Ketika Telinga Fath Bernanah

by - Agustus 16, 2020

Telinga bernanah, otitis media

Telinga Fath bernanah. Ini kejadiannya sudah dari awal bulan Juli kemarin sih, baru sempat saya bagikan di blog. Ya kali saja postingan ini bisa membantu ibuk-ibuk yang mengalami kejadian serupa. Karena jujur saja, waktu pertama kali mendapati telinga kiri Fath keluar cairan berwarna putih susu saya sempat panik, tapi nggak sampai panik berlebihan.

Setidaknya saya masih bisa mengendalikan pikiran dan menganggap "ah mungkin itu cuma bekas muntah susu yang masuk ke telinganya kemarin"

Jadi sehari sebelum telinga Fath keluar cairan dia sempat muntah banyak sekali. Sepertinya susu yang baru dia teguk keluar semua.

Well saya nggak tahu kenapa dia bisa tiba-tiba muntah hebat gitu, padahal nggak sakit juga. Saat itu saya langsung membersihkan muntah yang jatuh membasahi leher dan bajunya tanpa mengira cairan yang dia muntahkan itu bisa saja mengalir masuk ke lubang telinga dan saya luput membersihkan area itu.

That's why, keesokkan paginya saat mendapati telinga Fath ada cairan berwarna putih seperti susu saya mengira, mungkin saja itu cairan bekas muntahnya. 

Anggapan itu muncul sebenarnya  untuk lebih menenangkan diri saya sendiri. Tapi tanggapan neneknya lain lagi. Jangan-jangan telinga Fath mengeluarkan cairan karena bermasalah seperti yang dialami tantenya dulu. 

Mama lalu menceritakan anak pertamanya alias kakak saya yang telinganya juga pernah keluar cairan saat masih kecil dulu akibat kepalanya kena benturan. 

"Tapi yah bisa jadi itu cairan muntah, kita tunggu dulu. Kalau cairannya keluar lagi setelah dibersihkan berarti telinga Fath memang bermasalah dan harus segera diperiksakan ke dokter". Begitu ujar neneknya sembari membersihkan telinga Fath dengan tisu kering 

Ok, karena saya condong kalau cairan itu mungkin bekas muntahan susunya kemarin jadi nggak terlalu kepikiran. 

Yah saya berharap semoga telinga Fath baik-baik saja. Namun siangnya, ucapan mama yang sedang memangku cucu keempatnya itu begitu mengagetkan dan bikin tubuh saya lemas seketika. "Cairannya keluar lagi, berarti benar dugaan mama, telinga Fath bermasalah". Ekspresi wajah saya kayaknya langsung pucat di situ.

Kenapa telinga Fath bisa bernanah?

Ini satu-satunya pertanyaan yang memenuhi benak kami (saya, suami dan kakek neneknya) saat mendapati telinga Fath berair. Kenapa bisa? Apa kira-kira yang menyebabkan cairan nanah itu keluar dari lubang telinga Fath? Lalu kami mulai menebak-nebak. 

Bekas muntah

Ini dugaan saya saat pertama kali melihat cairan putih di telinga Fath. Seperti yang sudah saya singgung di atas, sehari sebelumnya Fath sempat muntah hebat. Dia muntah dalam keadaan berbaring setelah nenen. Tadinya saya mengira itu cuma bekas susu muntahan yang masuk ke telinganya dan luput saya bersihkan tapi ternyata saya keliru. Kalau cuma bekas susu, sekali dibersihkan, cukup. Ini nggak.

Jatuh dari tempat tidur

Jadi dua atau tiga hari sebelum telinganya berair, baby Fath sempat terjatuh dari tempat tidur saat kami semua sedang tertidur. 

Jatuhnya lumayan tinggi. Syukurnya dia jatuh dalam posisi telentang dan nggak ada lecet maupun memar jadi yah saya pikir kondisinya baik-baik saja.

Mendapati cairan yang tiba-tiba keluar dari telinganya beberapa hari setelah itu yang bikin saya jadi curiga. Jangan-jangan telinganya berair  gara-gara efek jatuh. 

Sering dipukul kakaknya

Dugaan neneknya alias mama saya beda lagi. Menurut beliau, telinga Fath sampai berair gitu mungkin karena sering dipukul kakaknya. Si kakak ini memang suka sekali pukul adiknya. Padahal sudah diajari berkali-kali, sayang adik, cium adik, nggak boleh pukul adik - tapi yah anak seusianya mana paham. 

Orang dewasa yang harus mengawasi. Kalau kami lengah sedikit saja, si adik langsung kena sasaran. Tapi apa iya karena sering dipukul efeknya bisa sampai lari ke telinga?

Sakit  pilek

Sepekan sebelum telinganya bernanah baby Fath jatuh sakit. Demam plus bapil, ketularan dari kakak dan ayahnya. Saat sakit itu hidungnya sempat tersumbat.Nah, sebenarnya saat sakit itu, Fath sudah menunjukkan gejala seperti ada masalah dengan telinganya. 

Pasalnya beberapa kali saya tidak sengaja menyentuh bagian luar telinganya dia langsung nangis kayak orang kesakitan.

Namun kecurigaan saya saat itu keburu hilang seiring dengan kesembuhan Fath. Dan baru muncul lagi saat mendapati - telinganya benar-benar bermasalah. 

4 hal yang saya sebutkan di atas baru sebatas asumsi. Untuk kepastiannya tentu kami harus membawa dan memeriksakan kondisi telinga Fath langsung ke ahlinya. 

Oya sebelum membawa Fath ke dokter, saya sempat googling dan ketemu postingan salah satu blogger terkait pengalaman gendang telinga anaknya yang pecah. 

Dari membaca dan melihat gambar telinga anaknya yang mengeluarkan cairan, persis banget dengan yang dialami Fath. Cairan yang keluar dari telinganya juga seperti itu.

Jadi apakah itu berarti cairan tersebut keluar karena gendang telinga Fath pecah?

Baca juga Menangani Demam Anak dengan Tepat

Periksa Telinga di Mapala Medical Clinic

Periksa telinga di mapala medical clinic Makassar

Karena kondisi pandemi, saya dan ayahnya lebih memilih membawa Fath ke dokter THT praktik ketimbang rumah sakit. Berbekal google maps kami mendatangi tempat praktik dokter Sri Wartati, Sp.THT di jalan Pendidikan no. 5 RT1/RW 3, Tidung, Makassar.  

Sesampai di sana kami dapat info, dokter Sri yang sebelumnya buka praktik di rumahnya telah pindah praktik ke Mapala Medical Klinik. Syukurnya klinik yang dimaksud jaraknya tidak jauh dari rumah beliau. 

Pertama kali masuk ke Mapala Medical Klinik kami langsung disuguhkan dengan suasana klinik yang nyaman, petugasnya ramah pula. Dan yang terpenting kondisi klinik saat kami datang lumayan sepi jadi nggak terlalu worry. Saya sudah excited saja kalau Fath di periksa di situ.

Sayang, dokter THT yang kami cari berhalangan masuk malam itu. Kata petugasnya beliau lagi sakit jadi nggak bisa ke klinik. 

Saya sempat kecewa karena sudah terlanjur nyaman dan senang kalau Fath bisa diperiksa di klinik itu even kami belum tahu dokter THTnya bagus atau nggak. 

Tapi karena dokter THTnya malam itu nggak masuk trus cek di google map, jadwal dokter praktik THT yang lain sudah pada tutup akhirnya saya dan suami sepakat - biar malam itu Fath ditangani dulu sama dokter umum.

Dokter umum yang menangani Fath malam itu perempuan, masih muda dan ramah anak banget. Pembawaannya mirip dengan dokter anak. Beliau memeriksa sembari berusaha ikut menenangkan Fath yang sempat menangis keras saat dibersihkan telinganya. Sayang saya tidak sempat cek  nama dokter umum yang memeriksa Fath.

Si dokter umum ini cuma melakukan tindakan toilet telinga yakni membersihkan cairan yang keluar dari telinga Fath dengan kapas. Itu pun yang dibersihkan bagian luarnya saja. Karena nggak punya alat lengkap beliau nggak berani bersihkan hingga area dalam.

Setelah dibersihkan, dokter meletakkan kapas kecil yang sebelumnya sudah direndam dalam larutan (entah larutan apa) di telinga Fath. Beliau lalu meresepkan obat namun sebelumnya si dokter umum ini menawari, kalau mau dia bisa resepkan obat generik yang harganya jauh lebih murah ketimbang obat paten tapi belinya di apotik luar.

Tadinya suami hendak ambil obat paten tapi saya nolak, toh khasiatnya sama saja. Setidaknya kami bisa lebih hemat kalau ambil obat generik ketimbang yang paten. 

Benar saja kalau ambil obat paten di Mapala Medical Clinik itu harganya hampir 100k sedangkan obat generik yang kami beli di apotik umum harganya cuma 23k.

Oya obat yang diresepkan dokter umum untuk Fath berupa antibiotik dan obat anti nyeri dalam bentuk puyer namun sengaja yang saya kasih ke Fath cuma antibiotiknya. Soal pemberian antibiotik nanti saya bahas belakangan ya.

Biaya berobat telinga di dokter umum mapala medical clinik
Biaya berobat di dokter umum Mapala Medical Clinik Makassar
Beberapa hari setelah minum antibiotik, cairan di telinga Fath  mulai mengering dan berhenti. Namun tepat sepekan, cairan itu tiba-tiba muncul lagi. 

Ketika mendapati telinga Fath kembali mengeluarkan cairan, saya dan suami putuskan saat itu juga kami harus membawa Fath ke dokter THT.  

Akhirnya kami kembali ke Mapala Medical Clinik, tentunya setelah memastikan dokter THT ada atau nggak.  Syukurnya malam itu dokter THTnya ada even saat kami tiba dokternya baru dihubungi dan datang ke klinik hanya untuk memeriksa telinga Fath.

Dua kali datang ke klinik kondisinya memang sepi. Pasien yang datang bisa dihitung jari. Mungkin karena kondisi pandemi. Selain itu pemeriksaannya juga sesuai dengan protokol kesehatan dimana dokternya memeriksa dengan menggunakan APD lengkap. Jadi kami juga nggak terlalu was-was bawa Fath berobat ke sana

Fath diperiksa dokter di pangkuan saya, sementara ayahnya sibuk mengatasi kakak Zhaf yang aktif lari ke sana kemari jadi jangan tanya soal dokumentasi ya, hehe.

Oya ekspektasi saya saat Fath ditangani langsung sama dokter THT, dia bakal diperiksa dengan alat khusus yang bisa memperlihatkan kondisi telinga Fath bagian dalam dan telinganya dibersihkan akan dengan cairan yang mengeluarkan busa seperti yang diceritakan mama. 

Jadi sebelum saya datang ke THT, mama sudah berkali-kali cerita, waktu telinga Kak Vhie bernanah, dokter yang memeriksanya memberikan cairan pembersih yang ketika ditetes telinga akan berbusa. 

Ternyata tidak. Malah seingat saya tindakan yang dilakukan dokter Sri sama saja yang dengan dilakukan dokter umum. Toilet Telinga. Diawali dengan pembersihan lalu diakhiri dengan pemberian kapas yang sebelumnya sudah direndam dalam larutan ke telinga kirinya. Kata dokter, kapas itu dibiarkan saja untuk beberapa saat atau hingga lepas sendiri. 

Eniwei dokter Sri ini nggak seramah dokter umum saat memeriksa Fath. Pembawaannya terkesan kaku gitu jadi saya agak canggung mau konsultasi tapi sebelum saya mengajukan pertanyaan si dokter sudah duluan menjelaskan. 

Telinga adek mengeluarkan cairan ini karena gendang telinganya pecah. Ini kemungkinan besar karena pilek. Kalau dia pilek dan hidungnya tersumbat cairan di telinganya akan keluar lagi. Jadi usahakan adeknya jangan sampai pilek. Atau kalau pilek segera kasih minum obat atau bawa ke dokter trus pastikan telinganya jangan sampai kemasukan air. 

Kalau sebelumnya saya nggak cari informasi mungkin saya bakal syok berat kali ya saat dokter bilang telinga Fath bernanah karena gendang telinganya pecah. Untungnya saya sudah cari tahu lebih dulu soal itu jadi nggak terlalu worry saat dokter THT mem-vonis gendang telinga bayi saya pecah.

Namun untuk memastikan, saya pura-pura saja kaget dan bertanya "trus gimana dok kalau gendang telinganya pecah gitu? Apa nggak mengganggu pendengarannya?"

"Tidak. Kalau masih bayi begini gendang telinga adek yang sobek masih bisa menyatu kembali dengan mudah. Jaga saja telinganya, jangan sampai kemasukan air karena itu bisa memicu infeksi dan akibatnya bisa mengganggu pendengarannya nanti" Begitu jawaban dokter yang kurang lebih persis dugaan saya which is bayi atau anak kecil yang gendang telinganya pecah masih gampang sembuh.

Nah, meski tindakan pemeriksaan yang dilakukan dokter THT kurang lebih sama dengan tindakan yang dilakukan dokter umum saat memeriksa Fath sebelumnya tapi tidak dengan obat yang diresepkan. Di sini dokter Sri meresepkan tiga obat sekaligus  yang semuanya dalam bentuk sirup. Ada antibiotiknya juga.

Biaya berobat telinga di dokter THT mapala medical clinik
Biaya berobat di dokter Spesialis THT Mapala Medical Clinik
Oya waktu diresepkan obat itu saya sempat celetuk - "nggak ada obat tetes, Dok?" Dokternya balas nanya. "Untuk apa?"
 Ini luka dalam bukan luka luar jadi nggak perlu obat tetes. "Oh...." Saya mangut-mangut. 😅

Alhamdulililaah setelah sepekan rutin memberikan obat yang diresepkan dokter Sri, telinga Fath akhirnya sembuh dan sampai sekarang - saat menuliskan postingan ini - sudah sebulanan lebih-lah telinganya bebas dari cairan nanah.


Otitis Media, Penyebab Telinga Fath Bernanah

Setelah mencari tahu lebih dalam, kenapa telinga Fath bisa bernanah bahkan oleh dokter THT gendang telinganya sampai divonis pecah, saya akhirnya bertemu dengan istilah otitis media.

Telinga bernanah atau istilah medisnya otitis media adalah infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah atau disebut juga infeksi telinga tengah. Ternyata infeksi ini memang kerap dialami anak-anak.

Otitis media ini umumnya terjadi karena pilek yang menyerang anak-anak. Saya langsung terngiang saat Fath sakit beberapa waktu lalu dan mengalami pilek berat. Hidungnya juga sampai tersumbat. Sedihnya, karena bayi seusianya belum bisa mengeluarkan cairan itu sendiri.

Finally, terjawab sudah kenapa telinga Fath sampai bernanah. Karena cairan saat dia pilek tidak keluar sehingga turun dan masuk ke telinga lewat saluran yang menghubungkan telinga bagian tengah ke belakang hidung dan tenggorokan. Ini kalau kita belajar di biologi namanya pipa eustachius. 

Pada anak-anak, saluran ini memang lebih pendek. Nah, cairan yang tidak keluar itu lama-kelamaan akan menumpuk di sana dan meningkatkan tekanan pada telinga. Tekanan yang meningkat akibat tumpukan cairan di pipa eustachius itulah yang menyebabkan gendang telinga pecah.

Ketika gendang telinga pecah otomatis ada luka yang muncul di sana. Pantes saja waktu sakit pilek, dia sempat nangis saat disentuh telinganya. Saat itu mungkin gendang telinganya sudah luka namun karena tidak kami sadari dan terlambat diobati, telinga bagian tengahnya akhirnya mengalami infeksi dan mengeluarkan nanah.

Mengatasi telinga anak yang bernanah di rumah

Saat mendapati telinga anak bernanah atau mengalami otitis media sebenarnya sebagai sebagai orang tua, kita tidak perlu terlalu panik sampai terburu-buru bawa anak ke dokter karena infeksi ini bukan penyakit yang parah. Bahkan bisa sembuh dengan sendirinya setelah 2-3 hari.

Karena telinga bernanah umumnya disebabkan oleh infeksi, maka untuk meredakannya, perlu dilakukan langkah-langkah untuk mengatasi serangan bakteri yang masuk ke telinga. 

Dilansir dari situs sehatq.com, berikut ini langkah-langkah menangani otitis media pada anak yang bisa orang tua lakukan di rumah :

Kompres dengan air hangat

Cara ini cukup ampuh untuk meredakan nyeri yang dirasakan si kecil saat mengalami infeksi. Rendamlah handuk bersih pada air hangat lalu peras hingga tidak ada air yang menetes. Kemudian kompres telinga si kecil dengan handuk tersebut selama 15-20 menit.  

Teteskan minyak zaitun hangat

Meneteskan minyak zaitun hangat dipercaya dapat meredakan rasa nyeri maupun gejala-gejala lainnya yang timbul akibat infeksi. Namun pastikan langkah ini hanya dilakukan jika infeksi telinga masih ringan atau belum disertai pembengkakan maupun pecahnya gendang telinga.

Gunakan obat tetes alami

Selain meneteskan minyak zaitun hangat, kita juga bisa membantu meredakan infeksi telinga pada anak dengan obat tetes alami seperti yang terbuat dari bawang putih dan lavender.

Perbanyak minum air putih

Pastikan anak yang mengalami infeksi meminum banyak air putih. Hal ini dapat
menbantu mengeluarkan cairan atau nanah yang menumpuk di dalam telinga si kecil secara alami.

Gerakan menelan yang dilakukan si kecil dapat membantu saluran di dalam telinganya terbuka, sehingga cairan maupun nanah bisa keluar.

Perhatikan posisi kepala anak

Jika anak yang mengalami infeksi telinga ini masih bayi maka orang tua perlu memprhatikan posisi tidur anaknya. Tempatkan kepala anak dengan posisi sedikit meninggi di tempat tidur. 

Namun, jangan biarkan anak tidur dengan kepala beralaskan bantal. Jika ingin menambah ketinggian tempat tidur anak, letakkan saja bantal tersebut di bawah sprei atau alas tidur lain.

Langkah-langkah di atas adalah kondisi yang bisa dilakukan orang tua ketika tidak terlambat menyadari anaknya mengalami infeksi telinga. Tapi kalau infeksinya sudah parah, maka tentu langkah yang paling tepat adalah segera membawa anak ke dokter.

Kalau kasusnya Fath ini kemungkinan infeksi telinga yang dia alami sudah terjadi saat sakit pilek cuma baru kami sadari saat telinganya bernanah. Karena khawatir cairan yang keluar di telinganya berbau makanya saya dan ayahnya segera membawanya ke dokter.

Padahal sebenarnya kami masih bisa menunggu 2-3 hari. Jika setelah lewat dari 2-3 hari itu telinga anak masih mengeluarkan cairan maka sebaiknya anak segera diperiksakan ke dokter spesialis THT.

Nah, tadi saya skip soal antibiotik ya. Sengaja mau saya bahas di sini. Kalau ngomongin antibiotik ini saya pasti terngiang dengan drama saat Zhaf sakit pertama kali.

Sudah bukan rahasia umum lagi ya kalau kita ke dokter bakal diresepkan antibiotik, padahal nggak semua penyakit apalagi pilek membutuhkan antibiotik.

Obat telinga bernanah, antibiotik otitis media
Obat yang diminum baby Fath, resep dari dokter Sri
Pertanyaanya, apakah infeksi telinga atau otitis media ini membutuhkan antibiotik? Jawabannya tergantung. Kalau infeksi itu muncul disebabkan virus ya nggak perlu. Tapi kalau bakteri? 

Tunggu dulu. Kalau memang infeksinya makin parah tentu antibiotik dibutuhkan. Soal ini saya sebenarnya sudah paham tapi kalau berhadapan dengan kenyataan dan orang-orang yang yes-yes saja dengan antibiotik saya jadi lemah, hehe.

Eh tapi waktu itu saya sempat menunda memberikan antibiotik pada Fath. Saya tunggu hingga lewat dari 2x24 jam. Karena setelah 48 jam telinganya tetap mengeluarkan cairan akhirnya saya ikuti saran dokter, ayahnya, kakeknya, neneknya, dan tante-tantenya untuk memberikan antibiotik. 

Alhamdulilaah sekarang telinga Fath sudah sembuh, sudah tidak bernanah. Meski sempat jatuh sakit dan berat badan turun tapi saya rasa saya nggak akan kesulitan untuk menaikkan kembali berat badannya setelah membaca Pengalaman Menaikkan Berat Badan Bayi dari Estrilook.

Demikan pengalaman saya ketika mendapati telinga Fath bernanah. Semoga ada manfaat yang bisa dipetik. Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak.

Salam,

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.