Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa itu Site Audit dan Berbagai Pertanyaan Seputar Blog

Apa itu site audit dan berbagai pertanyaan seputar blog

Apa itu site audit? Itu merupakan salah satu pertanyaan yang diajukan ke saya dan teman-teman blogger lainnya yang berencana ingin mengikuti Kelas Site Audit.

Blogger sudah menjadi hobi sekaligus passion saya beberapa tahun belakangan ini. Makanya saya senang sekali ketika disodori berbagai pertanyaan seputar blog.

Setidaknya ada 15 pertanyaan tentang blogging yang akan saya ulas di postingan ini. Pertanyaan tersebut saya dapatkan sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti Kelas Site Audit.

Yuk langsung saja kita bahas apa itu site audit dan berbagai pertanyaan seputar blog lainnya.

Menurut Anda Apa Itu Site Audit?

Seperti halnya rumah yang perlu dibersihkan dan dirawat dengan baik secara rutin. Sebagai pemiliknya, tentu kita perlu memastikan kondisi rumah kita dalam keadaan baik. Jika ada kerusakan maka harus segera diperbaiki.

Demikian pula dengan blog yang bagi para blogger sudah dianggap ibarat rumah. Maka sudah menjadi kewajiban kita selaku pemilik blog untuk merawatnya dengan baik, termasuk mengecek kesehatan blog secara berkala. Karena itulah site audit dibutuhkan.

Saya sendiri memahami site audit atau biasa disebut juga website audit merupakan serangkaian pemeriksaan untuk mengecek kesehatan sebuah blog atau website secara menyeluruh. Adapun tujuan dari proses site audit ini adalah untuk meningkatkan kualitas atau performa blog sehingga lebih SEO friendly.

Mengapa Anda Ingin Mempelajari Site Audit Web?

Saya tertarik mempelajari site audit web karena menyadari bahwa kondisi blog saya belum sepenuhnya sehat. Masih banyak hal yang perlu saya perbaiki untuk meningkatkan performa blog.

Apalagi Site Audit Web berkaitan dengan teknik SEO on page. Dalam artian ketika melakukan site audit berarti kita juga tengah menerapkan teknik mengoptimalkan halaman blog untuk mendapat peringkat lebih tinggi di mesin pencari.

Dengan demikian proses site audit blog juga dapat membantu meningkatkan traffik. Karena itu menurut saya proses ini sangat penting untuk dilakukan. Namun agar bisa menerapkan site audit secara mandiri tentu saya harus mempelajarinya lebih dulu.

Kenapa Anda Harus Ikut Pelatihan Site Audit ini?

Apa itu site audit

Sebelumnya saya pernah mengikuti berbagai kelas blogging, seperti Kelas Naikin Domain Authority, Kelas SEO dan lain sebagainya. Namun Kelas khusus untuk Pelatihan Site Audit belum pernah.

Makanya waktu diajak sama Mbak Malica Ahmad untuk ikut Kelas Site Audit yang rencananya akan diadakan selepas lebaran ini saya langsung tertarik.

Terkait alasan mengapa saya harus ikut pelatihan site audit, karena saya membutuhkan ilmunya. Karena saya ingin meningkatkan kualitas dan performa blog saya, termasuk meningkatkan traffik blog.

Namun ilmu saya terkait materi ini masih sangat minim sehingga saya perlu belajar langsung dari ahlinya. Nah, mumpung sementara ini lagi terbuka pendaftaran Kelas Pelatihan Site Audit, jadi saya tidak ingin melewatkannya. 

Ceritakan Bagaimana Anda Terjun di Dunia Blogger?

Saya pertama kali membuat blog tahun 2011. Berawal dari hobi, yang memang sedari kecil sudah suka coret-coret kertas. Ditambah lagi dengan hobi membaca yang semakin menambah ketertarikan saya dengan dunia menulis.

Jadi ceritaya dulu, sebelum kenal blog saya suka update tulisan di Friendster. Sayangnya platform yang menurut saya punya tampilan mirip blog ini tidak bertahan lama. Saya kemudian beralih dan rutin menyimpan tulisan-tulisan saya di catatan (notes) Facebook.

Setelah tahu ada platform lain seperti Friendster yang temanya bisa digonta-ganti dan dipercantik saya langsung jatuh hati dong.

Selain karena tampilannya yang memang menarik, saat itu saya juga sudah beranggapan blog merupakan wadah yang paling tepat untuk menuangkan tulisan.

Awalnya niat dan tujuan saya membuat blog semata-mata untuk menulis. Namun seperti orang yang kecanduan, tahun pertama ngeblog saya malah lebih asyik dan terlena mendandani blog ketimbang menulis.

Tahun 2012 barulah saya mulai rajin update tulisan hingga tahun 2014. Masuk tahun 2015 saya mulai hiatus ngeblog dan baru aktif kembali ngeblog tahun 2017 setelah menikah.

Nah, waktu baru kembali ngeblog tahun 2017 itu saya sempat kaget. Karena dunia blog yang saya kenal sebelumnya adalah tempat para blogger menyalurkan hobi lha sekarang sudah menjadi semacam sebuah profesi yang menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Lantas saya tergiur juga ingin merasakan bagaimana mendapat penghasilan dari ngeblog. Namun tahun 2017 itu saya belum tahu cara memonetisasi blog.

Eh satu saja sih yang saya tahu, rata-rata blogger yang mendapatkan penghasilan adalah mereka yang sudah mengubah URL blognya dari yang masih embel-embel blogspot ke Top Level Domain (TLD).

Jadi langkah awal yang saya lakukan untuk memonetisasi blog adalah beli domain dulu. Tahun 2018 barulah saya mulai menonetisasi blog dengan ilmu yang sangat dangkal.

Baru tahun 2020 saya belajar langsung dari para coach yang membuka kelas blogging secara gratis. Saat itulah baru saya menyadari bahwa aktivitas blogger bukan sekadar menulis. 

Banyak hal yang harus dipelajari untuk menjadi seorang blogger. Itu sebabnya meski bisa dibilang bukan lagi blogger pemula tapi saya masih merasa butuh untuk belajar lebih jauh tentang blog. Itu dia cerita singkat saya terjun di dunia blogger.

Bagaimana Cara Memulai Ngeblog?

Pertanyaan seputar blog

Mengenai cara memulai ngeblog, menurut saya sebenarnya gampang. Yang penting punya niat dan motivasi yang kuat.

Niat dan motivasinya harus dikuatkan dulu karena blogger bukan merupakan aktivitas yang dikerjakan hanya sekali dua kali, melainkan harus dirutinkan. 

Terlebih jika niat dan motivasi kamu ngeblog adalah cuan. Kalau kamu ngeblognya sekadar buat bersenang-senang atau cuma karena suka menulis, mau posting blog sekali tiga bulan atau sekali setahun ya nggak masalah.

Beda halnya dengan mengelola blog yang dimonetisasi. Blog kamu harus selalu aktif. Minimal update postingan sekali sebulan.

Setelah itu tentukan niche blog yang ingin kamu bangun. Akan lebih mudah membangun blog sesuai dengan niche yang kamu minati. 

Misalnya kamu tertarik dengan menulis seputar anak dan terkait pengasuhan, kamu bisa membuat blog dengan niche parenting, atau kalau kamu suka mengulas berbagai merk laptop atau gawai, blog dengan niche teknologk adalah pilihan yang tepat.

Selanjutnya, mengapa saya katakan memulai ngeblog itu gampang ya karena buatnya juga gampang. Hanya dengan beberapa langkah. Kurang lebih samalah seperti mau daftar Facebook atau platform lainnya.

Cukup sediakan email dan pasword untuk melakukan pendaftaran. Selanjutnya tinggal masukkan alamat blog, pilih tema blog dan mulailah membuat konten.

Seperti itu prosedur yang dilakukan jika membuat blog di platform yang menyediakan hosting gratisan seperti blogger.com atau wordpress.com.

Prosedurnya sedikit berbeda kalau kamu ingin menggunakan domain sendiri tapi tetap numpang hosting di blog gratisan. Atau memilih ngeblog di Wordpress self hosted (wordpress.org) dimana kamu harus mengeluarkan sedikit banyak duit untuk membeli hosting dan juga domain.

Namun prosedurnya juga sebenarnya tidak terlalu sulit kok. Kamu bisa menghubungkan blog gratisan dengan domain yang kamu beli atau install WP Self Hosted secara mandiri dengan mengikuti berbagai tutorial yang sudah banyak beredar di google.

Atau kalau tidak mau rempong kamu bisa langsung ajukan permohonanan atau ticketing di tempat dimana kamu membeli domain maupun hosting. Bisa juga dengan menggunakan bantuan jasa pemasangan domain maupun hosting.

Setelah blog berhasil dibuat tugas kamu tinggal memproduksi konten yang ramah di mesin pencari. Tujuannya agar postingan blog yang kamu buat banyak dibaca atau dikunjungi orang.

Untuk itu kamu perlu lagi memahami yang namanya SEO. Seperti yang sudah saya singgung di atas, banyak hal yang harus dipelajari ketika memutuskan menjadi blogger.

Karena tugas blogger bukan hanya menulis. Namun sebagai pemula, kamu bisa memulai dengan fokus menulis dulu sambil perlahan mendalami ilmu blogging 

Bagaimana Menjaga Konsistensi dalam Menulis?

Memulai ngeblog memang gampang, nah, menjaga konsistensinya ini yang susah. Jujur, walau sudah bertahun-tahun ngeblog tetapi sampai sekarang pun saya kadang masih terseok-seok untuk bisa konsisten.

Pengennya sih bisa konsisten update postingan 1 hari 1 post (one day one post, gitu), tapi realitanya untuk membuat 1 postingan saja saya bisa menghabiskan waktu berhari-hari. Duuh.

Karena itu saya nggak mau terlalu berekspektasi dengan memasang target tinggi. Untuk cara pertama yang saya lakukan untuk bisa konsisten adalah dengan memasang target tapi disesuaikan dengan kemampuan

Kalau memang ngeblognya cuma bisa sekali dalam sepekan ya nggak masalah, yang penting konsisten, itu intinya. 

Selain itu cara menjaga konsisten dalam menulis adalah dengan rajin membaca dan sering-sering blogwalking.

Eniwei, meski tidak tiap hari update postingan tapi saya selalu usahakan untuk bisa jalan-jalan ke blog para blogger lainnya. Apalagi kalau lagi mengalami writer block.

Setidaknya banyak manfaat yang saya dapatkan dari blogwalking. Diantaranya dapat menumbuhkan semangat saya untuk ngeblog kalau misal lagi males dan sering juga memunculkan ide buat nulis.

Yap, namanya ide itu nggak ada yang orisinil. Kita bisa dapat ide menulis dari mana saja termasuk ketika sedang blogwalking

Berikutnya cara yang juga bagus untuk dapat melatih kekonsistenan dalam menulis adalah dengan membuat blog plan. Tanpa  perencanaan kan biasanya kita bingung dan bertanya-tanya ya, hari ini mau posting konten apa lagi?

Dengan adanya perencanaan yang matang dalam mengelola konten blog tentunya kita tidak akan bingung, malah akan sangat terbantu.

Apa Niche Blog Anda? Mengapa Memilih Niche Tersebut?

Seperti yang sudah saya ceritakan di atas. Saya memulai ngeblog dengan ilmu yang sangat minim. Itu sebabnya kala itu saya belum kenal dengan istilah niche.

Tujuan awal saya buat blog cuma untuk menulis. Sebatas menuangkan isi pikiran dan hati. Malah dulu isi blog saya kebanyakan curcol doang. Ya, blog ini saya jadikan semacam diary online gitu.

Setelah memonetisasi blog barulah saya isi dengan hal-hal yang lebih berfaedah dengan topik seputar tips, pengalaman, berbagi info dan lain sebagainya 

Belakangan, setelah menerima job, berupa content placement, isi blog ini jadi lebih bervariasi. Ada bahasan seputar parenting, teknologi, kesehatan, kecantikan, bisnis dan lain-lain. Gado-gado banget, kan?

Nah, blog yang isinya gado-gado seperti blog saya ini ternyata punya istilah keren, namanya lifestyle. Jadi awalnya saya tidak memilih niche, tema blog ini terbentuk dengan sendiri.

Namun kalau misalkan saat itu saya sudah paham tentang niche, saya akan tetap memilih tema lifestyle.

Alasannya sederhana saja, karena pada dasarnya saya tipe orang yang suka menulis tanpa dibatasi dengan topik atau tema tertentu.

Bagaimana Cara Menaikkan Traffik? 

Apalah arti sebuah blog tanpa pengunjung? Ya, kecuali kalau kamu menulis di blog untuk diri kamu sendiri. Tapi, kalau ingin postingan-postinganmu di blog dibaca banyak orang, kamu wajib tahu cara menaikkan traffik.

Saya sendiri baru belajar cara meningkatkan traffik blog dua tahun terakhir ini. Nah, akan saya paparkan secara singkat cara meningkatkan traffik blog sesuai dengan yang sudah saya pelajari.

Sebelum membuat konten kita harus pastikan dulu keadaan blog kita, apakah struktur halamannya sudah benar? Apa sudah SEO friendly? Bagaimana dengan user interface (UI) dan kecepatannya?

Untuk mengecek daleman blog bisa kita ketahui dengan melakukan audit on page dengan menggunakan berbagai tools seperti measure page quality, ahrefs, SEO Meta Inspector dan lain sebagainya.

Selanjutnya melakukan keyword research atau riset kata kunci. Bagaimana blog kita dapat dengan mudah ditemukan pembaca di mesin pencari itu juga sangat bergantung pada pemilihan kata kunci.

Jadi sangat disarankan untuk melakukan riset kata kunci terlebih dahulu sebelum membuat konten. Riset keyword sendiri dapat kita lakukan dengan memanfaatkan tools seperti Ubbersuggest, Ahrefs, Keywordyool.io , Google Search Console (GSC) dan lain sebagainya.

Selain riset kata kunci kita perlu juga memahami search intent agar dapat menentukan jenis konten yang tepat untuk kata kunci yang kita pilih.

Saat membuat konten pun tidak boleh asal-asalan. Ada banyak hal yang harus kita perhatikan. Seperti penempatan kata kunci, penggunaan LSI keyword, memasukkan internal link dan menambahkan eksternal link (jika dibutuhkan), menambahkan gambar atau infografis yang menarik, memasukkan judul dan alt images, dan lain-lain. 

Ya, menulis di blog untuk mendapatkan peluang traffik besar itu nggak sesederhana yang kamu kira lho. Ribet memang. Tapi itulah yang membedakan penulis blog dan penulis buku. 

Apakah cukup sampai di situ? Oh tidak. Konten yang sudah dipublikasikan tidak bisa dilepas begitu saja. Berikutnya kita harus pastikan blog kita sudah terindeks di halaman Google atau belum. Caranya adalah dengan submit link blogpsot yang telah dipublish di GSC.

Kemudian kita masih perlu melakukan berbagai optimasi agar blog kita bisa nangkring di halaman pertama Google.

Tidak hanya itu, termasuk cara meningkatkan blog adalah dengan mempromosikan blog kita ke berbagai media sosial. Untuk itu setelah posting kita masih perlu sebar-sebar link ke facebook, twitter, instagram, WhatsApp dan lain sebagainya.

Apa Saja Langkah Anda Dari Menulis Hingga Publish?

Nah, jawaban dari pertanyaan yang satu ini akan memberikan gambaran terkait proses saya dalam membuat konten blog. 

Kalau dulu sebelum paham SEO saya ngeblog sebatas menulis doang. Jadi selesai menulis ya langsung publish tanpa gambar. Kalau lagi rajin saja baru saya sertakan gambar. Itu dulu yaaa.

Sekarang prosesnya lumayan panjang. Saya jabarkan per poin ya biar lebih jelas ;

  • Cari ide dengan membaca berbagai referensi
  • Riset kata kunci yang tepat
  • Mulai menulis panjang lebar (khusus untuk konten yang saya buat terdiri atas minimal 1000 kata)
  • Menentukan judul (H1) dengan menyisipkan keyword di awal judul
  • Memasukkan keyword di permalink
  • Menuliskan keyword di paragraf pertama dan paragraf akhir
  • Menuliskan keyword pada subheading judul pertama (H2)
  • Mengisi meta deskripsi disertai kata kunci
  • Menentukan label
  • Membuat featured image dan  gambar pendukung di Canva
  • Memasukkan gambar beserta judul, alt images dan keterangan gambar (jika diambil dari sumber penyedia gambar selain Canva)
  • Mengecek kembali postingan dengan baik
  • Tayangkan artikel

Kurang lebih seperti itu langkah yang saya lakukan dalam menulis blog hingga publish.

Apa yang Perlu Diperbaiki Pada Blog Anda?

Jujur saja, masih banyak hal yang harus saya lakukan untuk memperbaiki blog yang sudah menghasilkan ratusan postingan ketika saya baru mengenal SEO.

Alhasil banyak postingan yang belum sesuai dengan kaidah SEO, bahkan ada yang belum terindeks Google sama sekali di blog ini.

Ya, masih ada segunung PR saya untuk menjadikan blog ini lebih baik lagi. Mulai dari memasukkan keyword, mengubah permalink dan membuat judul yang ramah mesin pencari, mengisi meta deskripsi, menambahkan gambar atau infografis yang menarik, memasukkan tittle beserta alt image dan masih banyak lainnya.

Perlukah blogger paham SEO? 

Belajar SEO dan site audit

Perlu banget. Terutama kalau tujuannya ingin menjadi blogger profesional, maka memahami SEO sudah menjadi suatu keharusan.

Pasalnya ada banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh blogger yang memahami SEO dengan baik. Salah satunya yaitu mendapatkan, traffik organik atau traffik yang berasal dari mesin pencari.

Siapa sih yang tidak senang blognya kebanjiran traffik? Malah sekarang ini para blogger berlomba-lomba untuk meraih posisi pertama di halaman Google dengan menerapkan teknik SEO. So far, tanpa memahami SEO, kita akan menjadi blogger yang tertinggal.

Sejauh Mana Pemahaman Anda Tentang SEO?

Search Engine Optimization atau lebih dikenal dengan sebutan SEO adalah teknik optomasi mesin pencari agar konten yang dibuat dapat menduduki halaman awal di mesin pencari seperti Google.

Tentunya akan semakin besar peluang sebuah blog mendapatkan traffik jika blognya berada di halaman awal Google. 

Karena hal ini berkaitan dengan teknik maka tidak heran jika cara yang ditempuh antara praktisi SEO yang satu dengan praktisi lainnya berbeda meski tujuannya sama. 

Apalagi algoritma Google terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu, sehingga tidak ada aturan baku mengenai SEO. Seperti itulah saya memahami SEO. 

Mungkin pemahaman saya tentang SEO terlalu dangkal, oleh sebab itu sampai sekarang dan ke depannya pun saya masih semangat untuk mempelajari teknik yang berkaitan dengan optimasi mesin pencari ini.

Jika Tulisan Anda Diambil/Dicopas, Apa yang Anda Lakukan?

Terkait pertanyaan ini saya sendiri pernah mengalaminya. Tulisan-tulisan di blog saya pernah dicopas mentah-mentah oleh blog yang entah siapa pemiliknya.

Saya mengetahuinya dari Moz. Ada blog tersebut dalam daftar blog atau website yang memberikan backlink do follow. Tapi setelah saya cek, ya ampun ada postingan saya terpampang di blognya. Jumlahnya bukan cuma satu tapi mencapai puluhan.

Mana mulai dari judul, gambar, sampai titik komanya sama persis. Hanya saja untuk sumber artikelnya dia tetap mengarahkan ke pemilik aslinya. 

Duh, gemes banget deh ketemu blog yang kayak gitu. Biar lagi dikasih backlink do follow dan kasih sumber tapi kalau ambil tulisan orang lain mentah-mentah tanpa izin, sama saja pencuri aka plagiat 

Lantas tindakan apa yang saya lakukannya? Awalnya saya biarkan saja, tapi lama-lama saya resah juga, karena si pemilik blog terus mencuri postingan blog saya khususnya yang berlabel artikel dan kesehatan.

Curhatlah saya di facebook, lalu saya dapat komentar dari salah satu teman blogger yang blognya pernah mengalami nasib serupa.

Katanya itu blog AGC. Pemiliknya menggunakan skrip tertentu untuk bisa mengambil artikel di blog lain dengan sekejap mata. Saran beliau laporkan saja ke DMC Google.

Nah, itu langkah pertama yang saya lakukan. Melaporkan si pelaku ke DMC Google biar kena penalti. 

Tidak berhenti di situ, saya juga mengirim komentar ke pemilik blog untuk menghentikan aksi pencuriannya karena saya sudah melaporkan blognya ke DMC. 

Untungnya si pemilik blog tidak menutup kolom komentarnya jadi masih bisa saya tinggalkan komentar di postingan blog yang dicurinya.

Memang tidak ada balasan sih, saya juga tidak tahu kelanjutan dari laporan yang saya ajukan ke DMC. Namun tidak lama berselang setelah itu saya cek di moz tidak ada lagi backlink dari blog plagiat itu.

Kemudian saya cek langsung di blognya, ternyata semua postingan yang sudah dicuri sudah dihapus, syukurlah.

Belakangan saya juga baru dapat pengetahuan baru. Bahwa cara lain yang bisa dilakukan untuk terhindar dari kasus plagiat, khusus pengguna platform blogger adalah dengan mengatur settingan feed blog agar dikasih short, jangan full. Dengan begitu sibpencuri tidak akan mudah mengambil postingan blog kita.

Apakah Blogger Masih Bisa Bertahan dengan Adanya Youtuber?

Bisa dong. Bahkan ke depannya saya yakin blogger masih akan tetap eksis. Sekarang ini memang makin banyak orang yang suka nonton youtube, bukan berarti blogger kehilangan peminatnya.

Lagipula blogger dan youtuber menghasilkan konten yang berbeda. Konten video yang dihasilkan para youtuber memang menarik, namun tidak bisa menggantikan kebutuhan orang terhadap konten teks.

Nah, kalau dilihat dari segi penghasilan, gaji youtuber yang didapatkan dari Google AdSense memang menggiurkan namun pekerjaan sebagai blogger juga tidak kalah menjanjikan kok.

Terbukti dengan semakin banyak brand atau agensi yang mengajak kerjasama blogger untuk mendongkrak website marketing mereka maupun ikut serta dalam memasarkan produk. 

Apa Pencapaian Terbesar Anda Sebagai Blogger?

Blogger belajar site audit

Setelah menikah saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan sebagai guru dan lebih memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Namun saya tidak ingin menjadi ibu rumah tangga biasa.

Saya ingin tetap bisa menjadi perempuan yang  produktif, senantiasa menebar manfaat dan mendapatkan penghasilan sendiri walau hanya dari rumah. Alhamdulillaah, dengan menjadi blogger apa yang saya harapkan itu menjadi kenyataan.

Menurut saya itu salah satu pencapaian terbesar saya sebagai blogger. Meski cuma tinggal di rumah saya bisa tetap berkarya dan berbagi melalui tulisan-tulisan yang saya posting di blog. Hasilnya, tentu saja yang saya dapatkan bukan semata-mata berupa materi.

Saya seringkali mendapat DM atau pesan dari pembaca blog yang mengaku terinspirasi dan mendapatkan manfaat dari postingan saya yang mereka temukan di mesin pencari. 

Sungguh, mengetahui tulisan-tulisan di blog saya ditemukan oleh para pembacanya dan dapat memberikan manfaat untuk mereka juga sudah merupakan pencapaian yang luar biasa menurut saya. 

Demikian jawaban saya terkait apa itu site audit dan berbagai pertanyaan seputar blog lainnya. Semua jawaban yang saya tulis di atas adalah berdasarkan pengalaman dan opini saya semata. Kalau pun ada kesalahan, mohon diluruskan. Atau kalau ada yang bisa dipetik, silakan. 

Kuy, sampai jumpa di Kelas Site Audit. Ya, semoga saja saya dan patner saya, Mbak Malica terpilih menjadi peserta Pelatihan Site Audit 2022. (Mohon doanya^^).

Salam,

Posting Komentar untuk "Apa itu Site Audit dan Berbagai Pertanyaan Seputar Blog"