Ketika Bayi 5 Bulan Belum Bisa Tengkurap

by - Januari 26, 2019

Jika bayi 5 bulan belum bisa tengkurap, apa yang harus dilakukan? Bunda jangan khawatir ya. Baca pengalaman bayi saya saat pertama kali tengkurap.
Sejujurnya kemarin-kemarin saya sempat worry karena Zhaf belum bisa tengkurap sendiri padahal tinggal hitungan hari usianya masuk 6 bulan. 

Maklum, emak baru, ada-ada saja yang dikhawatirkan, hihi. Apalagi lihat bayi-bayi seusianya sudah tengkurap sendiri sejak usia 3-4 bulan. Bayi yang bisa membalikkan badannya dari usia 2 bulanan pun ada

Lha Zhaf?

Boro-boro tengkurap, memiring-miringkan badannya di usia 4 bulan saja dia ogah (kecuali kalau nenen, itu pun lebih sering saya yang miringkan)

Namun kekhawatiran saya masih dalam batas sewajarnya sih. Lagian saya juga paham, setiap anak punya tumbuh kembang masing-masing. Tidak ada yang sama persis, sekalipun itu anak kembar. 

Makanya saya anti membanding-bandingkan Zhaf dengan anak orang lain yang sebayanya. Misalkan Zhaf punya adik juga saya nggak bakalan mau banding-bandingkan dia dengan saudaranya. Toh, pasti tumbuh kembangnya juga beda, tidak bisa disamaratakan.

Tumbuh Kembang Anak Beda-Beda

Yup! Karena tumbuh kembang anak beda-beda jadi Bunda tidak perlu berkecil hati kalau di usia 5 bulan si kecil belum bisa tengkurap, terlebih sampai membandingkan anak kita dengan anak orang lain. 

Justru semakin membandingkan anak kita dengan anak orang lain hanya menambah rasa khawatir kian berlipat-lipat. Daripada khawatir berlebihan mending evaluasi yuk, kira-kira apa saja faktor yang membuat si kecil belum bisa tengkurap hingga usia 5 bulan.

Untuk kondisi Zhaf saya evaluasi tiga poin saja yaak😊

Masalah Berat Badan

Bayi berusia 3-4 bulan umumnya memiliki berat badan 4-8 kg. Jika berat bayi di bawah ukuran standar tersebut, ada kemungkinan dia akan sulit menggerakkan tubuhnya karena terlalu kecil. Begitupula dengan bayi yang berat badannya melebih ukuran standar, dia pun akan mengalami kesulitan untuk menggerakkan tubuhnya karena terlalu berat.

Jadi apakah penyebab Zhaf terlambat tengkurap karena berat badannya yang terlalu kecil ataukah terlalu besar?

Tidak dua-duanya. Alhamdulillaah, berat badan Zhaf masih masuk dalam rentang normal. Rata-rata bayi ASIX memang BBnya ideal, kan? tidak kurang, tidak pula obesitas. 

Meskipun banyak juga sih orang yang pas lihat Zha, dikira usianya sudah di atas 6 bulan. Bahkan ada yang pernah bertanya ke saya "anaknya udah berapa tahun?" #gubrak. Setengah tahun saja belum😂

Lalu kenapa Zhaf terlambat tengkurap padahal tidak ada masalah dengan berat badannya?

Ya, kan masih banyak faktor lain. Ayo, beralih ke faktor selanjutnya.

Sering Digendong

Ngomong-ngomong tentang gendong, saya sempat salah kaprah. Alasannya berawal dari mitos "anak yang terlalu sering digendong nanti bau tangan dan ingin digendong terus". Tentu saja, saya tidak percaya dengan yang namanya mitos. 

Sehingga yang tergambar di benak saya, justru sering menggendong bayi itu bagus. Apalagi setelah mengetahui betapa penting dan manfaatnya menggendong bayi. Sampai-sampai urusan menggendong ini dianggap sama pentingnya dengan memberikan ASI.

See! Ada komunitas ibu-ibu menggendong juga lho di Indonesia, namanya IBW (Indonesian Baby Wearers). Saya baru tahu dan baru hari ini di-approve di grup FB IBW setelah mengirimkan permintaan bergabung dua hari lalu (duh, kemana saja saya selama ini😅)

Jadi IBW ini merupakan komunitas yang mirip-miriplah dengan AIMI, kalau AIMI mengkampanyekan sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya mengASIhi, ya IBW mengkampanyekan pentingnya menggendong bayi sekaligus memberikan edukasi untuk ibu-ibu tentang cara menggendong yang baik dan benar dan merekemondasikan alat gendong (baby carier) yang ergonomic plus no KW).

Yup, rupanya untuk menggendong bayi ada ilmu dan tata caranya sendiri lho. Emak-emak blogger sudah banyak yang membahas topik tersebut di blog mereka masing-masing. Kapan waktu bakal saya ulas juga deh di Kamar Kenangan ini.

Namun terlepas dari penting dan manfaatnya, ternyata sering menggendong dianggap sebagai salah satu faktor yang menyebabkan si kecil lambat tengkurap.

Pantasan neneknya Bunay seringkali ngomel "Jangan terlalu sering digendong anak-anak, nanti dia tidak berkembang" Saya yang waktu itu sama sekali tidak paham dengan maksud mama mertua sempat membatin kesal. Ya, kesalnya karena saya pikir beliau sengaja bilang begitu karena percaya dengan mitos "bau tangan".

Saat dihadapkan dengan kondisi Zhaf yang 5 bulan belum juga bisa tengkurap baru saya ngeh. Oh, ternyata maksud neneknya ini toh. Ya ampun, kenapa saya lalod banget yaak🙈

Jelas masalah menggendong ini jadi sedikit membingungkan bagi saya. Sering menggendong dianggap bagus karena dapat membangun bonding yang kuat antara orangtua khususnya ibu dan anak, namun di sisi lain terlalu sering menggendong juga dianggap dapat menghambat perkembangan motorik kasar si kecil. Hmm, mana yang benar nih? (Mungkin ada Bunda yang bisa kasih penjelasan ke saya?)

Lha memangnya Zhaf terlambat tengkurap karena terlalu sering digendong ya?

Haha tidak juga. Justru saya paling nggak kuat menggendong. Ayahnya yang lebih rajin dan kuat gendong Zhaf. Itu pun tidak sering, karena kalau mau dibandingkan, lebih banyak waktu yang dihabiskan Zhaf di tempat tidurnya ketimbang digendong.

Trus kenapa bisa Zhaf terlambat tengkurap padahal tidak terlalu sering digendong?

Entahlah, mungkin faktor di bawah ini penyebabnya🙈

Kurang Stimulasi

Sebenarnya sudah dari usia 2 bulan saya stimulasi Zhaf dengan ajak tummy time. Itu pun tummy time-nya diam-diam, jangan sampai ketahuan neneknya atau anggota keluarga lainnya, termasuk ayahnya, hihi. Bisa-bisa mereka panik lagi, anak umur 2 bulan kok sudah dikasih tengkurap.

Awalnya saya parno menengkurapkan bayi di usia segitu, tapi setelah baca-baca artikel ditambah dengan cerita Srhy (teman BE tapi sudah lama vakum ngeblog) yang katanya sering ngajak bayinya ber-tummy time dari usia 2 bulan saya jadi berani deh ngajak si Zhaf ber-tummy time juga. Apalagi saya ingat, waktu baru lahir kan Zhaf memang langsung ditengkurapkan di atas dada saya untuk IMD.

Baca juga Pengalaman IMD Zhaf

Well, motif saya ngajak tummy time Bunay waktu itu bukan stimulasi dia untuk cepat tengkurap ya melainkan agar kepalanya cepat tegak. Oh ya, respon ayahnya saat lihat Zhaf saya tengkurapkan ternyata tidak seperti yang saya duga. Dia malah ikut-ikutan ngajak bayinya tengkurap juga.

Nah, pas ditengkurapkan di atas dada ayahnya, ternyata Zhaf bisa angkat kepalanya sedikit. Wah, saya langsung speechlees dong. 

Jadi menjelang tiga bulannya itu Zhaf sudah bisa mengangkat kepalanya kalau ditengkurapkan. Selain stimulasi dengan tummy time biasa saya stimulasi juga dengan mainan cuma sepertinya stimulasi yang saya berikan lebih ke motorik halus deh.

Yah, bisa jadi Zhaf terlambat tengkurap karena stimulasi yang saya berikan masih kurang maksimal but whatever, yang penting dia sekarang sudah bisa tengkurap lho, Bunda.

 Namun sebelum cerita kronologis si Bunay bisa tengkurap, yuk kita bahas dulu bagaimana caranya menstimulasi si kecil agar bisa segera tengkurap.


Stimulasi Bayi 5 Bulan Agar Segera Tengkurap 

Umumnya anak memang sudah bisa tengkurap di usia 3-4 bulan namun itu hanya ukuran rata-rata ya, sebagian bayi dapat melakukannya lebih cepat atau lebih lambat. 

Dalam hal ini Zhaf  termasuk bayi yang lambat tengkurap namun saya tidak masalah sih, mau cepat atau lambat, no problem, karena patokan saya adalah NORMAL.

Jadi meski sempat khawatir, kekhawatiran saya tidak berlebihan karena saya sudah membekali diri dengan ilmu dan tahu bahwa bayi hingga masuk usia 6 bulan belum bisa tengkurap itu masih dianggap normal.

Lagipula rasa khawatir itu wajar dialami new moms seperti saya. Ah, jangankan ibu yang baru melahirkan anak pertama, ibu yang anaknya sudah lebih dari 1 juga masih sering khawatir kok ketika berhadapan dengan kondisi yang sudah pernah dia alami.

Namun Bunda seharusnya tidak perlu khawatir berlebihan ketika bayi 5 bulan belum bisa tengkurap karena itu masih normal. Jika lewat dari 6 bulan belum bisa tengkurap juga baru deh Bunda perlu waspadai dan sebaiknya segera periksa/konsultasikan ke dokter anak.

Mending sekarang kita fokus yuk stimulasi si kecil agar mau tengkurap. Kemampuan bayi untuk bisa tengkurap itu tidak instan, makanya bayi seharusnya sering-sering distimulasi agar menjadi terbiasa. 

Ada banyak stimulasi sih yang bisa Bunda berikan untuk melatih bayi agar bisa segera tengkurap, tapi saya sebutkan tiga poin saja lagi yaak.


Tummy Time Rutin

Bunda bisa awali stimulasi dengan melatih si kecil agar terbiasa dengan tummy time. Tengkurapkan bayi secara rutin setiap hari dengan durasi 2-3 menit atau lebih sesuai usia bayi untuk tiap sesi.

Sebenarnya bayi sudah bisa dibiasakan tummy time sejak usia 0 bulan. Jadi tidak musti nunggu bayi usia 2 bulan ke atas baru diajarkan tengkurap. Toh, Bunda pun boleh menyusui dengan posisi bayi tummy time, asal pelekatan benar dan posisinya nyaman untuk Bunda dan si kecil.

Nah, kalau pengalaman saya kemarin baru mulai mengenalkan Zhaf dengan aktivitas tummy time (di luar IMD) sejak usia 2 bulan karena ya itu dia, saya baru ngeh, ternyata setelah lahir bayi sudah bisa ditengkurapkan. Sayangnya, stimulasi yang saya berikan kurang maksimal karena tidak diterapkan secara rutin.

Beri Mainan yang Menarik Perhatian

Selain tummy time secara rutin, stimulasi juga si kecil dengan memberi mainan yang dapat menarik perhatiannya. Lebih bagus lagi jika mainan atau benda tersebut berwarna cerah dan berbunyi.

Pancing si kecil agar bisa meraih mainan yang sengaja kita letakkan atau pegang dengan posisi berada di samping kiri atau kanannya. Dengan begitu si kecil akan berusaha untuk memiringkan atau bisa sampai membalikkan badannya.

Mainan juga bisa jadi senjata agar si kecil dapat menikmati tummy time. Letakkan dia di atas kasur atau matras dengan posisi tengkurap, letakkan pula mainan di depannya. Biarkan dia bermain dengan posisi tersebut dalam durasi waktu tertentu, sekuat dan senyamannya dia.

Berikan Semangat pada si kecil

Meski belum memahami banyak hal tapi percayalah si kecil bisa merespon apa yang kita sampaikan padanya.

Jadi ingat, waktu masih hamil Zhaf saya suka sekali kasih affirmasi positif dan selalu dia tanggapi lho. Contohnya saja, menjelang HPL saya masih LDM sama suami. 

Nah, saya worry dong kalau-kalau si jabang bayi bakal brojol saat ayahnya tidak ada di rumah apalagi waktu itu saya sudah sering banget merasakan kontraksi palsu (konpal)

Jadi yang bisa saya lakukan cuma kasih affirmasi saja ke Bunay (Panggilan sayang saya untuk Zhaf dari masih dalam kandungan).

Bunay jangan keluar dulu ya kalau ayah tidak ada. Tunggu ayah pulang dulu ya, sayang.

That's true. Bunay bisa merespon apa yang bundanya katakan. Maa syaa Allah, dia benar-benar baru mengirimkan gelombang cinta itu saat tahu ayahnya pulang.

Nah, di dalam kandungan saja si kecil sudah bisa merespon apalagi setelah lahir. Jadi Bunda juga bisa stimulasi si kecil dengan memberikan semangat bisa berupa pujian atau tepuk tangan saat ia berhasil memiringkan badan atau bisa bertahan cukup lama saat ditengkurapkan.

Semangat sekecil apapun itu sangat berarti lho. Bunda juga jangan patah semangat ya. Jika si kecil belum bisa tengkurap di usia 5 bulan, terus saja kasih stimulasi, karena stimulasi yang kita berikan tidak akan sia-sia. 

Cepat atau lambat dia juga akan tengkurap kok pada waktunya, seperti Zhaf yang akhirnya bisa tengkurap sendiri setelah melewati hampir lima purnama😅 


Akhirnya Zhaf Bisa Tengkurap Sendiri 

Yeaay, alhamdulillaah wa syukurillaah, akhirnya Bunaynya Bunda bisa tengkurap juga sendiri. Momen pertama kali Zhaf tengkurap langsung saya abadikan di insta story😅




Saking excited, saya sampai diledekin sama ayahnya, gitu saja heboh banget. Yaiyalah gimana bundanya nggak heboh, secara dari kemarin-kemarin tepatnya sejak Zhaf tiba-tiba mulai suka memiringkan badannya sendiri, saya sudah menanti dengan hati berdebar-debar, pun dengan harap-harap cemas, kapan dia bisa tengkurap sendiri?

Oh ya, menjelang lima bulannya Zhaf sempat jatuh sakit selama lebih dari sepekan. Pasca sembuh dari sakit itulah baru dia tiba-tiba kasih kejutan dengan kebiasaan barunya; suka memiring-miringkan badan. 

Kata mama saya sih, kalau bayi sudah sering memiring-miringkan badan itu tandanya tidak lama lagi dia sudah bisa tengkurap.

Benar saja, setelah kurang lebih sepekan sering memiring-miringkan badan akhirnya Zhaf bisa tengkurap sendiri. Momen pertama kali Zhaf tengkurap itu kejadiannya tengah malam. 

Waktu itu ayahnya pulang sekitar jam setengah 12 dari main badminton sementara saya masih asyik nulis postingan buat ikut lomba, jadilah sebelum tidur kami malah keasyikan ngobrol.

Alhasil Zhaf terbangun gegara ortunya ribut-ribut tengah malam (tepatnya di tanggal 24, karena saat itu jam telah menunjukkan lewat dari pukul 00.00). Syukurnya pas bangun dia nggak nangis malah senyum-senyum dan kelihatan segar (kayak baru bangun pagi).

Tidak lama setelah bangun, Zhaf memiringkan badannya menghadap saya (membelakangi ayahnya). Saya pikir dia cuma mau miring saja eh tak disangka dia malah narik daster saya dan ta da da . . .

Zhaf langsung tengkurap dengan posisi satu tangannya masih terperangkap. Karena itu momen pertama kali dia bisa membalikkan dirinya tanpa bantuan alias murni usaha dia sendiri setelah menarik daster bundanya😅 jadi saya cukup bantu melepaskan tangannya yang masih tertindih dan belum bisa dia bebaskan.

Speechlessnya lagi, malam itu dia bisa tengkurap cukup lama, padahal kemarin-kemarin dia kayaknya nggak suka banget deh kalau ditengkurapkan. Baru sebentar saja tengkurap langsung nangis. 

Tapi malam itu, kira-kira ada lebih dari sepuluh menitlah dia tengkurap dan masih anteng saja. Nggak ada acara nangis-nangis sampai dibalikkan ke posisi telentang.

Eh tapi, sekalipun Zhaf sudah bisa tengkurap sendiri malam itu, saya masih ragu; apakah dia memang benar-benar sudah bisa tengkurap tanpa bantuan sama sekali atau momen tengkurap pertamanya itu adalah suatu ketidaksengajaan (karena berhasil menarik dasterku😂)?

Keraguan saya segera terjawab ketika pagi harinya Zhaf membalikkan lagi badannya. Bahkan dengan cepat, dia bisa meloloskan tangannya yang tertindih. 

Kali itu tanpa bantuan apapun. Dia sendiri yang tengkurap. Siang dan Sore harinya pun Zhaf kembali melakukan adegan yang sama. Tapi kadang tangannya bisa dia lepaskan, kadang pula terjebak dan baru saya bantu perbaiki setelah dia merasa nggak nyaman.

So, apakah setelah mampu membalikkan badannya sendiri, Zhaf rajin tummy time?

Tidak😅 Kalau berdasarkan pengamatan saya dua hari ini (terhitung sejak momen pertama Zhaf bisa tengkurap sendiri) dia tengkurap sesuka hatinya. 

Kalau dia mau tengkurap ya dia tengkurap. Kalau nggak mau ya nggak. Saya juga nggak bakal maksa dia harus tengkurap tiap hari atau tiap waktu. Lihat dia bisa tengkurap sendiri saja, saya sudah bersyukur banget. Bahagiaaanya tak terlukiskan.

Nah, saat masuk usia 5 bulan memang Zhaf belum bisa tengkurap. Dia baru benar-benar bisa membalikkan dirinya sendiri ke posisi tummy time ketika menginjak usia 5 bulan lewat 20 hari. Namun belum tentu karena fase tengkurapnya terlambat, fase perkembanganya yang lain juga ikut terlambat.

Ya, mungkin saja Zhaf baru bisa tengkurap di usia hampir 6 bulan namun sudah bisa berjalan di usia 9 bulan, bisa saja seperti itu, kan? (Aamiin kan dong, hehe)

Baiklah, setiap anak terlahir unik. Karena keunikan itulah sehingga tumbuh kembang anak tak ada yang sama persis. Ada anak yang mungkin cepat tengkurap tapi lambat jalan. Ada anak yang lama tengkurap tapi cepat duduk. Ada pula yang cepat merangkak tapi lama baru bisa jalan, dsb.

Apapun itu yang penting pertumbuhan dan perkembangan anak sehat dan normal ya, Bunda. Jadi, tidak perlu terlalu khawatir bila tumbuh kembang anak kita tidak sesuai dengan rata-rata tumbuh kembang anak seusianya.


Salam,

You May Also Like

21 komentar

  1. anak temen kantor jg blm
    bisa tengkurep mb sdh 6 bln yg ribut bukan temenku sbg ibunya tp neneknya wkwkwk jd aja temenku ga woles

    BalasHapus
  2. beda dg jama aku punya bayi mah jarang yang suka spt ini ribut dengan anak orang lain

    BalasHapus
  3. wah Masyaallah, lucu banget sih mba bayinya. Sehat-sehat teruuus untuk bayinyaa, gemees. Yap, bener banget bahwa tumbuh kembang anak beda-beda. Jangan cepet judge juga sih kenapa bayi enggak bisa ini belum bisa itu, ya namanya juga tumbuh kembang setiap orang kan emang beda, hihi. Maksih mba sharingnya.

    BalasHapus
  4. Anak saya tengkurep 6 tahun ...

    BalasHapus
  5. Semangat mba. Tumbuh kembang anak bisa jadi berbeda karena belum waktunya aja. Dulu ibuku sering banget heboh gara-gara anakku yang bisa ini itu kayak anak tetangga, cucu temannya. Dan aku kena imbasnya, ikut khawatir.

    BalasHapus
  6. Waah ceritanya seru yaaa. Anakku dulu gitu mbak, tengkurap umur 5 bulan, karena BBnya termasuk ukuran besar. Hehehe, sama-sama semangat ya mbak!

    BalasHapus
  7. Sepakat, Mba. Tiap anak memang mempunyai tahap perkembangan yang berbeda-beda. Seperti kelima anakku, tiap anak memang unik dan mempunyai kisahnya masing-masing.

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah akhirnya dede udah bisa tengkurep sendiri, kalo anak ke-2 saya dulu malah gak merangkak, tapi langsung berdiri. Sempet worry juga biasanya baby ada tahap merangkaknya.

    BalasHapus
  9. Biasanya memang karena tumbuh kembangnya yang berbeda sih Mbak.. Anakku 4 bulan udah tengkurep walo badannya gemel banget.. tapi kalau dah lebih dari 5 bulan nggak tengkurep maka bisa dikonsultasikan ke bidan atau dokter anak...

    BalasHapus
  10. Betul mbak perkembangan anak memang beda2, tapi tetep harus dikasih stimulasi juga ya supaya ttep sesuai milestone nya

    BalasHapus
  11. anak temen juga ada yang begini. umur segitu belum bisa tengkurap dan ibunya takut anaknya tengkurap sendiri karna takut kejlungup gitu. padahal bayinya udah usaha

    BalasHapus
  12. Memang ya, punya baby itu harus selalu siap dengan kejutan. Saya dulu juga harap harap cemas, anaknya si anu uda tengkurap kok anak kita belum, anak si ono uda pinter ngoceh, kok anak kite belum ya, hehe. Kuncinya harus sabar dan ga gampang panik, ya mb. Sehat selalu Bunay💕

    BalasHapus
  13. Baca ini jadi ingat masa² anakku bayi 😍 Yup, tiap anak memiliki masa tumbuh kembang masing². Anakku dlu malah nggak pakai masa merangkak. Langsung aja dari duduk jadi berdiri.

    BalasHapus
  14. yap, setuju banget mbk. kita gak harus berpedoman dan membandingkan tahapan tumbuh kembang (Tumbang) anak dengan anak lain. cepat berdiri dan berjalan tapi kadang lambat dalam berbicara. menurut saya, gak ada yang perlu dikhawatirkan selama anak sehat dan ceria.

    BalasHapus
  15. menurut riset yang pernah saya baca, memang ketika anak berhasil tengkurap sendiri artinya menguatkan otot-otot tubuh bagian atasnya, jadi ia akan lebih mudah menuju merangkak, which is merangkak juga dipercaya sebagai pondasi keseimbangan baik buat anak

    tapi sebenernya, tiap anak juga berbeda-beda tumbuh kembangnya. gak bisa disamain satu dengan yang lain. untuk tengkurap ini, kalau saya dulu sejak anak lahir sudah saya tengkurapkan mb, awalnya sempet takut juga apakah terganggu pernafasannya, dll

    tapi ternyata baby bisa tidur lebih lelap, karena posisi tidur tengkurap ini sama seperti posisi bayi ketika berada di perut ibu, semacam ngrungkel :D

    BalasHapus
  16. Asyik banget pas anak baru bisa, emaknya pun heboh *itu saya sih dulu..hihi..perkembangan anak-anak memang beda-beda, bahkan yang satu rahim aja beda. Makannya suka gemas kalau ada orang suka membandingkan dengan anak tetangga..hihi

    BalasHapus
  17. Alhamdulillah anak-anak sudah bisa tengkurap di usia sebelum 6 bulan. Si sulung malah 2 bulan sudah tengkurap, si tengah 4 bulan dan si bungsu 3 bulan. Cuma was-was pas jalan, si tengah dan si bungsu setahun lewat baru jalan. Kadang sedih kalau ada yang lihat terus dibanding-bandingkan. Tapi emak kudu setrong gak boleh baperan hihihi

    BalasHapus
  18. Alhmdulillah..setiap momen pertumbuhan dan perkembangan buah hati tentu akan memberikan rasa bahagia buat bunda yang nggak bisa diungkapkan ya Mbak. Semoga ananda selalu sehat dan tumbuh jd anak cerdas dan soleh. Btw.. Rangsangan dan stimulasi sangat penting bagi setiap tahap perkembangan usia anak. Mbak bisa lihat tahapannya di buku KIA yang didapat dari tempat pelayanan kesehatan🙏

    BalasHapus
  19. hai Bunay cantik, alhamdulillah senengnya mbak..jadi pengen punya baby lagi..loh? hehehehehe

    BalasHapus
  20. Alhamdulillah yaaa bun, Bunay sudha bisa tengkurap dengan cerita yang sungguh indah ini. Pasti kelak Bunay membaca tulisan ini akan senyumsenyum-senyum sendiri

    BalasHapus
  21. Perkembangan anak memang berbeda2 mba yang penting tetap awasi saja maksimal untuk menunggu itu bulan keberapa biar bisa bertindak lebih lanjut. Anak saya tengkurap 3 bulan tapi bisa jalan umur 14 bulan hehehehe perkembangan anak tidak selalu sama

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.