung mau masuk komunitas blogger mana, silakan liat banner-banner komunitas yang saya masuki di sidebar.

Follow-Unfollow akun Instagram



Cara yang satu ini juga termasuk cara yang cukup simple. Kamu silakan follow akun-akun mana yang mau kamu follow. Nggak mesti akunnya para blogger saja trus liat respon dari akun yang sudah kamu follow, dia follow kamu juga nggak? Kalau nggak difolbek ya kamu tinggal unfollow. Simple kan?

Seperti yang saya bilang, urusan follow-memfollow itu menyangkut HAK. Jadi saya nggak bakal nuntut akun yang saya follow harus follow balik dengan cara minta folbek. Kalau sudah saya follow trus dianya nggak mau folbek, no problem. Saya bisa unfollow lagi. Jadi kalau kamu punya prinsip sama dengan saya, ogah minta folbek, kamu bisa ikuti cara ini.

Ikut Ajang Follow Loop


Salah satu ajang loop yang sering saya ikuti

Berikut adalah cara yang saya lakukan selama kurang lebih dua bulan terakhir ini dan hasilnya sungguh tak terduga. Kalau tiga cara di atas saya terapkan, butuh waktu sampai berbulan-bulan baru followers saya bisa bertambah 1K, tapi kalau ikut ajang follow loop ini tambahan 1K followers hanya dalam jangka waktu 1 pekan. Tidak percaya? Silakan buktikan sendiri.

Thats why, saya sempat heran dengan beberapa teman blogger yang jumlah followers Instagramnya bisa bertambah banyak dalam waktu singkat. Ternyata ikut anfollow loop ini toh rahasianya. Etapi mulanya saya juga agak berat sih ikut ajang follow loop karena harus memfollow akun-akun yang kebanyakan tidak saya kenali.

Mana follow loop yang sering saya ikuti adalah follow loop dari luar negeri. That means, saya harus follow akun-akun bule. Sebenarnya follow loop Indonesia juga ada tapi masih sedikit sehingga tambahan followers yang bisa kita dapatkan dari ikut loop dalam negeri tidak akan sebanyak saat kita ikut dan terdaftar jadi anggota follow loop luar negeri.

Bayangkan 1 kali ikut folo loop dari luar negeri itu kita bisa dapat tambahan sampai 100-200 followers lho atau bahkan bisa lebih dari itu. Kalau ikut follow loop indonesia, paling tambahannya cuma puluhan followers saja, nggak sampai ratusan. Tapi demi mengejar target 10k followers tak apalah, tak ada salahnya juga saya follow akun-akun bule. Toh, sekarang ini pandangan saya terhadap medsos tidak lagi sama seperti dulu.

Kalau dulu kan saya menganggap following sama seperti teman ya, sampai-sampai sebelum memfolow satu akun tertentu saya harus stalking dulu profilnya. Kalau sekarang mah following is following. Jadi tugas saya cuma follow doang (mengikuti rules yang ada)  nggak sampai stalking akun-akun mereka. Lagipula saya juga bisa memilih option “mute” jika tidak suka dengan postingan yang muncul di layar home Instagram saya.

Gunakan Aplikasi Followers Tracker


tampilan aplikasi followers tracker akun @siskadwyta

Jangan lupa selain menerapkan cara-cara di atas kamu juga harus menggunakan aplikasi untuk memantau followers yang bisa diunduh di playstore atau appstore. Kalau saya pakainya aplikasi followers tracker. Lewat aplikasi ini saya dapat mengetahui akun-akun mana saja yang sudah saya follow lantas tidak follow balik, termasuk akun-akun yang sudah follow kemudian unfollow lagi.

Tentunya aplikasi ini sangat membantu terutama bagi kamu yang ingin menambah followers dengan cara-cara yang saya sebutkan di atas. Misal yah, kalau kamu mau pake cara ikut ajang loop which is salah satu rulesnya adalah kamu harus menfollow semua anggota loop. Nah, kamu sudah menjalankan aturan tersebut, tapi ternyata setelah sesi loopnya selesai masih ada anggota yang belum follow akun kamu balik.

Yowes, kalau saya pribadi nggak mau banyak protes meski saya punya hak untuk menuntut, saya langsung unfollow saja akun yang kayak gitu. Sama halnya ketika saya beberapa kali ikut list follow akun media sosial yang diadakan di beberapa grup komunitas blogger,  ternyata masih ada juga beberapa akun yang asal isi list saja tapi nggak mau menjalankan kewajibannya. Maunya difollow tapi nggak mau follow balik. Kalau kayak gini saya berhak minta folbek dong, karena kita sudah sama-sama ikut list dan jelas aturannya. Beda kalau kita minta folbek sama akun yang kita follow secara sukarela. Kalau yang nggak ada aturannya kayak gitu mah bukan hak kita, jadi kita nggak boleh nuntut apalagi maksa.

Selain cara-cara yang saya sebutkan di atas masih banyak cara lain untuk mendapatkan tambahan followers. Tapi cara yang paling oke untuk menambah followers sebenarnya adalah dengan mengupdate konten-konten menarik secara konsisten. Dengan cara ini, mungkin saja bukan kamu lagi yang perlu cari-cari followers tapi followers yang akan mendatangi kamu sendiri.

Cara menambah followers dengan menciptakan konten yang menarik, unik dan memikat ini sudah banyak yang menerapkan dan hasilnya terbukti lho. Sebut saja Palli eh Nurfadli Mursyid, sosok yang ada di balik komik @tahilalats. Doi mulai merintis karirnya dengan rajin mengupdet komik hasil karyanya yang dikenal dengan Mind Blowon di Instagram dengan followers yang mulanya masih sedikit (waktu saya follow akunnya dulu kayaknya masih ratusan deh followersnya) eh sekarang sudah nyampe jutaan followers bo'.

Padahal doi bukan artis. Bukan juga orang terkenal. Dulu malah statusnya masih mahasiswa kere yang pernah suatu malam datang ke tempat saya dengan motor buntutnya cuma untuk ambil uang buat bayar spanduk BE untuk acara kopdar. Tapi sekarang maa syaa Allaah karirnya di dunia komik melesat begitu cepat berkat konten yang diciptakannya.

Nah, kalau kayak Palli mah emang dari sononya jago gambar dan itulah yang dia tonjolkan di akun Intagramnya. Bahkan dengan skill nya itu dia kini jadi salah satu penulis daring komik terkenal di Indonesia. Tapi kalau kayak saya yang merasa cuma punya skill menulis cuap-cuap aka curcol di blog, apa yang bisa ditonjolkan, hehe.

Oke itulah sedikit panjang lebar cuap-cuap saya terkait cara cepat menambah followers instagram, kalau kamu punya cara lain yang lebih cepat dan simple boleh dong share di kolom komentar.


Salam,


@siskadwyta

  • Share:

You Might Also Like

49 comments

  1. Map nih kak kita beda pendapat, cara follow to unfollow kalo opini ku. Aku menyebutnya sbg Spam Follow. Sering banget aku follback akun, tiba2 di unfollow sama akun tersebut. Sakitnya luar biasa hehe,

    Kalo cara aku, aku natural aja. Aku lebih suka Follow yang sesuai dengan minat/niche aku. Misalnya travel, terutama akun akun cewek para penggila jalan2 hehe. Aku follow, kalo di follback alhamdulilah, kali aja sampe pelaminan. Hahaha, tunggu 3 jam, jika ga di follback, langsung aku unfollow...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin sebaiknya sebelum komen dibaca dulu baik-baik penjelasan saya. Justru pendapat kita sama kok kak, maksud saya ya difollow aja dulu trus diliat responnya.

      Saya malah biasa nunggu sampai berhari-hari (bukan cuma 3 jam), nggak difollow baru saya unfollow. Jadi maksud saya itu follow baru kemudian diunfollow kalau dia gak folbek. Kalau dianya folbek ya saya gak bakalan unfollow.

      Karena saya juga tahu gimana perasaannya di-unfollow setelah di follow sama akun yang udah saya follow juga. Salah saya apa coba? Hehe

      Delete
  2. Sangat bermanfaat selali Mbak infonya. Saya baru pane cara follow unfollow aja selama sejak pasca ikut BPN akhir 2018.kisah kita mirip. Bedanya malah aku kebalik. Duku anti menampakkan foto diri, sekarang malah mulai berani tampil. Hihi.

    ReplyDelete
  3. Perlu dicoba juga ini.
    Tapi, saya masih memilih yg biasa aja.
    Yg agak aneh itu, DM minta di follow balik, dilakukan, eh di unfollow. Ada beberapa blogger jg yg melakukan hal demikian.
    Senyumin aja.
    Media sosial untuk bersenang2, hal2 lain yg mengikutinya adalah bonus.

    ReplyDelete
  4. Dari semua yang disebutin yang belum aku coba itu ikutan follow loop karena enggak tahu caranya ternyata lumayan ngaruh juga ya. Makasiiiiih infonya

    ReplyDelete
  5. Yang loop ini lagi happening banget, ya. Saya belum pernah coba. Tetapi, kelihatannya memang efektif banget buat menambah jumlah followers

    ReplyDelete
  6. Eh mau juga gabung dong di group folow for folow nya itu. Minta infonya ya. Kabaya saya kudet soal group ini. Terimakasih ya ulasannya sependapat dengan saya.

    ReplyDelete
  7. Aku masih belum keras nih usahanya buat naikin followers hahahaha. Masih males. Kudu belajar nih sama artikel ini

    ReplyDelete
  8. Dari di atas ikut aplikasi yang enggak aku lakukan, ngeri juga loh soalnya makin banyak aja aplikasi yang kita un follow ternyata sudah follow, hiks.. Bingung deh temanku ampe marah. Aku lepas deh aplikasinya.

    ReplyDelete
  9. Penasaran pengen nyoba program loop loop an itu tapi bingung gimana caranya...harus masuk grup dulu kah...

    ReplyDelete
  10. Saya termasuk orang yang susah banget naik follower IG-nya, masa sampe sekarang follower saya belum sampe 2000 :(. Mau coba cara yang dipake Mba Siska ahhh

    ReplyDelete
  11. Hehehe eh kita udah follow2an belum ya mba? Tapi aku ikut group ig pod sih hehehe memang betul okut group support bisa menambah relasi dan follower ya mba.

    ReplyDelete
  12. yang LOOP LOOP itu aku masih takut karena takut kena banned kakak

    ReplyDelete
  13. Kurang lebih sama ya yang dilakukan agar dapat followers banyak, heheeh kalau followers banyak tinggal maintenance agar engangement rate-nya tinggi yaa

    ReplyDelete
  14. Wah terimakasih infonya ya sangat bermanfaat banget buat saya duh jadi malu ma gapteknya mbak

    ReplyDelete
  15. Tosh dulu ah sesama under 10k hehe.. dari beberapa cara nambah follower diatas aku baru rajin follow sesama blogger dan rajin ikut listing sosmed, selebihnya aku belum coba.. masih menimbang plus minusnya nih mba.. jadi sekarang perbaiki konten dulu sama raji follow aja.. bismillah ya.. semoga bisa segera swipe up aamiin

    ReplyDelete
  16. Mau dong ikutan list follow for follow mba gmn caranya gabung grup wa or fb?

    ReplyDelete
  17. Aku belum bernai pakai Loop, padahal efeknya lumayan banget yaa..
    Tapi ini juga yang aku takutkan...uda follow, trus unfollow.
    Kan Gajes banget yaa...

    Huhuu~

    ReplyDelete
  18. Saya melakukan yang ikutan komunitas saling follow itu sih dan yang biasanya saling support utk IW. Nah kalau saling support kan biasanya wajib follow. Tapi emang bener kalau gak difolbek gak usah baper, justru introspeksi diri kali kontennya emang msh kurang bagus ya :D

    ReplyDelete
  19. Aku masih ngandelin follow-followan sesama blogger aja. Dan follow milenial yang seneng internet. Lumayan efektif.

    ReplyDelete
  20. Alhamdulillah sejak rajin ikutan grup grupan aku jg jadi banyak teman blogger yang saling follow followan hehe sekalian silahturami ya sesama blogger

    ReplyDelete
  21. Waah oke banget nih tipsnya mba.. banyak cara memang yaaa untuk add followers

    ReplyDelete
  22. Bertahun2 baru 2k aja followersku hahaha. Banyak sekarang demi job pada beli followers dan sampe sekarang aku sendiri ga minat hehe takut ga berkah.

    ReplyDelete
  23. Iya nih loop loopan membantu meski nggak banyak yang folback
    Entah kenapa ga sampai 50% hasilnya di aku

    ReplyDelete
  24. yang lucu sekaligus ngeselin ada beberapa blogger dan (yg katanya) influencer DM minta folbek, udah di folbek ngga lama dia unfollow aku hahahaha
    yeee situ kece ape...

    ReplyDelete
  25. Kudet sama masalah beginian, main ig pun jarang. Makasih infonya, saya jadi punya pandangan lain.

    ReplyDelete
  26. Aku selama ini pakai copy follower mbak. Lumayan sih naikin follower sampai ratusan. Tapi nggak ribuan gitu juga.

    Aku sering kepoin IG mbak dan penasaran loop itu apa. Cuma karna yang ngadain orang bule, ntar followerku bule semua. Takutnya ntar ngaruh ke engagement. Mereka kan beda bahasa ya sama kita. Sedangkan kita juga butuh follower buat like dan comment juga.

    ReplyDelete
  27. Blh dicoba nih follow bnyk akun trus tggu respon klu yg gk folbek diunfol. Mksh mb infonya...

    ReplyDelete
  28. Oke samaan kita kan aku tahu ide loop salah satunya dari kamu juga sis hihi. Semangat menuju 10K :)

    ReplyDelete
  29. wow, makasih mbak sharingnya. hmmm, aku belum optimal dalam menggunakan instagram euy masih suka-suka. Coba ah ntar mulai diperhatikan lagi deh hehehe untuk memperbaiki konten

    ReplyDelete
  30. Salam kenal mbak Siska
    Alhamdulilah dapet ilmu kece yang bermanfaat lagi pagi ini^^

    ReplyDelete
  31. Salam kenal. Thanks infonya. Bisa dicoba nih 😀

    ReplyDelete
  32. Wah saya udah lama gak posting di Instagram, nanti saya aktif lagi akh.
    Makasih ya kakak sharingnya

    ReplyDelete
  33. Hampir semuanya udah dicoba dan setuju banget sama peran komunitas untuk nambah follower organik ya. Cuma loop nih yang bikin penasaran. Saya belum coba. Mau coba juga ah. Makasi banyak tips ya ya Kak

    ReplyDelete
  34. Wih, Siska kenal sama pembuat komik Tahilalats? (itu menulis nama kecilnya hehe).

    Yaa, memang kalo mau nge-job di medsos juga, ada minimum follower sih jadi kudu mencapai target.

    Semoga segera tercapai "go to 10000 followers-nya" yaa :)

    ReplyDelete
  35. Gak bisa dipungkiri kalo cara mencari duit sekarang udah bergeser ke dunia digital, salah satunya lewat medsos.
    Selamat merambah dunia influencer, Siska

    ReplyDelete
  36. Wuih sampai segitunya ya hahaha
    saya termasuk nda peduli sama followers Instagram sih, lagian memang jarang buka IG
    lebih sering di Twitter karena entah ya, merasa lebih nyaman saja di Twitter.

    akhirnya saya tahu kenapa tiba-tiba akun saya banyak yang follow, tapi tidak berapa lama kemudian semua menghilang dan kembali seperti semula hahaha

    ReplyDelete
  37. Beberapa kali ikut loop2an tapi yaa tetap saja ada akun yang melakukan unfollow setelah di follow. Sedih akutuh. Awal ikut loop follower bisa nambah 400an - 700an eh yang bertahan mungkin sekitar 200an

    ReplyDelete
  38. Saya juga targetku ini bisa sweep up hahaha 🤣. Sudah itu perbaiki ER dengan rajin posting. Semangat kakak

    ReplyDelete
  39. Memang sekarang apa-apa sudah gak sesantai dulu lagi yah!? Sama kayak Siska, dulu saya juga selektif sama followers dan akun instagramnya saya kunci, hehe...
    Sekarang malah punya lebih dari satu akun, satu yang digembok, satu lagi yang memang untuk hore-hore.

    ReplyDelete
  40. iya kak saya juga ikut yang loop2an itu tapi beberapa ada yg unfollow setelah kita follow, jadi skarang lebih sering follow sesama blogger saja yg pasti ga unfollownya

    ReplyDelete
  41. Ada banyak kasus yang seperti ini, "saya juga terpengaruh dengan teman hidup saya yang memang tidak ada minatnya sama sekali dengan medsos. Walau saya akui saya nggak bisa sepenuhnya mengikut jejak suami yang nyaris tidak pernah mengunggah postingan apapun di akun media sosialnya bahkan walau itu hanya sebuah status."

    Kadang jika salah satu pasangan suka medsos dan berinternet, pasangan yang satunya sering kurang mendukung.

    Tapi tips ini sebenarnya banyak membantu jika ingin menambah follower secara cepat dana cepat sekali. Bagus. Pastinya artikel ini paling dicari di google. Selamat, Kak. :)

    ReplyDelete
  42. Semua tipsnya sudah pernah Saya coba Dan emang, it's works. Saya jugaa biasanya langsung folbek kalau yg follow itu blogger. Yaaa Tau sama taulah kalau Kita sama-sama butuh follower dan ER :D

    ReplyDelete
  43. pokoknya kalo mau nambah followers harus rajin2 interaksi dan follow2an dgn sesama pengguna instagram ya kak.. banyak followers, nambah teman juga..

    ReplyDelete
  44. Sangat menarik yah kalau hobi yang dibayar,,Siapa ngak mau.,Mending pilih hobi yang dibayar dari jadi pegawai,Kalau soal followers IG, punyaku masih kurang, mungkin tips di atas bisa membantu, terima kasih tipsnya kak.

    ReplyDelete
  45. Dulu saya mah polos banget, pikir kalau follow seseorang, yang bersangkutan akan senang dan balas follow. Nyatanya?
    Saya kala pertama bikin akun Instagram dan menghubungkan dengan Facebook, beroleh opsi follow teman-teman Facebok yang punya akun Instagram. Saya lakukan semuanya, tetapi hanya sebagian yang folbek. Follower 200 yang gak folbek 100 atau 200 lebih. Kecewanya. Alhamdulillah, dibantu Kak Shirei Shou yang novelis untuk sapu habis yang tidak folbek saya pakai aplikasi Cleaner for Instagram, termasuk akun perusahaan dan yang berkaitan dengan pekerjaan. Ya, sudah.
    Saya juga ikut follow loop dan pernah ngalamin follower 3 ribu ke atas, dan following 5 ribu ke atas. Artinya banyak yang curang main unfollow atau gak folbek, bahkan dari para pencari kesempatan kalau follow loop sedang berlangsung.
    Karena itu saya bikin konsep follow loop yang beda. Mewajibkan pesertanya untuk komit meski sulit juga karena banyak yang tidak kooperatif atau malah pada akhirnya akun admin utama di-unfollow yang sudah pernah jadi peserta. Alasannya hak mereka, tapi saya sebagai orang yang bekerja keras membangun suatu konsep follow loop juga berhak atas komitmen peserta. Ya, sudah. Berdoa saja pada Allah, semoga rezeki berkah dan halal untuk mereka malah beralih ke saya dan teman-teman satu tim admin, ha ha.
    Semoga cita-cita Kak Siska terkabul agar beroleh follower 10 ribu. Saya masih 3 ribuan dan tetap sabar dengan mengadakan acara Indonesia Saling Follow meski pesertanya tidak selalu pasti. Setidaknya setiap 2 pekan sekali kita beroleh puluhan follower dari acara saling follow yang ketat secara bertahap.
    Semoga kerja amal dan bukan jual beli jasa itu berkah serta bertahan lama. Aamiin. Terima kasih sudah bantu Indonesia Saling Follow.

    ReplyDelete
  46. waaahhh ada akun saya di gambar nya hahahaha.
    Saya dulu sering follow sesama blogger, abis follow saya kasih boom like pula, daaan ga sampe 50% yang mau folbek dong.

    Apalagi kalau akun nya biuti blogger, duuhh jangan harap dah difolbek.

    Saya baru bisa difollow biuti blogger gara-gara ikut IW gitu, itupun karena komennya saya batasin, jadi mereka ga lupa follow saya :)

    Meskipun ga semua biuti blogger kayak gitu sih :D

    Saya akhirnya ikut follow loop baru bisa naik pesat meski ER terjun bebas, pokoknya mau kejar target dulu deh, abis itu baru fokus naikin ER :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.