SmgmMPcj7P3P6Iq3b9lFutQl5bwb5f2X0nL3ktD5

Begini Caranya Agar Konsisten Menulis Postingan Organik

by - 25 Januari

cara konsisten menulis postingan organik, tips menulis postingan organik
Gambar : freepik
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Blog dengan tagline Kamar Kenangan ini mulai saya monetize tahun lalu. Otomatis ketika di-monetize, postingan yang ada di Kamar Kenangan ini tidak lagi sepenuhnya organik. Ada beberapa postingan yang merupakan artikel titipan (content placement), ada juga postingan yang saya tulis karena disponsori oleh brand/agency tertentu (sponsored post).

Tidak sulit sebenarnya membedakan mana yang merupakan postingan organik di blog ini dan mana yang bukan. Apalagi kalau kamu juga seorang blogger yang sudah sering menerima tawaran kerjasama baik dalam bentuk content placement maupun sponsored post. Namun bagi yang blognya belum di-monetize pasti masih bertanya-tanya.

Itu juga yang saya alami waktu baru kembali terjun di dunia blog setelah sekian lama hiatus. Yup, saya sempat heran saat blog walking dan menemukan banyak blogpost yang isinya mempromosikan berbagai macam produk. Bingunglah saya, blog apa ini kok isinya iklan semua *eh.  

Belakangan, setelah mengenal istilah monetize blog, barulah saya tahu kalau postingan-postingan yang isinya mengandung bahasa iklan tersebut adalah postingan bersponsor. Karena ada postingan bersponsor berarti ada pula postingan tidak bersponsor. Postingan tidak bersponsor inilah yang lebih dikenal dengan sebutan postingan organik.

Baca juga Ingin Jadi Part Time Blogger, Tiga Hal Ini yang Menjadi Pertimbangan Saya

Apa itu Postingan Organik?

Jika berbicara tentang organik, apa-apa saja yang terlintas di pikiranmu? Pupuk, sampah, sayuran, makanan, bahan pangan, dsb. Hal-hal seperti itu kan yang biasa dikaitkan dengan kata organik. Bahkan jika merujuk pada KBBI, kita juga akan mendapat pengertian serupa.

Or·ga·nik ; berkaitan dengan zat yang berasal dari makhluk hidup (hewan atau tumbuhan, seperti minyak dan batu bara); 2 berhubungan dengan organisme hidup: kimia.

Lho kok artinya kayak gitu? Well, mungkin ada juga yang bingung dengan istilah postingan organik setelah mengecek sendiri arti kata organik di KBBI. Jadi ingat waktu ingin ikut program Thematic Organic BlogPost (TOB) yang diadakan Komunitas Mom Blogger Community saya juga sempat bingung dan bertanya-tanya apa itu postingan organik? Seperti apa postingan organik itu? Saya sampai googling ke sana ke mari tapi nggak dapat jawaban yang memuaskan, hehe.

Waktu itu saya baru aktif kembali ngeblog dan istilah postingan organik memang masih asing di telinga saya. Apalagi seingat saya, dulu isi blog para blogger memang organik semua, kan? belum ada yang bersponspor. So far, barangkali karena makin maraknya postingan bersponsor sekarang ini sehingga muncul pula istilah postingan organik yang ditujukan untuk postingan non sponsor.

Jadi secara harfiah organik adalah sesuatu yang berasal dari makhluk hidup namun kita juga bisa artikan organik sama dengan alami, asli, tidak tercemar, murni, dan lain-lain. Jadi yang dimaksud dengan postingan organik di sini adalah postingan yang murni berasal dari si empunya blog. Postingan organik ditulis biasanya atas kemauan dan inisiatif blogger sendiri. Seperti postingan yang sedang kamu baca saat ini ditulis atas inisiatif saya sendiri, tidak ada yang men-sponsori, hehe.

Mengapa Blogger Perlu Konsisten Menulis Postingan Organik?

Gambar : Freepik
Saya pertama kali mendapat job sponsored post akhir tahun 2018, kemudian setelah benar-benar serius me-monetize blog, perlahan namun pasti tawaran kerja sama dengan siskadwyta.com mulai berdatangan. At least, lumayan penghasilan yang saya dapatkan dari blog ini di tahun 2019 kemarin. Meski bila dibandingkan dengan penghasilan blogger lain yang blognya sudah lama dimonetisasi jelas penghasilan saya masih tidak ada apa-apanya.

Eniwei, job sponsored post yang saya dapatkan di tahun pertama blog ini di-monetize mungkin terbilang masih sedikit (even bagi saya sekitar 30 artikel sponsored post itu sudah termasuk banyak) apalagi rata-rata tiap bulannya saya hanya menerima 1-3 postingan berbayar sehingga saya masih sempat menulis banyak postingan organik tahun lalu. Jumlah postingan organik saya di 2019 bahkan mencapai 100 lebih.

Baca juga Kamar Kenangan in Blog Review (2019)

Menghasilkan banyak postingan organik bukan hal yang baru sih bagi saya. Toh, sebelum dimonetisasi Kamar Kenangan ini sudah terisi dengan berbagai postingan organik atau yang sering disebut konten personal. Cuma bedanya, postingan organik saya dulunya didominasi dengan curcolan yang nggak jelas dan unfaedah. But now? Masih sering curcol juga kok, tapi  saya berusaha menulis curcolan yang berfaedah, yang sifatnya informatif dan setidaknya bisa menginspirasi siapa saja yang membacanya. 

Bahkan sejujurnya saya lebih enjoy menulis postingan organik ketimbang postingan yang ada embel-embel sponsornya. Meski tidak munafik, saya, seperti halnya blogger lain juga ketagihan dengan yang namanya postingan berbayar. Menurut saya itu manusiawi, wajar!

Yup, siapa sih yang nggak hepi bila hobinya bisa menghasilkan uang. Apalagi aktivitas ngeblog bagi saya bukan sekadar hobi melainkan sudah menjadi passion. Saya sangat menikmati rutinitas harian saya yang ditengah-tengah kesibukan mengurus suami, anak-anak pun selalu menyempatkan diri untuk ngeblog, meski dengan ada dan atau tidak adanya job sponsored post. Lagipula tujuan utama saya ngeblog bukan semata-mata untuk mengejar pundi-pundi rupiah.

Makanya, dibanding postingan berbayar, postingan organik atau konten personal tetap menjadi prioritas utama bagi saya. Jadi ada tawaran kerja sama berupa artikel titipan maupun artikel bersponspor atau tidak dengan blog ini, postingan organik harus tetap jalan. Jangan sampai karena ketagihan dengan postingan berbayar kita jadi terlena sampai melupakan tujuan awal kita ngeblog.

Jika tujuan awal kita ngeblog memang karena uang, ya nggak masalah sih kalau isi blog kita penuh dengan iklan. Tapi kalau tujuan awal kita karena hobi, passion, rasanya sayang sekali jika blog yang sebelumnya dipenuhi dengan postingan-postingan organik itu kini sudah menjadi seperti etalase toko.

Baca juga Tiga Alasan Mengapa Ibu Rumah Tangga Perlu Ngeblog?

Maaf saya tidak bermaksud menyindir siapa pun, tapi memang faktanya fenomena blogger zaman sekarang seperti itu, kan? Hanya muncul dengan postingan-postingan terbaru berupa job sponsored post. Apa rata-rata blogger zaman sekarang memang hanya mau menulis jika ada yang mensponsori?

Padahal meski blog personal kita sudah dimonetisasi, postingan organik tetap diperlukan. For what? 

Bersenang-senang

Poin ini khusus buat kamu yang memang sejak awal ngeblog karena hobi, yang sebelum blogmu dimonetisasi isinya organik semua. Melihat blog kamu yang sekarang isinya lebih didominasi dengan postingan bersponsor, kira-kira kamu ngerasa ada yang hilang nggak? Coba deh jujur dengan diri kamu sendiri.

Well, secara tidak langsung saya kerap mendengar curcolan para blogger yang mengaku tidak lagi menikmati aktivitas blogging seperti yang dirasakannya sebelum blognya dimonetisasi.

Ya, gimana bisa menikmati kalau ngeblognya hanya karena tuntutan pekerjaan. Sesibuk apa pun, blogger profesional juga tetap butuh hiburan, kan? Maka sesekali atau kalau perlu sesering mungkin menulislah postingan organik untuk bersenang-senang.

Meningkatkan pengunjung organik

Mengharapkan pengunjung organik datang dari postingan bersponsor saja nggak cukup. Justru kebanyakan postingan organik lho yang mengundang banyak pengunjung organik mampir ke blog kita.

Misal nih kamu pengen cari informasi terkait MPASI trus kamu cari di Google dengan kata kunci "cerita mpasi", maka muncul postingan-postingan terkait yang direkomendasikan Google. Pastinya kamu mengutamakan memilih postingan yang muncul di halaman pertama, kan?

Salah satu postingan yang ada di halaman pertama Google dengan kata kunci cerita mpasi adalah Cerita MPASI Zhafran 6 Bulan; Belajar Makan. Ketika kamu klik link postingan tersebut maka otomatis kamu terhitung sebagai pengunjung blog ini, hehe.

Jadi yang dimaksud pengunjung organik di sini adalah pengujung yang mencari informasi atau artikel tertentu di Google atau search engine lainnya dengan mengetik keyword tertentu. Mesin pencari kemudian akan merekomendasikan beberapa laman web/blog sesuai keyword yang kita cari.

Nah, laman web/blog yang direkomendasikan Google atau mesin pencari lainnya di halaman pertamalah yang memiliki peluang besar mendapatkan banyak pengunjung organik. Kualitas blog kita tentu akan meningkat seiring meningkatnya pengunjung organik. Itulah sebabnya para blogger berlomba-lomba membuat konten yang bisa menduduki page one dengan menerapkan teknik SEO.

But jujur nih, saya masih awam dengan teknik SEO, jadi yah saya kalau buat postingan blog asal nulis saja, melakukan riset kata kunci pun tidak. Tapi alhamdulillaah ada beberapa postingan saya yang berhasil nangkring di halaman pertama Google (termasuk cerita mpasi Zhafran) dan itu adalah postingan organik.

Tidak mengecewakan pengunjung setia blog kita

Pengunjung blog kita bukan hanya mereka yang meninggalkan jejak. Yang tidak meninggalkan jejak dengan komentar itu juga termasuk pengunjung blog lho. Dan bukan tidak mungkin selama ini kita punya pengunjung yang setia membaca postingan-postingan organik kita di blog hanya saja mereka jarang atau bahkan tidak menampakkan diri sama sekali.

Tentu, mereka pastinya akan kaget jika mendapati blog yang suka mereka kunjungi sebelumnya berisi konten-konten personal kini telah dipenuhi dengan berbagi konten berbau iklan/promosi. Bukan cuma kaget, bahkan sebagai pengunjung setia blog kita, mungkin mereka pun merasa kecewa dan memutuskan tidak kembali lagi karena tidak menemukan postingan organik yang diharapkan. Ya, jangan sampai karena terlalu larut dengan postingan berbayar kita sampai luput dan mengecewakan pengunjung yang kerap menantikan tulisan-tulisan personal kita

Oke, setidaknya tiga hal di atas sudah cukup menjadi alasan mengapa sebagai blogger yang sering kebanjiran job postingan bersponsor, kita perlu untuk tetap konsisten menulis postingan organik. Kalau kamu punya tambahan alasan lain bisa share di kolom komentar ya.

Gimana Sih Caranya Agar Konsisten Menulis Postingan Organik?


Gambar : Freepik
Lalu bagaimana caranya agar kita bisa konsisten menulis postingan organik? Menurut saya, tidak ada cara lain selain kita sendiri yang harus memulai untuk menulis. Menulis apa saja yang ingin kita bagikan di blog, entah berupa curcol, pengalaman, pikiran, perasaan, whatever selama itu baik.

Apalagi yang namanya menulis postingan organik sebenarnya mudah banget. Nggak ada aturan yang terikat. Kita bebas cari ide dimana saja, kita berhak menulis sesuka hati. Nggak sama seperti menulis postingan yang disponsori. Ada brief yang harus kita ikuti dan ada jadwal deadline yang harus kita kejar.

Jadi sebenarnya menulis postingan organik itu nikmat sekali, malah lebih nikmat dibanding menulis postingan bersponsor sekalipun tidak menghasilkan uang. Etapi perasaan nikmat ini hanya bisa dirasakan oleh kamu yang memang sudah menjadikan aktivitas blogging sebagai bagian dari passion.

Meski demikian tak dimungkiri, namanya konsisten itu selamanya nggak mudah. Sulit memang tapi bukan berarti tidak bisa, kan? Jadi sebelum memulai menulis jangan lupa hadirkan niat yang ikhlas dalam hati kita. Dalam artian kita hendak menulis dengan ikhlas, bukan karena paksaan atau tuntutan apa pun. Lalu tanamkan tekad dan komitmen yang kuat. 

Kalau perlu pasang target, minimal dalam sepekan berapa jumlah postingan organik yang harus bisa kita hasilkan? Atau paling tidak jumlah postingan kita setiap bulannya kudu sebanding dengan jumlah postingan bersponsor, jangan sampai kurang. Jika bisa melebihi malah lebih bagus lagi. Intinya jangan biarkan blog kita isinya iklan semua. Setidaknya postingan organiklah yang harus mendominasi.

Kalau kamu sudah melakukan cara-cara di atas namun masih belum bisa konsisten juga, tenang! Kadang mengandalkan diri sendiri saja tidak cukup, kamu masih butuh support dari luar. Tahun lalu saya mampu menghasilkan lebih dari 100 postingan organik itu karena semangat yang saya dapatkan dari 'lingkungan' sekitar. Kalau nggak ada dukungan seperti itu, menulis nyampe 100 postingan organik pun nggak kali ya.

Boleh dibilang berada dalam lingkungan yang mendukung kita agar konsisten menulis postingan organik termasuk cara yang sangat ampuh. Saya sudah membuktikannya sendiri. Kamu mau coba? Silakan lakukan cara-cara berikut ini;

Terima tantangan menulis dari berbagai komunitas blogger

Kalau kamu mau tahu apa rahasianya sehingga tahun lalu saya bisa menghasilkan lebih dari 100 postingan organik, ini jawabannya. Yup, tahun lalu saya lumayan rajin menerima tantangan menulis dari berbagai komunitas blogger yang saya ikuti. 

Ada 4 tantangan menulis yang saya terima sepanjang tahun 2019 kemarin, yakni SETIP (Sepekan Tiga Postingan) selama tiga bulan berturut-turut (Februari-Maret) yang diadakan oleh Estrilook Community, ODOP edisi Ramadan yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Perempuan Network (BPN) lalu saya kembali ikut ODOP  yang diselenggarakan oleh komunitas Estrilook Community di bulan September dan terakhir ada tantangan menulis 13 hari dalam rangka hari ulang tahun  ke-13 Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri (AM).

Baca juga Tentang Anging Mammiri, Komunitas Blogger Makassar yang Telah Berembus Sejak 2006

Dari 4 tantangan tersebut tidak semua berhasil saya taklukkan. Saya gagal menuntaskan ODOP spesial Ramadan yang diselenggarakan BPN, tapi tak masalah. Bagi saya nggak ada ruginya sama sekali ikut tantangan menulis seperti ODOP, SETIP, dsb. Karena kalau putus di tengah jalan pun kita tetap beruntung  lho. Setidaknya postingan organik di blog kita bertambah jika ikut tantangan tersebut dibanding tidak sama sekali.

Jadi kalau mau konsisten menulis postingan organik, beranilah terima tantangan menulis, soal berhasil atau tidaknya itu urusan belakangan, yang penting terima saja dulu.

Tahun ini BPN punya tantangan menulis dengan tema tertentu setiap bulannya. Sedangkan Estrilook Community hadir dengan program terbarunya, memulai kebiasaan baik dengan Sebulan Dua Buku. Ini program yang bisa melatih kita untuk konsisten membaca minimal dua buku setiap bulan kemudian mengulasnya di blog. Nah, ulasan terkait buku yang kita baca itu juga termasuk postingan organik.

So far, lumayanlah kalau kita ikut tantangan menulis baik dari BPN maupun Estrilook Community, bisa menambah 3 postingan organik setiap bulan. Belum terhitung dengan tantangan lain seperti ODOP yang mungkin akan diadakan lagi nantinya.

Menulislah walau 1 minggu 1 cerita

"Menulislah walau 1 minggu hanya 1 cerita", pernah dengar slogan tersebut nggak?  Itu adalah slogan dari salah satu komunitas blogger yang saya ikuti, 1 Minggu 1 Cerita (1M1C).

Jika kamu serius ingin konsisten menulis minimal sepekan bisa menghasilkan satu postingan organik maka 1M1C ini komunitas yang sangat tepat untuk kamu masuki. Seperti nama komunitas dan bunyi slogannya, komunitas blogger yang satu ini memang hadir dengan tujuan mengajak para membernya agar bisa konsisten dalam menulis.  Tidak harus menulis banyak postingan dalam sepekan, cukup satu postingan saja, sanggup nggak?

Kelihatannya mudah ya, tapi kenyataannya nggak semudah itu, Gaes. Saya dan beberapa blogger lain pernah dikeluarkan dari komunitas ini karena nggak konsisten menulis. Jadi 1M1C punya aturan ketat, jika selama 6 pekan berturut-turut nggak setor tulisan, kita bakal dipecat jadi anggota.

Untungnya komunitas ini welcome banget. Meski sudah dipecat berkali-kali, 1M1C akan tetap menerima kamu kembali menjadi kekasihnya anggotanya jika kamu daftar kembali. Keren ya?

Komunitas blogger yang punya maskot bernama mince ini menurut saya unik sekali. Beda dengan komunitas blogger pada umumnya. Dia punya patform sendiri. Platformnya juga unik.Di sanalah tempat kita untuk melakukan pendaftaran dan setor tulisan setiap pekannya. Sementara interaksi sesama anggota sendiri dilakukan di WAG-nya.

Oya, 1M1C punya program menulis postingan dengan tema khusus tiap awal bulan, tapi nggak ada kewajiban setiap anggota harus ikut menulis dengan tema yang telah ditentukan tersebut. Yang mau ikut silakan, yang ogah juga nggak papa, yang penting jangan lupa SETOR CERITAMU PEKAN ITU *eaa.

Di WAG 1M1C kita pun bebas untuk congkak aka pamer tulisan terbaru kita meski tidak ada kewajiban untuk saling berkunjung. Ya pokoknya kalau kamu beneran mau komitmen konsisten bikin postingan organik, coba deh gabung di 1M1C. 

Lakukan kolaborasi dengan blogger lain

Cara lainnya yang bisa kamu lakukan untuk konsisten menulis postingan organik adalah dengan melakukan kolaborasi atau istilah kerennya collab dengan blogger lain. Kamu bisa cari blogger yang punya niche sama dengan niche blog kamu lalu menentukan topik bulanan yang akan kalian ulas bersama di blog masing-masing.

Saya sendiri belum punya pengalaman collab sih, hehe. Padahal tahun lalu di WAG Blogger Makassar AM sempat ada rencana mau ngadain collab, saya sudah daftar tinggal nunggu bakal dipasangkan sama siapa eh tapi sampai sekarang collab tersebut juga tinggal wacana atau mungkin sudah terlupakan.

Bersyukur awal tahun ini saya dapat teman collab yang punya misi sama dengan saya,  ingin konsisten menulis postingan organik setiap bulan. Niche blog kami sama, sama-sama ibu rumah tangga juga yang punya bayiiik. Jadi klop bangetlah kalau kami berpasangan. Nantikan kolaborasi kami mulai bulan depan ya.

Atau ada yang tertarik mau collab juga dengan saya, yuuk! Makin banyak teman collab makin bagus, postingan organik juga makin bertambah banyak eh tapi kalau ada yang berminat kolaborasi, saya batasi maksimal tiga saja ya. Sekarang saya sudah punya 1 teman collab, tinggal dua lagi. Hayoo, siapa yang berminat? Hehe

Rajin blogwalking everyday

Aktivitas blogger itu kurang lebih sama dengan aktivitas penulis buku. Sama-sama menulis jadi otomatis blogger juga nggak lepas dari penyakit writer blocks. So, kalau kamu terserang penyakit tersebut, apa yang biasa kamu lakukan? Jalan-jalan, nonton, makan atau apa?

Kalau saya mah seringnya blogwalking dengan tujuan utama bukan semata-mata cari ide, tapi cari semangat. Jujur saja, saya biasanya baru kembali mendapat gairah menulis setelah berkunjung ke blog para blogger khususnya blogger yang rutin update postingan organik.

Dan sepertinya kebanyakan blogger juga seperti halnya saya, lebih suka mengunjungi blog yang punya banyak postingan organik. Beidewei blogwalking yang saya maksud di sini adalah blogwalking atas keingingan sendiri ya bukan karena ikutan list BW.

Jadi kalau kamu pengen rutin menulis postingan organik, coba deh rutin juga mengunjungi blog-blog yang rajin bikin postingan organik seperti blognya Mbak muyass.com atau Mbak Rey di reyneraea.com. Haha ketahuan, itu salah dua blog yang paling suka saya kunjungi diam-diam karena sering apdet postingan yang tidak melulu bersponsor.

Yah, harapannya dengan sering mengunjungi blog yang rajin update postingan organik, kamu juga bisa terciprat rajinnya. Atau kalau kamu mau cari bacaan dengan tema personal di Kamar Kenangan ini juga banyak kok, wkwk.

Gabung di KLIP 2020

Last but not least, komitmen kamu yang ingin konsisten menulis sepanjang tahun ini juga akan sangat terbantu bila kamu bergabung dan menjadi anggota di KLIP 2020.

Hayoo mungkin masih banyak yang belum tahu yah apa itu KLIP?

KLIP sendiri merupakan akronim dari Kelas Literasi Ibu Profesional, sebuah wadah yang melatih para perempuan agar konsisten menulis bersama secara online selama setahun. Jadi setiap bulannya pengurus KLIP akan memberikan satu form khusus untuk menerima setoran dari para anggota. Dan di akhir bulannya bakal ada pembagian rapor berupa badge yang didapatkan berdasarkan jumlah setoran tulisan harian.

Baca juga Cerita Awal Bergabung dengan Komunitas Ibu Profesional

Yang berhasil setor 10 tulisan bakal dapat badge dasar You are Good, yang bisa setor sampai 20 tulisan bakal dapat badge You are Excellent dan yang sukses menyetor 30 tulisan akan diberi badge You are Out Standing.

Well karena saya baru bergabung  setelah KLIP 2020 berjalan setengah bulan jadi jumlah setoran tulisan saya di Januari ini cuma bisa menggapai  badge dasar. Yah, semoga bulan-bulan ke depan bisa meraih badge di atasnya.

Nah, enaknya belajar konsisten menulis bersama KLIP karena aturannya super luwes. Nggak ada ketentuan untuk tema dan panjangnya tulisan. Bebas. Terserah kamu mau nulis sampai seribu kata atau cuma beberapa kata saja. Trus platform yang digunakan untuk menulis juga bervariasi. Nggak mesti harus setor link tulisan yang diposting di blog saja. Kalau kamu nggak punya blog, kamu bisa pilih menulis di facebook, google dokumen atau di instagram. Intinya yang penting KAMU MENULIS, itu saja.

Oya hampir lupa, kamu nggak mesti menjadi bagian dari Ibu Profesional untuk bisa gabung di KLIP. Kelas ini terbuka untuk semua perempuan, baik anggota Komunitas IP maupun bukan asal kamu join di Grup FB Kelas Literasi Ibu Perempuan ini sebelum bulan April ya. Oke, tunggu apa lagi.

Itulah beberapa cara jitu agar kita bisa konsisten menulis postingan organik. Dijamin ampuh. Atau kalau kamu punya cara lain, silakan share di kolom komentar ya. 

Salam,

Baca Juga

48 komentar

  1. Saya termasuk yang suka baca postingan organik mba :D hehe.

    Seru saja, meski panjang, tetap saya baca sampai akhir. Karena terasa lebih personal, dan dari tulisan yang mba buat, saya bisa belajar akan banyak hal :D sejujurnya, saya juga baru-baru ini paham arti kata postingan organik. Dulu setiap ada yang komen di blog saya memakai kata organik, saya pun bingung maksudnya apa :)))

    Semoga mba semangat terus menulisnya ya, ditunggu tulisan organik lainnya <3

    BalasHapus
  2. Betul bgt, apalagi saya yg memang belum banyak job nulis, jd ya banyak tulisan orgamic hehe
    Yg penting tetep semangat

    BalasHapus
  3. Hahaha, benar banget nih Mba Siska. Saya barusan tadi balas komentar subscriber saya yg suka komentar di postingan organik saya. Padahal dia gak ikut blogwalking. Postingan saya sederhana, cuma resep membuat cireng crispy, tapi dia suka banget. Ada juga yg komen di resep sup kepala ikan kakap. Tanpa diminta mereka datang dengan sendirinya. Ada rasa bahagia di sana karena saya menulis postingan tersebut untuk bersenang-senang. Terima kasih sudah mengingatkan saya untuk tetap konsisten mba.

    BalasHapus
  4. Aku sering nulis kisah2 riil alias organik yg aku alami sendiri. Misalnya pengalaman berenang di mana, memperpanjang STNK, berkunjung ke museum apa dn samih banyak lagi. Rasanya bangga dan senang tentu alau apa yg kita tulisa bisa bermanfaat bagi yg membutuhkan.

    BalasHapus
  5. Tipsnya bagus kak ♥️
    Aku juga di tahun 2020 ini kepengen nulis yang organik sebanyak-banyaknya.
    Semoga konsisten ya kak..

    BalasHapus
  6. Dari awal ngeblog aku mulai artikel organik mbak Siska, sempet vakum juga 2thn. Akhir thn 2019 kmrn baru on lg, mulai lg dengan artikel organik. Tp terkadang aku berpikir, tulisan organik ku nih menarik ga ya. Karena memang jarang ada yg koment, tp td pas aku baca tulisan mbak siska di atas ttg pembaca yg tak meninggalkan jejak. Bikin aku semangat nulis organik.

    BalasHapus
  7. Iyalah, Mba kita lebih enjoy menulis organik karena tidak ada beban dalam menulisnya. Enjoy aja. Tidak ada target deadline atau harus ada ketentuan pv berapa. Makanya nulis organik lebih santai.

    BalasHapus
  8. Banyak saya temukan postingan sponsor lebih banyak daripada postingan organik. Kemungkinan blogger byk job, jadi gak sempat lagi nulis organik hehehe

    BalasHapus
  9. Wah sy merasa ketinggalan banyak nih mbak.. Entah susah fokus antara ngeblog sama nulis buku. Bulan ini saya seperti sedang semangat2nya ikutan BW, tapi belum bisa setiap hari ngisi blog. Doakan ya mbak semoga sy bisa seperti dirimu juga..

    BalasHapus
  10. Setuju, saya juga lebih nyaman nulis organic
    Bedanya saya ikut 1m1c supaya konsisten nulis, kalo lebih dar6 minggu ngga nulis bakal diremove

    BalasHapus
  11. Baca tulisan ini, aku jadi nyengir sendiri. Kenapa, coba? Soalnya isi blog aku malah bisa dibilang 90% organik, hahaha ... Isinya curhatan ibu-ibu tentang dunia anak sih kebanyakan. Well, so far ... Aku belum mengoptimasi blog ini agar bisa menghadirkan pundi-pundi rupiah. Aku perempuan bekerja, dari pagi sampai sore dan kadang weekend juga, jadi menulis itu sarana tjurhat karena nggak banyak ketemu teman beneran buat tjurhat, hehehe ...

    BalasHapus
  12. Wiiih.. Mbak dikelilingi oleh komunitas suportif ya.. Mungkin ini yang menjadi motor penggerak Mbak untuk konsisten menulis. Ingin juga tergabung dengan komunitas2 macem begitu.
    Dan penasaran juga kalau collaboration antar bloggers bagaimana ya caranya? Hahahaha..

    BalasHapus
  13. Wiiih.. Mbak dikelilingi oleh komunitas suportif ya.. Mungkin ini yang menjadi motor penggerak Mbak untuk konsisten menulis. Ingin juga tergabung dengan komunitas macem begitu.
    Dan penasaran juga kalau collaboration antar bloggers bagaimana ya caranya? Haha..

    BalasHapus
  14. Dari blog hidup Maret 2019 postingan saya organik hahahaha

    Bulan January ini saya udah nulis 27artikel 2 yg ga organik :D.

    Tapi, dari dulu saya ngeog krn suka bercurhat hore istilah teman-teman jadi ga ada bebanlah. Ringan rasanya kalau udau nulis setiap hari. Minimal nulis jurnal syukur di aplikasi atau buku hahahhaa

    Nulis salah satu cara lepas penat dan bikin waras xixixixizi

    BalasHapus
  15. Wah saya merasa tersindir nih mbak.
    bener sih, blog saya dulu awalnya cuma ikutin passion dan pengen nulis aja.
    kebetulan kerjaan saya waktu itu depan komputer dan banyak waktu luang. akhirnya saya bikin blog.
    kemudian ikutin teman dengan beli domain dan belajar bagaimana monetize-in blog.
    benar sih, uang sponsorship emmang menggoda, akhirnya suka sekali nerimanya, hahaha
    kemudian saat lahiran anak kedua, saya mulai hiatus dan resign dari pekerjaan lama. sejak saat itu saya mulai jarang nulis dan hanya menyempatkan diri nulis kalau ada artikel kerjasama saja.
    namun seperti kata mbak, kadang saya menyesal kalau lihat blog saya lagi, saya sudah lama tidak menulis konten organik di tahun 2019 kemarin. tapi semoga di tahun 2020 inis aya ingin kembali menulis lagi mengingat anak-anak udah besar dan bisa bermain sendiri

    BalasHapus
  16. Kolaborasi dengan bloger lain, ini saya lakukan beberapa kali. Tapi kadang kita sudah serius, ybs malah menunda sampai seminggu.
    Byw, saya setuju dengan semua saran di atas.

    BalasHapus
  17. Itu peerku banget mba, pengen banget konsisten nulis paling gak 1 minggu 1 artikel aja dulu deh. Lagi berusaha banget buat naikin DA juga soalnya nih, PA nya sih bagus, tapi DA masih jeblok. Thanks tipsnya ya mba

    BalasHapus
  18. Saya suka membaca apa saja baik yang sponsored post maupun organik. Kalau untuk aktifitas menulis selama ini masih organik semua. Hampir mirip buku catatan tentang semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan dan aktifitas pribadi. Dan saya menikmati itu.

    Mungkin next sayapun bisa naik level dan mulai memikirkan monetize blog. Makasih sharingnya mbak, bermanfaat sekali untuk saya.

    BalasHapus
  19. Menulis satu artikel saja satu pekan perlu triks khusus nya kak, saya selama ini sepakat jika menulis harus konsisten.

    BalasHapus
  20. Aku juga menikmati banget nulis posting organik. Karena dari hati gitu hehehe. Kalau sponsored kan ada aturan2 keyword, yg sungguh menguji kelihaian bercerita ya biar kesannya tetap natural dan story telling. Hehehe tahun ini aku punya target menang lomba blog. Lomba apa aja deh aku berusaha ikutan. Biar menambah jam terbang. Semangat buat diri sendiri deh!!

    BalasHapus
  21. aku dah pernah nih nyobain bikin satu minggu satu cerita, memang berhasil sih. tapi belum genap sebulan dah mplempem wkwk dan sampai sekarang belum nyoba lagi. next mau nyoba kolaborasi deh, semoga sukses ya

    BalasHapus
  22. Bercerita pengalaman di blog sangat menyentuh sehingga ada nilai tambahnya dengan postingan organik. Semangat terus untuk menulis

    BalasHapus
  23. Duh, jadi malu mbak, masih lihat mood nih kalau nulis blog. Dan, memang bener banget lebih astik nulis apa yang ada di kita ya. Walaupun tak munafik ingin nambah income juga dari blog hehehe. Yang terakhir aku tertarik KLIP, kepoin ah...

    BalasHapus
  24. hwaaa emamg feelnya jadi beda kalau nulis cuma sponsored post apalagi kalau pas abis event sama, rasanya udah nggak ada yang segar2 lagi. tpp btw kalau mau lihat banyak post organik di blog aku banyak lhoooo, wkwk promosi nih XD kalau aku biasanya ngelist sih tulisan organik apa aja yang mau aku tulis

    BalasHapus
  25. Kalau mau gas bikin konten organik, memang jawabannya pasti gabung ke komunitas. Tapi akunya lemah mba, baru kelar 2 postingan langsung mundur, hehe. Belum bisa konsisten nih. Mungkin harus disemangatin pacar dulu baru lanjut nulis, hehe

    BalasHapus
  26. Mantap tipsnya...
    Postingan organik itu juga perlu ya..
    Bisa naikin DA PA juga...

    BalasHapus
  27. kebanyakan postingan yang ada di blognya Mama Indri organik post semua hehe cuma beberapa yang titipan dan content replacement. Nggak tau ya karena kebiasaan nulis buat melepas segala unek2 akhirnya blog gak pernah sepi lagi

    BalasHapus
  28. Ok. Langsung jadi pengen join di KLIP biar nulisku makin semangat. Soalnya, ditantangin ODOP aja seringnya semangatku kendor duluan. Berjuang 1 minggu 1 post aja perjuangannya panjang. Semoga bisa makin semangat kalau gabung di sana.

    BalasHapus
  29. Kereeeenn, 100+ postingan organik di 2019 kemarin *plokkplookkploookkk*, saya doong 50 post saja tidak sampai, mana postingan organiknya bisa dihitung jari pula, ckckckk, poor me. Makanya tahun ini mau genjot semangat lagi dengan collab, jadi gak sabar tunggu bulan depan ini 😁

    BalasHapus
  30. Setuju sekali mbak Siska. Dlu aku termasuk yg udah malas nulis postingan organik karena merasa udah dapat job CP atau SP. Ternyata memang gak bisa gitu. Klo pengen blog tetap naik DA-nya ya harus mau nulis terus,gak cuma ngandalin postingan berbayar :)
    Trims infonya. Semoga ke depannya kita semua tetap sangat isi blog dgn postingan alami.

    BalasHapus
  31. Masya Allah Mbak. Postingannya panjang banget. Mantap eh

    BalasHapus
  32. Aku sulit banget buat konsisten nulis. Tapi kalau diusahakan dan ada niat yang kuat, pasti bisa. Terima kasih tips nya kak, bakal aku praktekin nih hehe.

    BalasHapus
  33. Setelah membaca artikel ini saya lebih terpacu lagi untuk semangat menulis tulisan organik. Terimakasih mbak.

    BalasHapus
  34. 100 postingan sepanjang tahun, kalo sehari 1 postingan berarti 1/3 tahun didedikasikan untuk menulis konten organik ya mbak.

    Kalau di case saya malah kontennya organik semua 😅

    Sampai sempet bertanya-tanya, saya ini bloger apa bukan toh ya. Nulis review kagak, content placement juga nggak ada...lah piye toh 😅

    But so far, saya enjoy ngeblog. Buat saya sekarang, ngeblog itu selain karena passion nulis, saya juga mau membangun loyal reader.

    Challenge-nya ya akhirnya saya suka nggak suka harus paying attention so much sama kualitas tulisan saya.

    Mulai nggak boleh typo, susunan kalimat dan paragraf yg tersusun rapi hingga kebermanfaatannya buat pembaca.

    I'm trying to create values, not just content.

    Karena itu saya selalu mengajak para pengunjung untuk subscribe email. Mungkin mbak siska mau subscribe #ehloh

    "Meski bila dibandingkan dengan penghasilan blogger lain yang blognya sudah lama dimonetisasi jelas penghasilan saya masih tidak ada apa-apanya."
    🤔🤔🤔

    Kenapa hampir semua bloger yang saya tahu mesti bilang gini ya. Penghasilan yang nggak ada apa2nya sama bloger lain. Coba deh sekali-sekali membandingkan sama bloger yang nggak dapat penghasilan dari blognya kaya saya gini, pasti jumlahnya sangat ada apa-apanya 😂

    BalasHapus
  35. Wahhh memang konsistensi jadi pr utama nih. Sesekali kadang aktif banget nulis, eh besok harinya lupa lagi.. terus gituu Mulu siklusnya

    BalasHapus
  36. Aku paling suka membaca tulisan yang menginspirasi biar tetap semangat. apalagi kalau tulisannya itu berdasarkan pengalaman dan tulisan endorse pun enggak masalah. Jika pembahasannya itu nggak hard selling tapi soft selling kan ada banyak manfaat yang bisa kita dapat untuk kedepannya kalau membeli produk tersebut. bagaimana ya cara gabung ke komunitas menulis, pengen ikutan juga lho

    BalasHapus
  37. Tulisan organik biasanya lebih enak dibaca yah hehe, based on pengalaman banget itu jadi mungkin lebih kena ke pembaca.

    BalasHapus
  38. Mbak.. gimana sih caranya memonetisasi blog? Masih newbie nih.

    BalasHapus
  39. Sy termasuk menulis organik mbak walopun ngeblog baru setahun lebih dikit, itupun kebanyakan curhatan unfaedah 🙈 maklumlah.. Baru satu kali dpt job menulis, itupun sy terkaget"kok bisa ya ada yg nawarin sy job 😱,sy nulis kebanyakan apa yg sy alami, apapun itu, makanya blog sy msh ga jelas alias campur aduk, dan sy termasuk orang yg sangat suka blog organik alias msh alami...suka aja bacanya,seruu

    BalasHapus
  40. Tulisan di blog aku kebanyakan ya organik. Yang job ada tapi masih amat sangat sedikit sekali. kadang sayang kan kalau blog kosong jadilah tetap nulis sebisanya. Walau belum rutin bangat tp berusaha tetap update blog. makasih tularan semangatnya kak

    BalasHapus
  41. Aku juga lagi struggle banget untuk gak malas nulis postingan organik. Kalau yang single boleh gabung ke KLIP gak ya? ^

    BalasHapus
  42. Hehehehe... biasanya postingan organik di blog ku itu isinya curhat atau pengalaman mbak. Sekalian sharing kan is caring

    BalasHapus
  43. Meski tidak rutin tapi aku selalu posting minimal 1 postingan organik setiap bulan biar ada selingan dan bener-bener di tulis dari hati ehehehhe

    BalasHapus
  44. Ya ampun ini perasaanku banget Sis. Kok ya nggak nyaman banget saat melihat atau menulis postingan sponsor di blog. Kaya yang fake gitu. Pujian hanya karena kita dibayar. Mungkin karena saya juga nggak pinter memoles postingan sponsor dengan lebih baik.

    Thank banget inspirasinya.

    BalasHapus
  45. Tipsnya Kak Siska lengkap banget dan akunya yang suka malas-malasan nulis postingan organik jadi semangat banget nih. Terima kasih ya, Mbak, jadi dapat insight baru terkait biar bisa semangat nulis lagi.

    BalasHapus
  46. KEtika mendengar kata organik, yang disematkan pada satu kata. Orang pasti berfikir itu tentang tanaman yang tidak mengandung pupuk kimia.
    Sama seperti ketika nulis tanpa titipan berarti itu tulisan organik yah kak Dwi?

    BalasHapus
  47. Wah baru tahu ada grup Kelas Litaerasi Ibu Perempuan. Cusss mau langsung gabung. Makasih Ibu muda luarrr byasa yang masih bisa nulis satu artikel sepanjang ini dan seaktif ini. Panutanque!

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.