Bukan Sekadar Menjadi Influencer, Ini Pentingnya Followers bagi Blogger.

by - Wednesday, September 04, 2019


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Bukan Sekadar Menjadi Influencer, Ini Pentingnya Followers bagi Blogger. Jujur saja niat saya ketika pertama kali mengejar followers mulai dari rajin ikutan isi list saling follow di  berbagai komunitas blogger, gabung di WAG follow for follow  hingga ketagihan ikut ajang follow loop karena saya pengen dapet job. Yup, saya pengen jadi influencer seperti yang ditekuni oleh teman-teman blogger lainnya. Lagipula blogger profesional zaman sekarang memang dituntut untuk jadi influencer juga, kan?

Buktinya, hampir setiap kali ada tawaran kerja sama terutama untuk sponsored post, dari pihak brand atau agency nggak cuma memberi syarat DA/PA sekian tapi juga menentukan jumlah followers harus sekian K. Atau tidak sedikit pula blogger yang dapat tawaran job seperti halnya influencer. Cukup posting di Instagram saja nggak perlu di blog.

Tak heran kalau sekarang ini banyak blogger yang merangkap jadi influencer. Tentunya, untuk bisa jadi influencer, seorang blogger harus punya buanyaak followers. Thats why, para blogger zaman now berlomba-lomba mengejar followers dengan berbagai cara. Ada yang fokus nambah followers dengan mempercantik konten feed, ada yang dengan jalan minta-minta folbek sampai yang ketagihan follow loop seperti saya pun banyak. Bahkan yang beli followers juga (sepertinya) ada lho.


Yes, ada banyak cara menambah followers, tergantung kita saja mau pake cara yang mana. Yang instan atau organik? cepat atau lama? Mudah atau sulit? Up to you. Nah, karena saya termasuk pengguna instagram yang nggak pinter bikin konten kreatif dan punya prinsip no minta-minta folbek jadi saya lebih suka dengan cara yang ada aturannya, seperti ikutan list saling follow atau ikut ajang follow loop. At least, dengan cara tersebut saya nggak perlu mengemis followers (maaf saya nggak bermaksud menyinggung siapa-siapa) dan pusing-pusing mikirin mau bikin konten menarik seperti apa.


Namun dibanding isi list saling follow, cara menambah followers dengan follow loop itu lebih mujarab lho. Hasilnya juga sangat memuaskan dan tidak membutuhkan waktu lama. Bayangkan saja, semenjak saya mulai ikutan isi list saling follow yang biasa diadakan di grup atau WAG komunitas blogger, followers saya baru bertambah 1K setelah berbulan-bulan. Tapi dengan rajin ikut follow loop, followers instagram saya bisa bertambah 1K hanya dalam waktu sepekan.

See! Dalam tiga bulan terakhir belakangan ini, jumlah followers saya meningkat drasstiss. Dari yang awal ikutan follow loop, jumlah followers saya baru 2K dan sekarang sudah mencapai 8,5K. Lantas apakah dengan jumlah followers segitu saya sudah menjadi influencer?

Mengenal Istilah Influencer 


gambar : smartdatacollective.com

Baiklah sebelum lanjut, saya pengen bahas sedikit dulu tentang influencer. Ya kali, barangkali saja masih ada pembaca Kamar Kenangan ini yang belum kenal dengan istilah influencer. Saya pun belum lama ini baru tahu istilah tersebut, hehe. Maklum, kemarin-kemarin saya nggak terlalu eksis di medsos. Eh, sampai sekarang pun sebenarnya masih nggak terlalu eksis juga sih, wong posting di feed Instagram jarang, muncul di story instagram juga hanya sekali-kali.

So, apa itu influencer?

Influencer sendiri berasal dari kata influence yang artinya mempengaruhi. Jadi kalau diartikan influencer adalah orang yang dapat mempengaruhi. Nah, akhir-akhir ini istilah influencer memang semakin menjamur seiring dengan meningkatnya pengguna media sosial.

As we know, zaman sekarang orang-orang lebih tertarik pada media sosial. Apalagi anak-anak zaman now, hobinya kalau bukan nonton youtube ya scroll konten-konten menarik dari akun yang mereka follow di Instagram.

Alhasil, banyak pebisnis atau brand tertentu yang melirik media sosial, terkhusus instagram untuk memasarkan produknya. Pastinya kamu sudah sering lihat kan para artis atau selebgram yang memposting (endorse) berbagai produk di feed Instagramnya.

Nah, istilah influencer ini lekat dengan orang-orang yang punya banyak followers di akun media sosialnya, baik itu selebgram, youtuber maupun blogger. Kenapa? Karena mereka dianggap punya pengaruh yang kuat terhadap followersnya, sehingga apa yang mereka lakukan, sampaikan dapat menginspirasi followersnya. Bahkan mereka pun dapat mempengaruhi followersnya untuk membeli atau menggunakan produk yang sama dengan produk yang mereka posting di feed.

That’s why, para influencer sering mendapatkan tawaran job atau kita kenal dengan istilah endorse dari berbagai brand atau agency tertentu karena itulah salah satu strategi mereka. Melibatkan influencer dalam memasarkan atau mengiklankan produknya. Sampai di sini sudah paham ya?

Jadi karena followers saya sudah banyak, sudah mencapai 8K gitu, saya sudah bisa dikatakan influencer dong. Eiits tunggu dulu, untuk jadi influencer sebenarnya bukan cuma modal followers doang lho, tapi juga harus punya pengaruh yang kuat. Lha memangnya kamu yakin sudah bisa mempengaruhi followersmu?

Apakah Saya Pantas Menjadi Influencer?


gambar : oberlo.com

Menjadi
influencer itu tidak mudah lho. Selain modal followers banyak kita juga kudu berani tampil di depan kamera, bisa menghasilkan foto produk yang bagus dan yang paling penting mampu meng-influence plus menginspirasi followers kita. Sanggup?

Pada akhirnya setelah memahami benar apa itu influencer saya langsung mengurungkan niat. Apalagi setelah melihat aktivitas teman-teman yang terjun di dunia influencer. Mereka harus mengunggah foto maupun video yang jelas-jelas tidak hanya menampakkan produk (endorse) yang mereka gunakan melainkan juga wajah mereka. Sementara you know? saya tidak bisa memposting seperti apa yang mereka posting. Bagi pengikut saya di Instagram, atau yang pernah cek feed akun IG @siskadwyta pastinya tahu saya tidak pernah mengunggah foto yang jelas-jelas menampakkan wajah saya di sana.

Yap, saya punya komitmen dalam bermedia sosial. No posting gambar yang jelas-jelas menampakkan wajah. Bukan karena minder, nggak pede dengan wajah sendiri atau apalah alasannya. FYI saja nih, justru feed saya dulu dipenuhi dengan foto-foto selfie lho,  sampai akhirnya saya merasa ada yang salah dengan foto-foto yang saya pajang itu. Ah, saya hanya merasa tidak seharusnya saya memamerkan wajah di media sosial dan membiarkan banyak lelaki ajnabi bebas memandangnya. Terlebih lagi, setelah menikah suami juga tidak mengijinkan saya untuk memposting foto yang menampakkan wajah di media sosial.


Baiklah, tidak mungkin hanya gegara ingin jadi influencer saya sampai harus melanggar komitmen dan ijin dari suami.  But you know what, di kala saya telah mengurungkan niat, di saat saya merasa orang-orang yang punya komitmen sama seperti saya tidak cocok jadi influencer saya justru menemukan sosok influencer inspiratif yang tetap kebanjiran even dia tidak lagi memposting foto atau video yang menampakkan wajah di akun Instagramnya. Siapakah gerangan sosok influencer inspiratif yang saya maksud itu?

Sosok Influencer Inspiratif Itu Bernama Rhily Zoro 


gambar : @rhilyzoro

Ada yang sudah kenal dengan sosok Rhily Zoro atau jangan-jangan saya saja
nih yang baru kenal dengan influencer yang satu ini. Padahal nama Rhily Zoro cukup terkenal di dunia influencer, termasuk juga dunia modelling tapi ah kenapa saya baru kenal Rhily sekarang ya. Kemana saja saya selama ini?

Jadi pertama kali kenal nama Rhily Zoro bermula ketika saya tertarik dan meng-klik link artikel dari sociabuzz  berjudul “8 Selebgram Mom Indonesia yang Hits”  yang pernah di-share salah satu member di WAG 1Minggu1Cerita beberapa waktu lalu.

Nama Rhily Zoro berada di urutan pertama dan keterangan yang tertulis di sana menyebutkan bahwa “Rhily tidak pernah memberikan potret wajahnya secara langsung di Instagram” benar-benar bikin saya seketika excited pengen kepoin mom dua anak ini lebih jauh. Cuss saya segera menuju akun Instagramnya dan tanpa pikir panjang langsung saya follow dong.

Dari akun instagramnyalah baru saya tahu, selain menjadi influencer atau selebgram, Rhily juga adalah seorang blogger lho. Tentu, lebih muda bagi saya untuk mengenal lebih dekat sosok Rhily di blognya ketimbang postingan-postingannya di feed Instagram.

Benar saja, saat blogwalking ke blognya saya menemukan apa yang paling ingin saya tahu dari kehidupan Rhily. Apa itu? Perjalanan hijrahnya. Rhyli ini seorang influencer lho, mantan model pula bahkan pernah mendirikan agensi model muslimah, jadi sudah pasti dulunya dia juga sering posting wajah di media sosial.

Ya kali, karena saya baru kenal Rhily setelah postingan-postingan di Instagramnya kini tidak lagi menampakkan wajah, atau kalau ada yang tampak pun sengaja di-blur jadi saya penasaran banget apa yang membuat influencer yang sudah memiliki followers lebih dari 38K ini memutuskan untuk tidak lagi posting wajah di akun media sosialnya. Secara influencer/selebgram yang tidak posting wajah di medsos itu langka sekali.

Rasa penasaran saya akhirnnya terjawab setelah membaca kisah perjalanan hijrah seorang Rhily Zoro di blognya lewat postingan berjudul,  Inikah Hijrah? Inikah Hijrah? (2) ; Muslimah dan Modeling dan Kenapa Di Blur?

Maa syaa Allaah kisah hijrahnya begitu menyentuh dan menginspirasi.  Saya tahu benar betapa memutuskan untuk tidak menampakkan potret wajah di media sosial bukanlah perkara yang mudah. Terlebih bagi sebagai perempuan yang hasratnya memang doyan eksis.

Sulit. Sangaat sulit. Saya bahkan sempat mengalami pergolakan jiwa sebelum benar-benar menghapus semua postingan di media sosial saya yang menampakkan wajah. Kalau bagi perempuan yang tidak terkenal seperti saya saja itu merupakan keputusan yang beraaat apalagi bagi seorang selebgram. Rhily sampai meninggalkan dunia modeling di saat karirnya itu mulai melejit.

Padahal dunia modeling yang dia tekuni adalah model muslimah, agensi model yang dia dirikan bersama dua sahabatnya juga merupakan agensi model muslimah, lantas apa yang salah dengan itu? Kenapa Rhily sampai meninggalkan dunia tersebut?

Saya tidak akan menguraikan jawaban terkait alasan kenapa Rhily sampai meninggalkan dunia modeling, kamu bisa mendapat jawabannya langsung dengan membaca kisah hijrah yang dituangkan Rhily di blognya (linknya nanti saya kasih di bawah). Kisahnya benar-benar menginspirasi, you must read it.

Yang pasti alasan Rhily saat memutuskan tidak ingin lagi posting wajah di media sosial serupa dengan alasan saya. Karena kami tidak ingin terkena penyakit ain, karena kami tidak ingin terkena fitnah, karena kami tidak ingin menampakkan apa yang tidak seharusnya kami tampakkan secara bebas terlebih kepada lelaki yang bukan mahram kami. Karena kami sendiri belum mampu menjaga hati-hati kami agar sepenuhnya bersih dari penyakit-penyakit hati, apalagi menjaga hati-hati orang lain.

Baca juga : Ada Apa Dengan Sefie?

Baiklah, komitmen untuk tidak posting wajah di medsos memang membatasi ruang gerak kami. Thats why saya sempat mengira, profesi sebagai influencer itu nggak cocok bagi muslimah yang punya komitmen sama seperti saya. Tapi nyatanya? See! Rhily Zoro adalah seorang influencer dan dia tetap kebanjiran job/ menerima endorse sekalipun saat ini dia tidak lagi posting wajah di feed instagramnya.

Jadi siapa bilang orang yang punya komitmen no posting wajah di medsos nggak cocok jadi influencer?

Ya kali, Rhily kan sudah terkenal dari sononya, mantan model pula, fans alias followersnya juga banyak mencapai puluhan ribu, jadi wajar-wajar saja sekalipun kini dia sudah hijrah tawaran job masih berdatangan. Lha kalau kamu? Terkenal tidak, bukan mantan model, followers juga baru seupil trus ngarep bisa jadi influencer seperti Rhily Zoro yang meski nggak posting wajah bisa tetap dapet job?

Nah, itu dia, niat awal saya waktu pertama kali mengejar followers memang ingin jadi influencer tapi sekarang mah tidak lagi. Toh, saya telah lama mengurungkan niat untuk jadi influencer sekalipun sampai sekarang saya masih rajin ikut ajang yang bisa menambah followers seperti follow loop. For what?

Ini Pentingnya Followers bagi Blogger 


gambar : querciacb.info

Sejujurnya bila dibanding blog dengan media sosial lainnya, saya lebih suka eksis di blog. But you know-lah untuk jadi blogger profesional zaman sekarang, kita juga dituntut untuk eksis di medsod, paling tidak harus punya banyak followers. Itulah sebabnya semenjak aktif kembali ngeblog dan berminat terjun ke dunia blog yang lebih profesional saya mulai aktif pula di medsos, terutama instagram.

Padahal aselinya saya bukan orang yang suka eksis. Apalagi setelah menikah. Dulu-dulu mana peduli saya dengan jumlah followers, likes maupun comments yang masuk di postingan medsos saya. Kalau follow orang pun nggak asal, tapi pilih-pilih. Yang pasti saya cuma tertarik follow akun-akun tertentu saja. Itupun setelah saya menelusuri isi feed dari akun yang akhirnya saya follow itu. Makanya tak heran kalau dulu waktu followers and following  saya masih sedikit saya bisa mengenali akun-akun yang saya follow walau kenalnya sebatas lewat feed.

Bahkan saya sampai punya pemikiran untuk mengenali akun yang ingin kita follow, selain isi feed instagramanya kita kudu liat juga siapa-siapa saja following-nya. Pastinya kalau akun tersebut adalah akun yang baik, nggak mungkin dia bakal follow akun yang aneh-aneh. Ya kurleb pemikiran saya ini samalah dengan apa yang pernah disabdakan Nabi berbelas abad silam. Kalau ingin mengetahui tentang seseorang, liat dengan siapa dia berteman.

Nah, dulu sebelum menikah, list following saya dominan akun-akun olshop, akun-akun dakwah, plus akun-akun yang berkaitan dengan jodoh dan pernikahan. Kemudian bertambah akun-akun bertema parenting, kehamilan, asi dan mpasi setelah saya menikah. Jadi dari list following saya itu setidaknya bisa ditebak sedikit saya orangnya seperti apa.

But now? Mau menebak saya dari list following yang kini mungkin sudah didominasi  oleh akun-akun bule dengan konten feed mereka yang kebanyakan seksi-seksi ya susaaah. Apalagi yang tidak tahu kalau saya follow akun-akun bule itu karena ikutan ajang follow loop. Yip, saya akui semenjak ikut ajang loop, following saya nggak organik lagi. Followers yang saya dapatkan juga demikian.

Toh, banyak blogger yang mengejar followers dengan cara ini juga, termasuk blogger senior lho walau tidak sedikit pula yang ogah ikutan follow loop karena hanya ingin mendapatkan followers secara organik.

Apapun itu, asal kita mengejar followers dengan cara yang thayyib dan halal ya saya pikir sah-sah saja. Lagipula bagi seorang blogger, followers memang penting, kan?

Sekalipun tak dimungkiri rata-rata blogger mengejar followers hanya karena ingin menjadi influencer atau mendapat tawaran job. Saya pun awalnya demikian namun belakangan baru saya sadari bahwa arti followers bagi seorang blogger lebih dari sekadar itu.

Seperti halnya pihak brand atau agency memanfaatkan para influencer (baca : orang yang punya followers banyak) untuk memasarkan produknya di akun medsos maka sebagai blogger kita semestinya juga bisa memanfaat medsos untuk mempromosikan postingan-postingan yang ada di blog kita. Setidaknya promosi blog post kita akan lebih luas jangkauannya ketika kita memiliki followers yang banyak.

Hayoo blogger mana sih yang nggak pengen punya minimal 1000 pengunjung per hari. Terutama blogger yang sudah terdaftar jadi publisher adsense. Tentunya punya pengunjung sebanyak itu tiap harinya sangat menguntungkan sekali.

Intinya punya followers banyak di medsos itu penting sekali bagi blogger karena dapat menunjang aktivitas kita dalam mempromosi blog. Ya, kemungkinan besar trafic blog kita bakal meningkat kalau kita punya followers yang banyak. Oya, followers yang saya maksud di sini bukan cuma dari Instagram saja ya tapi followers dari media sosial lainnya juga termasuk blog itu sendiri karena saya pribadi juga suka blogwalking ke blog  yang sudah saya ikuti.

Nah, instagram sendiri menyediakan fitur khusus bagi penggunanya yang memiliki followers 10K ke atas. Namanya fitur sweep up, yakni fitur dimana kita bisa pasang link hidup di insta story kita. Tentunya, fitur ini cucok banget untuk para blogger dalam mempromosikan blognya.

Jadi ingat, waktu pertama kali tahu ada fitur sweep up di Instagram saya bersemangat sekali sampai googling bagaimana cara untuk mengaktifkannya. Ternyata oh ternyata fitur ini baru bisa diaktifkan setelah followers kita minimal mencapai 10K. Saat tahu aturannya seperti itu rasanya mustahil banget saya bisa mengaktifkan fitur tersebut. Namun rasa mustahil itu kini menjelma keniscayaan berkat ikut ajang follow loop.

Yup, kalau ada yang tanya kenapa sampai sekarang saya masih gigih mengejar followers dengan cara ikut ajang follow loop sekalipun tujuan saya bukan lagi ingin menjadi influencer, maka fitur sweep up itulah jawabannya.

Kalau tujuan kamu mengejar followers buat apa? Atau apa arti followers menurutmu? Share yuk jawabannya dii kolom komentar😊

Salam,

@siskadwyta

NB : yang ingin baca kisah hijrah Rhily Zoro silakan kepoin blognya https://rhilyzoro.wordpress.com/, terutama di postingannya yang berjudul Kenapa di Blur? , Inikah Hijrah? , Inikah Hijrah? (2) : Muslimah dan Modeling

You May Also Like

21 comments

  1. Tujuan awal saya butu follwer bayak demi memenui syarat job yang mengharuskan punya sekian follower.
    Ikut ajang follow loop bagis, kok, kita tal perlu ngemis follow.Tetap semangat semoga bisa beroleh 10K, ya. Saya mah masih jauh dari target karena hanya fokus pada satu follow loop saja, follow loop milik kita: Indonesia Saling Follow.

    ReplyDelete
  2. Rhily zoro luar biasa yaa
    Hidayah itu sungguh mahal harganya

    ReplyDelete
  3. Ahahaha, soal follower emang seru buat dibahas ya, dan ngga ada habisnya. Bagi mereka yang serius mau profesional terjun di duna influencer memang mesti nggak boleh kendor deh dalam kejar follower, semangat mba

    ReplyDelete
  4. haha follower IG ku dari dulu masih 2K aja nggak nambah-nambah.
    Ternyata beda ya isi list saling follow dan follow loop itu? kirain sama :)

    ReplyDelete
  5. Follower tentu penting bagi saya. Karena memangs ekarang seperti udah sepaket. Tetapi, saya juga gak mau terlalu maksa mengejar follower dan berakibat gak fokus ke mana-mana. Di antara semuanya, saya tetap lebih suka ngeblog

    ReplyDelete
  6. Wah..iya ya..saya juga penasaran dg fitur swipe up itu, tapi merasa minder duluan karena follower masih sak uprit..hehe.. Jadi makin semangat cari follower biar bisa promo blog lebih gencar. Hehe..

    ReplyDelete
  7. Ulasan yang sangat menarik. Btw mau dong gabung di group tambah follower gitu hehehe ...
    Kemarin sempat ikut, naik gunung sepuluh hari diperkirakan fakir sinyal, izin keluar deh. Sekarang mau mulai ikutan lagi buat nambah folower hehehe

    ReplyDelete
  8. Senang banget baca tulisan mbak siska tentang follower, kalau ditanya tujuan untuk menaikkan follower salah satunya agar naikkan rate card hahaha. Tapi sebenarnya bingung juga kalau semakin banyak follower kan buat konten juga harus rapi dan tidak asal. Semoga kelak bisa konsisten aja di media sosial mbak. Menaikkan traffic blog juga salah satu follower IG banyak dengan metode sweep up tersebut.

    ReplyDelete
  9. Masya Alloh, salut bgt sama keyakinan Mba Rhili, tidak menampakkan wajahnya di umum.. Merasa tersindir n mau muhasabah.. Tks sharingnya ya Mba. Aq merebes mili

    ReplyDelete
  10. Aku gemes kakak, followerku naik turun ahhaha sebel deh
    Tapi ya bersyukur perjuangan follower lumayan. Tapi pengen bisa swipe up hahaha
    harus lebih gigih cari follower

    ReplyDelete
  11. Saya baru tahu Rhily Zoro setelah naca artikel ini dan sungguh kagum saya akan keputusannya itu.soal followers saya tidak terlalu ngoyo,ikut saling follow loop hanya beberapa kali. Moga segala urusan kita dilancarkan ya mba, Insaallah kalau niatnya positif akan selalu ada kebaikan mengiringi

    ReplyDelete
  12. Waah jadi penasaran tentang proses hijrah Rhily. Kalau jadi influencer itu juga perlu fokus ya mbak. Saya dulu rajin, tapi setelah anak sekarang sekolah n fokus antar jemput, dan punya bayi, saya jadi agak sulit ngatur waktunya. Hehe. Salam kenal ya mba. Follow loop itu pernah sy ikut tp sy gak ngerti gmn proses nya. Boleh kak kalau nulis tentanh follow loop saya ingin tahu
    Makasih

    ReplyDelete
  13. AKu...emm, enggak ngejar follower.
    Entah kadang kebayang, aku posting untuk keperluan pekerjaan. Kalau yang diminta follower sekian ribu, dan aku belum masuk, anggep aja masih belum rejeki.
    Hehhee...
    anaknya gak ngoyo siih...walau kadang kepikiran juga siik...pengiin kaya temen-temen yang lain, bisa dapet job bejibun.

    MashaAllah~

    ReplyDelete
  14. Rhily Zoro hihihi kayanya aku yang kuper deh mbak, baru tau setelah baca postingan ini. Sering lihat nih seliweran follow loop macam ini tapi aku belum pernah ikutan

    ReplyDelete
  15. Bagi saya justru dengan banyaknya followers semaki berat tanggung jawab kita nanti karena takut2 postingan kita salah dan berujung dosa lalu diikuti followers.

    ReplyDelete
  16. Well noted, setiap orang bisa jadi inluencer yang dapat menggerakan orang lain untuk bisa mengajak yan arah yang lebih baik.. influencer yang hanya moda wajah cantik kok.. yang penting konten yang disajikan itu menarik dan banyak yang suka.. maka itu followernya banyak

    ReplyDelete
  17. Duh, saya termasuk yang santai banget soal followers nih. Sedapetnya aja, nggak sampai kejar-kejaran. Kalau memang belum rejeki, ya sudah memang mungkin itu jatah orang lain. Buat saya mungkin udah disediain sendiri hihii.. gitu aja sih

    Soal eksistensi ya, meskipun tidak menampakkan wajah, tetep aja sih posting badan. Itu juga eksis kan namanya. Saya no further comment kalau membahas persoalan ini deh heheee.. kadang ada yang tidak membahas soal hakikinya hijrah itu sendiri, bukan hanya tampilan yang terlihat.

    ReplyDelete
  18. Wah saya juga termasuk yang kudet ini ya Saya nggak tahu rilly zoro. Dan hanya follow beberapa orang blogger

    ReplyDelete
  19. Aku sampai sekarang nggak terlalu memperhatikan followers, kalau mau follow monggo.. Nggak follow juga monggo...

    Emang gak bakat jadi influencer sih. Hahahaha

    ReplyDelete
  20. Sedih banget kadang kalau ada yang nyinyir misal kita giat mencari follower padah bukan karna kita gila popularitas tapi ya memang dibutuhkan ya

    ReplyDelete
  21. Aku sering lihat teman-teman ikutan follow loop, Mbak. Bahkan aku sering dimention juga. Entah kenapa aku tidak tertarik. Malahan sudah hampir sebulan aku belum update feed instagramku. Aku nggak tahu ini aku yang kuper, terlalu slow, atau gimana. Mengalir sajalah. Aku selalu percaya akan selalu ada rezeki dari Allah asal kita mau ikhtiar dan tawakal.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.