Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Yuk Jualan Online! Ketahui Juga Cara Atasi Keluhan Pengguna

Yuk Jualan Online! Ketahui Juga Cara Atasi Keluhan Pengguna

Yuk Jualan Online! Ajakan tersebut bukan cuma datang dari satu dua orang saja. Rata-rata teman dekat saya memang pada menggeluti bisnis online. 

Jadi tidak heran kalau mereka menyarankan hal yang sama setiap saya curcol mengenai aktivitas di rumah yang mulai terasa menjenuhkan. 

Malah bukan baru sekarang ajakan itu muncul. Sudah sejak sebelum pandemi lho. Suami sendiri dari awal pernikahan menawarkan saya untuk buka usaha online. 

Sayanya saja yang tidak langsung menyambut tawaran tersebut. Padahal sudah lama niat pengen punya usaha sendiri, hanya saja masih banyak hal yang perlu saya pertimbangkan. Salah satunya ya karena saya benar-benar masih awam dengan dunia bisnis.

Lagipula saat itu bisnis online belum semarak seperti sekarang. Dan walau dibilang berjualan online itu mudah karena tidak harus menyiapkan banyak modal dan tempat khusus, namun tetap saja yang namanya usaha pasti tidak terlepas dari berbagai tantangan, kan?

Yuk Jualan Online! Cari Tahu Dulu Tantangannya

Tantangan jualan online

Nyatanya berjualan online tidak semudah yang dibayangkan. Saya memang belum punya pengalaman dalam bisnis online. Namun karena sudah niat ingin merintis usaha sendiri sehingga saya banyak belajar dari pengalaman bisnis orang lain dan membaca berbagai referensi seputar bisnis.

Ya, melihat maraknya bisnis online di zaman sekarang, rasanya mudah sekali berjualan  dengan memanfaatkan media sosial maupun  marketplace.

Setidaknya dari yang saya pelajari selama ini, saya jadi tahu bahwa menggeluti usaha online juga butuh persiapan. Seperti halnya jualan offline, jualan online punya tantangan tersendiri. Lantas apa saja tantangan berjualan online? Kita bahas dulu yuk!

Target Pasar

Tantangan pertama yang biasanya dihadapi pebisnis pemula adalah menentukan target pasar. Untuk itu sebelum menentukan produk apa yang akan dijual sangat dianjurkan untuk melakukan riset pasar terlebih dahulu.

Hal ini bertujuan agar kamu dapat menentukan target pasar yang tepat sehingga usaha kamu dapat berjalan dengan lancar.

Melakukan riset pasar sendiri jelas bukan pekerjaan yang mudah. Agar strategi jualan online tepat sasaran ada banyak pertanyaan yang harus kamu temukan jawabannya melalui riset ini.

Bukan hanya terkait produk apa yang tepat, berbagai pertanyaan mulai dari promosi, biaya produksi, harga jual hingga permasalahan seputar konsumen perlu kamu cari tahu. 

Misalkan target market kamu menyasar usia 20 tahun ke atas, kira-kira produk seperti apa yang mereka butuhkan? Promosi dengan platform apa yang cocok untuk dapat menarik perhatian mereka? Apakah harga jual yang kamu berikan nantinya dapat diterima konsumen?

Jadi, mau buka usaha online memang nggak bisa asal-asalan. Harus melalui riset yang benar dulu agar produk jualan kamu menjangkau target yang tepat dan usaha kamu bisa laris manis di pasaran.

Kompetitor

Tantangan selanjutnya yang tidak bisa dihindari adalah kompetitor. Ya, dengan perkembangan internet yang pesat ditambah pula dengan kondisi pandemi membuat bisnis online semakin banyak peminatnya

Apalagi kalau kamu tertarik berbisnis di e-commerce, seperti Jualan di Lazada. Kamu akan menemukan ratusan bahkan ribuan pesaing di sana. 

Tantangan yang dihadapi akan semakin berat ketika produk yang kamu jual mirip dengan  produk jualan kompetitor. Maka untuk memenangkan persaingan, banyak seller yang kemudian melakukan perang harga. 

Namun kamu jangan sampai terjebak dalam perang ini. Perlu diketahui bahwa menjual produk dengan harga lebih murah dari pesaing demi mendapatkan banyak konsumen bukanlah kunci untuk memenangkan persaingan.

Akan lebih baik bila kamu mencari strategi pemasaran yang lain, misal dengan menambah value dari produkmu sehingga terlihat unik dan membuatmu unggul dari kompetitor. Untuk itu kamu perlu melakukan riset kompetitor.

Nah, ini dia. Selain menjadi pesaing, sebenarnya kamu bisa juga memanfaatkan kompetitor yang lebih dulu sukses jualan dengan menjadikannya sebagai mentor bisnis.

Melalui riset tersebut, kamu bisa mempelajari cara berjualan kompetitor lalu melakukan adaptasi dengan menambah inovasi yang membuat usahamu bisa lebih berkembang.

Penipuan

Penipuan online bukan lagi hal yang baru. Kejahatan di dunia maya bahkan sudah ada sejak awal bisnis online berkembang. Oleh karena itu kamu patut waspada dengan tantangan yang satu ini.

Target penipuan di internet tidak hanya menyasar pembeli saja melainkan juga penjual. Untuk itu kamu harus mengecek secara detail setiap orderan yang masuk. Pasalnya jika tidak teliti kamu bisa saja bertemu dengan pembeli fiktif yang melakukan transaksi palsu.

Selain penipuan, kamu juga harus hati-hati dengan kejahatan hacker yang bisa dengan mudah merebut akun online shopmu. Guna menghindari kejahatan tersebut pastikan kamu mengamankan akunmu dengan berbagai fitur keamanan sehingga tidak mudah diretas. 

Keuangan

Bisnis online yang sukses tentunya tidak terlepas dari perencanaan yang matang. Termasuk dalam hal ini adalah mengelola keuangan dengan baik.

Masalah keuangan menjadi tantangan yang tidak bisa dianggap sepele. Ya, walau terlihat mudah namun jika tidak teliti dan berhati-hati kamu bisa saja terlibat dengan masalah keuangan yang bisa membuat jualan bangkrut. 

Oleh karenanya kamu perlu mengatur aliran kas (cash flow) dengan rapi. Catatlah setiap pemasukan dan pengeluaran, sekecil apa pun itu. 

Jika merasa kesulitan dan repot mencatat secara manual, gunakanlah aplikasi pencatat keuangan yang dapat memudahkan kamu mengatur keuangan dengan baik. Pastikan juga kamu tidak mencampur keuangan bisnis dan keuangan pribadi.

Keluhan Pelanggan

Satu lagi tantangan yang sering dihadapi para penjual online. Apalagi kalau bukan keluhan dari para pelanggan. 

Saat menjalani bisnis online kamu pastinya akan berhadapan dengan berbagai tipe pelanggan. Ada konsumen yang ramah dan tidak banyak protes, tetapi ada juga yang kritis dan banyak maunya.

Bahkan ada pula konsumen yang chat sekadar bertanya panjang lebar terkait produk ini itu namun ujung-ujungnya menghilang alias tidak jadi membeli.

Boleh dibilang tantangan ini cukup berat juga. Kalau ketemu pelanggan yang gampang menerima sih nggak masalah tapi kalau ketemunya pelanggan yang banyak komplain meski kamu sudah minta maaf, sungguh menguji kesabaran.

Namun itulah tantangan yang harus kamu hadapi sebagai seller. Kamu harus mampu mengatasi keluhan pengguna dengan sabar. Jangan sampai tersulut emosi karena itu bisa merusak reputasi bisnis yang sudah kamu bangun.

Cara Mengatasi Keluhan Pengguna

Cara mengatasi keluhan pengguna

Setelah mengetahui berbagai tantangannya, masih mau bilang bisnis online mudah? Iya, mudah banget kalau kamu punya persiapan yang matang. 

Sebaliknya menjadi sulit kalau kamu nggak punya persiapan apa-apa. Persiapan yang dimaksud di sini termasuk mental ya. Seperti menghadapi keluhan pengguna. Itu butuh mental yang kuat lho

Setidaknya sebelum memutuskan berjualan online kamu wajib tahu cara mengatasi keluhan konsumen agar kamunya tidak stres dan pelangganmu tidak kabur begitu saja.

Tantangan yang satu ini memang sering banget jadi topik curcolan teman-teman saya yang sesama seller. Bahkan ada salah satu teman saya yang curhat, doi sampai berhenti jualan online gara-gara tidak kuat menerima keluhan pelanggannya. 

Sayang banget, kan? Namun nyatanya bukan komentar netizen saja yang kejam, komplain konsumen juga tidak kalah sadis.

Meski demikian komplain pelanggan tidak selamanya buruk kok. Justru, kalau bisa kamu hadapi dengan bijak, keluhan konsumen bisa jadi masukan positif untuk perkembangan online shop kamu ke depannya.

Nah, berikut ini ada tips mengahadapi keluhan pelanggan agar reputasi dan rating bisnis online kamu tetap terjaga :

Segera respon dengan cepat keluhan konsumen

Pelanggan yang mengajukan komplain biasanya dalam keadaan emosi sehingga harus segera direspon.

Jadi ketika mendapatkan keluhan customer baik itu lewat chat, telepon atau via email segeralah merespon dengan kalimat yang tetap santun.

Tidak cukup dengan fast respon tapi kamu juga perlu meyakinkan pelanggan bahwa kamu peduli dengan keluhan yang diajukan dan akan segera mencari solusi yang terbaik.

Hadapi meskipun belum bisa menawarkan solusi

Bagaimana jika kamu belum menemukan solusi terbaik terhadap keluhan yang diajukan pelanggan? Tidak masalah, yang penting kamu tidak mengabaikan komplain yang masuk.

Apapun keluhan pelanggan, tetap hadapi dengan tenang dan sabar. Misalkan keluhan tersebut karena kesalahan kamu namun sayangnya kamu belum bisa menemukan solusi yang tepat maka kamu bisa mencoba menawarkan diskon atau promo sebagai gantinya.

Setidaknya tawaran tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggungjawab kamu atas kesalahan kamu sebagai penjual yang menyebabkan munculnya keluhan dari pelanggan.

Akui kesalahan dan validasi emosi konsumen

Seperti yang diketahui, ada beragam keluhan pelanggan. Contohnya, produk yang dikirim tidak lengkap atau lecet, produk yang dikirim tidak sesuai gambar atau deskripsi produk atau bisa juga faktornya di luar kendali seller seperti keterlembatan pengiriman dari pihak ekspedisi

Nah, kalau misalkan kesalahan muncul dari kamu selaku seller, maka langkah tepat yang harus segera kamu lakukan adalah meminta maaf dan berusaha memperbaiki kesalahan tersebut.

Dengan begitu konsumen akan lebih bisa memaklumi ketimbangan kamu berusaha untuk membela diri dan tidak mau mengakui kesalahan.

Tindak lanjut keluhan konsumen setelah beberapa hari kemudian

Setelah mengatasi komplain pengguna dengan cara-cara di atas, maka tidak ada salahnya menanyakan kembali ke konsumen untuk memastikan komplainnya sudah teratasi dengan baik atau belum.

Adanya follow up ini juga bertujuan untuk lebih meyakinkan pelanggan bahwa kamu benar-benar peduli dengan komplain mereka.

Itu dia beberapa cara hadapi keluhan customer yang saya dapat dari laman website Lazada. Untuk lebih jelasnya akan lebih baik kalau kamu langsung intip artikel terkait keluhan pengguna yang ada di sana karena sudah dilengkapi juga dengan template chat.

Yuk Jualan Online di Lazada, Caranya Gampang Banget!

Yuk jualan di Lazada banyak untungnya

Kalau sudah punya persiapan matang, yuk jualan online di Lazada sekarang juga. Jadi setelah belajar banyak tentang bisnis, termasuk mengetahui berbagai tantangannya, saya mulai mencari e-commerce yang tepat untuk berjualan secara daring.

Pilihan saya akhirnya jatuh ke Lazada. Kenapa berjualan online di Lazada? Tentu saja karena sebagai salah satu e-commerce paling populer dan paling banyak di pencarian google Lazada memiliki banyak kelebihan. 

Diantaranya, platform yang dikembangkan oleh Alibaba ini sudah didukung dengan teknologi terkini, andal dan aman. Selain itu Lazada juga terkenal sebagai brand terpercaya yang jangkauannya luas, tidak hanya di Indonesia saja tapi juga menjangkau negara-negara di Asia Tenggara.

Kuy, selanjutnya akan saya jelaskan bagaimana cara berjualan online di Lazada. Caranya tidak susah kok, cukup dengan tiga langkah mudah.

Agar bisa berjualan online di Lazada tentu saja kamu harus punya akun sebagai seller. Untuk itu silakan mendaftar ke Seller Center Lazada.

Sebagai informasi, Seller Center Lazada merupakan platform khusus dari Lazada untuk membantu memudahkan para seller dalam mengelola operasional toko.

Proses pendaftarannya sama sekali tidak sulit karena cukup dengan nomor hp dan e-mail, kamu sudah dapat akses ke Seller Center Lazada. Kamu juga bisa memilih pendaftaran sebagai sebagai perorangan atau perusahaan.

Melalui Seller Center Lazada, kamu akan dipandu untuk mendapatkan pembeli dalam 1-2 minggu dengan menyelesaikan 3 langkah mudah menjadi seller

Tidak hanya itu, nantinya  fitur-fitur yang ada di platform ini juga yang akan membantu dan memudahkan kamu dalam berjualan. Wah, menarik banget ya? 

Nah, berikut ini tiga langkah mudah Jualan di Lazada :

Lengkapi alamat toko

Setelah memiliki akun di Seller Center Lazada, maka langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah melengkapi alamat toko. 

Pastikan alamat toko kamu masukkan akurat ya karena akan mempengaruhi biaya pengiriman dan menghindari kesalahan beban biaya. 

Lengkapi dokumen identitas dan data rekening bank

Langkah selanjutnya adalah melengkapi dokumen identitas dan memasukkan data rekening bank  kamu. Untuk itu kamu perlu menyiapkan dua dokumen yang dimaksud.

  • Jika mendaftar sebagai individu atau perseorangan maka kamu harus menyiapkan identitas yang sah dan isi informasi terkait. Lazada menerima KTP (WNI)/NIC (WNA)/passport sebagai verifikasi identitas seller perorangan. Pastikan foto identitas jelas (tidak buram) agar proses verifikasi sukses.
  • Jika mendaftar sebagai perusahaan, kamu harus mengunggah dokumen informasi bisnis, yakni NIB (Nomor Izin Berusaha) dan Izin Usaha dari OSS saat verifikasi. Pilih tipe identitas yang digunakan, masukkan nama sesuai identitas yang diunggah, dan nomor NIB.
  • Selanjutnya isi informasi rekening bank. Masukkan nomor rekening, nama bank, dan unggah foto buku tabungan/giro. Pastikan info di identitas tersebut dan di rekening yang didaftarkan sama,.

Unggah minimal 10 produk di tokomu

Setelah melakukan dua langkah di atas maka kini saatnya melengkapi toko online kamu dengan mengunggah produk-produk apa saja yang akan kamu jual.

Berikut cara mengunggahnya :

  • Klik Tambah Produk (Add Products) dari dashboard Seller Center dan upload gambar produk yang hendak dijual
  • Unggah minimal 10 produk. Hal ini bertujuan agar menarik perhatian pembeli. Pastikan juga foto yang kamu unggah berkualitas bagus dan memperlihatkan detail produk yang jelas.
  • Selanjutnya sertakan nama produk Gunakanlah nama produk akurat dan mengandung kata kunci yang mungkin dicari calon konsumen

Langkah ini jangan sampai di skip ya karena merupakan tahap penting yang akan dilihat calon pelanggan kamu dan tentu saja menjadi penilaian mereka.

Nah, setelah 3 langkah mudah di atas, selanjutnya kamu akan mendapatkan panduan jualan online dari Lazada untuk membantu pertumbuhan toko kamu selama 3 bulan ke depan.

Asyiknya lagi nih, ada lebih dari 15 fitur di Seller Center yang bisa kamu manfaatkan untuk meningkatkan kemampuan jualan online. Mulai dari Naikkan Produk sampai Bisnis Analisis. 

Selain itu kamu juga bisa mengakses fitur eksklusif, Lazada University, untuk mempelajari tips jualan online melalui tutorial, video kursus singkat, dan webinar tentang berbagai topik untuk meningkatkan penjualan. 

Waah, benar-benar menarik ya. Ini jadi alasan mengapa Lazada pantas menjadi pilihan tepat bagi pebisnis pemula atau yang baru mau terjun buka usaha online seperti saya. memaksimalkan penjualan online kamu di Lazada, cukup kunjungi fitur ini dan dapatkan wawasan lengkap.

Kesimpulan

Menekuni bisnis online memang tidak mudah. Butuh persiapan yang matang karena seperti halnya toko offline, bisnis online pun tidak lepas dari berbagai tantangan. Dimana salah satu tantangannya adalah mendapat berbagai keluhan dari konsumen.

Tentunya sebagai penjual kita harus menghadapi keluhan pelanggan dengan sabar. Jangan sampai ikut tersulut emosi. 

Nah, kalau sudah memiliki persiapan yang matang, maka Lazada merupakan e-commerce yang patut kamu pertimbangkan. Dengan adanya Seller Center Lazada yang merupakan platform khusus untuk seller kamu pasti akan merasa sangat terbantu dan dimudahkan dalam berjualan online.

So, tunggu apalagi. Yuk Jualan di Lazada dan kamu juga akan mendapat insight seputar tips dan inpirasi seputar bisnis seperti yang sudah saya pelajari di laman website Lazada.

Demikian ulasan mengenai Yuk Jualan Online dan informasi seputar cara mengatasi keluhan konsumen. Semoga artikel ini bermanfaat

78 komentar untuk "Yuk Jualan Online! Ketahui Juga Cara Atasi Keluhan Pengguna"

  1. mengatasi keluhan pelanggan ini memang susah susah gampang dan kudu banget pinter menyiasati karena jika gagal maka akan jadi bola salju tapi kalau berhasil maka pelanggan akan susah pindah kelain hati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget Mbak. Jadi harus cerdas mengatasi pelanggan yang mengajukan komplain

      Hapus
  2. Bisnis online, seperti juga bisnis offline harus memenuhi kiat-kiat tertentu agar sukses. Selain membidik target pasar, mengetahui trend dan bagaimana barang di delivery juga harus dipikirkan. Tapi seperti kata orang bijak, tak ada yang sulit jika kita mau belajar dan mempraktekan apa yang dipelajari. Sukses dengan bisnisnya ya Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget Mbak. Kalau mau belajar dan usaha pasti bisa.

      Hapus
  3. jika sebagai buyer saya paling suka seller yang fast respon dan bertanggung jawab dalam artian mengakui kesalahan dan menyediakan solusi sehingga sebagai buyer tidak merasa kecewa dan tidak jera untuk belanja di toko yg sama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Mas. Setiap pembeli walaupun
      sebel mungkin sampai mengajukan keluhan tapi tetap bisa respek sama seller yang fast respon dan bertanggungjawab.

      Hapus
  4. Ngomongin keluhan pelanggan soh ada aja gitu seller yang curang dan nakal. Tapi gak banyak kok. Selebihnya amanah and trusted

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih karena itu kalau mau buka usaha online usahkan kita bisa jadi seller yang amanah

      Hapus
  5. Komplain biar bagaimana pun harus dihadapi yaa mba, agar customer gak Makin menjadi-jadi komplainnya. Bisa-bisa berlanjut buat review jelek di platform lain, bakalan mencoreng citra toko.

    Lazada seperti nya punya manajemen keluhan pelanggan yaa mba, dimana kita bisa dengan mudah dan cepat tahu kalau ada review buruk yang masuk. Jadi bisa ditindaklanjuti segera.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Mbak. Risiko jadi seller kan gitu ya, jadi harus dihadapi. Kalau diacuhkan malah bisa lebih menimbulkan masalah dan merusak reputasi toko.

      Hapus
  6. Kalau kita ingin mempunyai pelanggan setia, salah satu caranya dengan menjadikan konsumen sebagai raja, which is memberikan pelayanan terbaik kita sebagai penjual termasuk dalam merespon keluhan mereka.
    Mantap nih Lazada, tidak hanya bisa menjadi wadah bagi para penjual untuk memasarkan produk-produknya, tetapi juga memberikan pengetahuan dan ilmu seputar penjualan kepada seller yang tergabung didalamnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali. Pembeli adalah raja jadi sebagai seller kita harus bisa memberikan pelayanan terbaik. Iya Mas, enaknya jualan di Lazada karena ada platform khusus seller yang dapat membantu kita mendapatkan pelanggan sekaligus juga edukasi terkait jualan online

      Hapus
  7. Menghadapi keluhan pelanggan itu memang butuh mental kuat sih kalau buat aku. Pernah jualan online pakaian sebagai dropshipper. Ketika baju yang dikirim tidak sesuai ekspektasi, maka dropshipper yang harus menanggung keluhan pembeli. Sampai pernah harus mengembalikan uang dan baju dikirim ke alamat aku. Aku nggak bisa pakai itu baju karena soal pakaian itu kan selera. hmm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, benar kan Mbak. Butuh mental yang kuat, apalagi sebagai dropshipper. Jadi dapat pelajaran juga nih dari pengalaman Mbak.

      Hapus
  8. Apalagi pas lebaran kemaren, pasti banyak banget keluhan pelanggan. Yang barangnya salah dateng, slow respon, pengiriman telat. Wah pasti bikin cust bete. Tetep aja seller harus bijak mengatasi keluhan pelanggan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya musim lebaran biasnya jadi musim keluhan juga dari para pelanggan. Jadi seller harus benar2 sabar

      Hapus
  9. Meski dikatakan harus tahan banting saat sedang jualan online, tapi dengan sabar dan tekun tentunya bisa dilalui dengan baik ya

    BalasHapus
  10. ilmu penting banget sih ini, karena kalau bisa mengatasi masalah pelanggan bakalan bisa ngebuat kekecewaan pelanggan jadi kebahagiaan pelanggan dan mereka susah deh pindah kelain hati

    BalasHapus
  11. Kemarin saya coba register jadi seller Lazada juga. Ternyata langkahnya mudah banget. Terpenting isi data yang lengkap, terus upload foto produk. Kita langsung bisa jualan di Lazada.

    BalasHapus
  12. Dulu pas masih kerja di bank, Krn aku di bagian operation and service, jadi menghadapi komplain nasabah udah makanan sehari2. Dan kami di training utk selalu serius menghadapi komplain, bahkan utk semua komplain itu wajib dimasukin ke suatu system complaint management, yg terhubung ke kantor pusat di HongKong. Dan kalo udah lewat dari SLA nya, siapa2 aja dapet surat cinta dari CEO yg bakal nanya kenapa itu komplain ga direspon sampai tuntas. Prinsip bank asing tempat aku kerja dulu, jadikan komplaint nasabah sebagai cara kita utk menggaet loyal customer. Krn seorang nasabah yg tadinya dissatisfied dengan service yg didapat, tapi Krn complaintnya dihandle dengan benar dan cepat, itu bisa aja berubah menjadi loyal customer . Krn dia merasa di bank ini dia ga diacuhin, semua masalahnya bisa selesai. Makanya itu yg aku terapin juga ke Bisnisku yg lain. Jangan pernah underestimate komplaint pembeli. Justru dari situ kita buktikan kalo kita serius dengan bisnis dan service ke semua pelanggan

    BalasHapus
  13. Mesti belajar banyak nih sama Lazada buat menangani keluhan pelanggan biar ngga jadi bumerang untuk bisnis kita. Kalau bisa sih malah jadi meningkatkan branding yaaah kayak satpam bca itu wkwk

    BalasHapus
  14. Ga worry deh jadi seller di Lazada karena ada seller center yang bisa bantu kita menghandle jika ada keluhan dari pembeli yg kdg memang ada aja yang agak rewel ya

    BalasHapus
  15. Keluhan dari pelanggan ini penting banget untuk segera ditanggapi yaa..
    Bagus sekali tipsnya, kak.
    Karena segala sesuatu perlu sekali divalidasi kebenarannya agar bisa ditangani dengan cara yang baik.

    BalasHapus
  16. fast respon itu penting, juga membalas dengan santun dan fokus pada masalah klien kita. itu bakal membuat mereka merasa diperhatikan dan dimanusiakan

    BalasHapus
  17. Saya sebagai konsumen merasa diperhatikan banget kalau ada chat ke penjual, mereka langsung respon saat online. Yah meski tidak ada solusi, setidaknya kalau ada komunikasi kita jadi sama sama tahu dan lebih nyaman ya. Ini sebuah pelajaran berharga tidak hanya untuk penjual tapi semua pribadi bahwasanya kita akan dihargai apabila kita pun menghargai
    Apalagi sebagai penjual, kita harus memuliakan pembeli, ibarat pepatah pembeli adalah raja

    BalasHapus
  18. Aku selalu pakai target pasar yg gaya hidup & pergaulannya aku pahami supaya kalau ada keluhan, aku lebih cepat paham apa yg dikehendaki. E-commerce memang agak tricky ketika memilih kategori produk yg sesuai dg pasar kita, karena itu keluhannya lebih random. Tapi kalau udah nyoba, ntar lama2 bisa menemukan cara handle keluhan yg pas. Kalau belum nyoba, memang takut2.

    BalasHapus
  19. Pokoknya kalau ada pelanggan yang komplen, hadapi aja dulu ya kak. Nanti kita cari solusinya sama-sama. Asal jangan mendadak ngilang aja. Hehe

    BalasHapus
  20. Bisnis memang butuh usaha lebih untuk bisa mewujudkan keberhasilan. Terima kasih untuk tulisannya, menarik.

    BalasHapus
  21. Lazada emang terbaik sip deh pokoknya buat berbisnis makin untung pokoknya happy selalu

    BalasHapus
  22. Dengan mengetahui kompetitor dan pencatatan keuangan yang rapi, sudah menjadi kunci awal agar bisnis daring bisa sukses. Pastinya di bidang apapun, termasuk berbisnis, kita perlu terus belajar dan bertumbuh

    BalasHapus
  23. jualan online sekarang memang lagi primadona, peluang besar nih apalagi kalau udah khatam digital marketing, widiiih.
    tapi hadapi keluhan pelanggan itu memang harus sabar dan kita gak boleh emosian, yaa balik lagi memposisikan diri sih ya sebenarnya :D
    jadi ingin jualan di Lazada juga nih, selama ini jualan cuma pake medsos doaang :D

    BalasHapus
  24. aku tuh jarang complain mba tapi kalau ada masalah dan tidak ditanggapi penjualnya jadi sebeel abis memang

    BalasHapus
  25. Wah ternyata jualan di Lazada mudah ya. Dan keluhan pelanggan itu, ada trik utk mengatasinya

    BalasHapus
  26. Waktu kerja di industri dulu, kerjaan saya itu salah satunya nanganin keluhan konsumen. Meskipun nggak secara langsung ngadepin konsumen, tapi kebayang sih gimana deg-degannya jadi atasan yang harus presentasi langsung dengan konsumen misal pihak rumah sakit/apotek.

    Yang jelas dalam menangani konsumen harus ada sop yang jelas tentang alur penanganan produk komplain. Kalau berbisnis online pakai lazada rasanya pasti udah terstruktur ya dslam menerima dan menangani komplsin. Salut buat para pejuang olshop..

    BalasHapus
  27. Alhamdullilah nih, mba, aku sudah jualan online sejak tahun 2010, jual buku anak murah yaitu harga di bawah toko buku. Memang menghadapi hal terberat membuat pelanggan percaya karena kan banyak penipuan ya

    BalasHapus
  28. Contekan serba komplit ini buat yang memulai bisnis online.
    Auto teringat, belum menambah list produk di rintisan salah satu toko online terbaru. Otw tambah daftar produk ah

    BalasHapus
  29. betul banget bisnis online tidak semudah tampaknya, tetapi selama kita mau berusaha ada aja jalannya. Termasuk kesempatan yang diberikan Lazada, ternyata tidak seribet yang saya bayangkan

    BalasHapus
  30. Lazada memudahkan masyarakat yang ingin memulai bisnis online ya, karena saat ini banyak bidang yang berbasis online

    BalasHapus
  31. Aku jadi ingat cerita suami mengenai seorang seller di online shop.
    Dia membuat kompetitor dengan dirinya.
    Itu artinya beliau membuka toko online lebih dari saru, sehingga kompetitor itu ia ciptakan sendiri.

    Unik ya...
    Strategi bisnis di zaman digital ini.

    Bersama Lazada, kita bisa belajar sekaligus menjadi seller yang tangguh di masa pandemi.

    BalasHapus
  32. Penting banget ya Mba Siska untuk tahu cara menangani keluhan pelanggan, agar pelanggan tidka kecewa dan produk kita juga jadi makin laku dan tetap dipercaya.

    BalasHapus
  33. Wahyuindah15:15

    Ngeselin ya mbak kalau nemu pelanggan yang sukanya ngeluh. Harus sabar kitanya sebagai penjual. Tips di artikel ini bisa dipakai untuk mengatasi keluhan pelanggan. Bisnis pun jadi lancar. Eh jualannya di Lazada ya. Enak tuh. Mudah dan menyenangkan pula.

    BalasHapus
  34. Punya bisnis memang butuh mental yang kuat sih ya, soalnya bukan hanya penipuan yang bisa jadi datang kapan saja, tetapi juga keluhan dari pelanggan mengenai layanan yang kita berikan. Wah, kalau misalnya berkolaborasi dengan Lazada, seller bisa belajar banyak melalui Seller Center Lazada ya. Jadi serasa punya teman dalam menjalani bisnis.

    BalasHapus
  35. Emang penting untuk mengetahui target pasar supaya bisa punya produk yang tepat untuk mereka. Tulisan ini bisa jadi referensi buat orang yang mau bikin atau jalankan usaha nih.

    BalasHapus
  36. Konsumen memang memiliki ciri khasnya masing-masing ya, dan sebagai seller memang harus persiapan untuk hal ini terutama jika memiliki bisnis online dan sudah berjalan cukup stabil. Perlu divalidasi jika misal kesalahan ada di pihak kita, namun diteliti kembali jika ternyata pembelinya kurang teliti.

    BalasHapus
  37. bener banget nih, merespon keluhan konsumen dengan cepat adalah cara terbaik untuk meningkatkan omset jualan online

    BalasHapus
  38. Pelayanan maksimal pada pelanggan termasuk dalam merespon keluhannya adalah ikhtiar penjual dalam menjadikan kostumer sebagai raja, dan pastinya kostumer akan sangat dihargai dengan pelayanan terbaik dari para penjual

    BalasHapus
  39. Saya juga jualan online ka. Poin-poin di atas penting banget untuk kita pahami. Masalah yang harus kita atasi mulai dari keluhan sampai penipuan. Customer relation management juga beneran wajib dipelajari untuk online seller.

    BalasHapus
  40. Tantangan bisnis online memang sesuai banget sama yg mba tulis, yang paling besar menurut saya sih target pasar dan kompetitor. Makanya kita dituntut harus memiliki keunikan dan juga pelayanan yang baik yaa

    BalasHapus
  41. Semakin banyak mengunggah produk jualan kita akan semakin banyak muncul penyaranan belanja di toko kita kepada calon pembeli. Siasati dengan memfoto produk dari berbagai sisi dan beda suasana, jika produk kita masih belum banyak

    BalasHapus
  42. Wah, terima kasih untuk tips menghadapi keluhan konsumen ini. Sebagai konsumen yang juga pernah komplain, memang rasanya kesal sekali kalau keluhan tidak ditanggapi. Tapi setidaknya jadi pelajaran sih, bagaimana kalau nanti menjadi penjual dan harus menghadapi komplain dari konsumen.

    BalasHapus
  43. Wah, lengkap sekali informasinya. Segera deh saya rekomendasikan artikel ini ke anakku, secara tu dia mau memulaai usaha melalui jualan online. Terima kasih ya, artikelnya sangat membantu.

    BalasHapus
  44. Target pasar jadi kunci awal alias nomor satu sih memang, karena kalau tidak sesuai sasaran target yang ada bukan meraih keuntungan ya kak

    BalasHapus
  45. Wah udah dapat keuntungan penjualan, bisa dapat untung juga dari Lazada yaahh <3 asyik bangett masyaAllah.. jadi kegoda pengen jualan online lagi nih wkwkwkwk

    BalasHapus
  46. Bisnis katanya mirip "seni" yaa..
    Tidak ada yang benar dan salah, tapi perlu diperhatikan banyak detailnya.
    Yuk, jualan online.

    BalasHapus
  47. Jualan daring salah satu yang semakin membuat kita maju adalah ketika mendapatkan keluhan dari pengguna. Semakin memperbaiki keadaan, maka pelayanan jualan online kita pastinya semakin membaik

    BalasHapus
  48. modalnya gercep respon sih, soalnya kalau lagi komplain kan kepala panas tuh, tapi kalau CS-nya responnya cepet, minimal bisa ngademin dan nenangin. hahaha

    BalasHapus
  49. responsif dan layani komunikasi keluhan emang penting banget ya, klo didiemin tuh malah makin bikin senewen, makanya perlu admin yang responsif dan komunikasinya bagus

    BalasHapus
  50. Mengatasi kelurahan pelanggan memang gampang-gampang susah ya. Butuh komunikasi yang mudah dimengerti biar pelanggan paham. Penting banget nih memperhatikan keluhan pelanggan.

    BalasHapus
  51. Seru ya jualan di Lazada. Difasilitasi bgt jualan disiana..

    BalasHapus
  52. Meskipun jualan online bisa dilakukan darimana saja tetapi pastinya tetep harus banyak riset cari tahu kondisi pasar dan kompetitor ya. Hmm, kini mau jualan di Lazada pun makin mudah pastinya semakin banyak yang terbantu nih.

    BalasHapus
  53. yang penting sebagai seller kita mesti tanggung jawab dan fast respon, pasti buyer kita akan berusaha memahami

    BalasHapus
  54. Salah satu hal yang harus disiapkan saat memulai jualan online adalah bersiap dengan kemungkinan terburuk. Termasuk gimana ngatasin kalau ada komplain. Karena pembeli adalah raja, sebagai seller kita harus menerima komplain dengan baik dan kepala dingin ya.

    BalasHapus
  55. Keluhan pengguna penting ya biar kita tahu kualitas barang kita. Yang paling penting untuk branding penjualan kita juga

    BalasHapus
  56. Sama, nih, saya juga sudah beberapa kali ditawari jualan online, tapi belum mengindahkan. Dan sekarang, mereka udah melesat jualan online, saya yang jadi kepengen.

    Jualan online memang banyak sekali tantangannya ya. Salah satunya menghadapi keluhan pelanggan. Bener-bener kudu sabar dan siap menghadapinya.

    BalasHapus
  57. Jualan online di Lazada semakin berkembang karena marketplacenya bagus

    BalasHapus
  58. Berjualan online memang terlihat mudah. Tetapi kita tetap harus paham tentang strategi marketingnya. Biar jualan tetap cuan. Salah satu cara jualan online bisa lewat lazada ya. Ternyata prosesnya mudah, juga.

    BalasHapus
  59. Masyaa Allah sangat bermanfaat informasinya, jadi makin mudah ya dengan teknologi.

    BalasHapus
  60. Menekuni usaha online memang ngga mudah. Jadi tertarik mau jualan online di Lazada juga. Caranya keliatan mudah.

    BalasHapus
  61. Melakukan pelayanan prima kepada konsumen itu wajib dilakukan setiap pengusaha dan jangan pernah memberikan peluang keluhan bagi konsumen terkait pelayanan yg kita lakukan.

    BalasHapus
  62. Naah pentin banget untuk mengetahui cara penanganan keluhan pelanggan. Soalnya kalau ga benar, jadi ilfil juga sama toko tsb. Apalagi kalau sampai dimaki-maki pelanggan atau penjualnya. hadeh ribeeet~

    BalasHapus
  63. Ini bermanfaat banget tipsnya karena bikin Nambah ilmu juga ya

    BalasHapus
  64. Aku salut banget deh sama entrepreneur yang selalu jeli melihat peluang dan semangat menghadapi tantangan, termasuk menanggapi keluhan pelanggan.. Semoga terus berkah ya

    BalasHapus
  65. jualan itu memang ada risikonya ya tapi seneng banget kalau laku tapi kadang sedih kalau ada keluhan hehehe tapi hal tersebut kadang bikin cambuk semangat tuk lebih baik lagi

    BalasHapus
  66. Wahyuindah16:12

    Keluhan pelanggan memang harus segera diatasi ya. Biar pelanggannya gak kabur. Jeleknya lagi pelanggan bisa memberikan rating buruk kalau keluhannya tidak ditanggapi. Buntutnya bisa panjang ke masa depan bisnis yang kita bangun. Bener gak?

    BalasHapus
  67. Anonim15:53

    Aku jadi tertarik mba sis buat jualan online di lazada

    BalasHapus
  68. Nah ini, banyak pebisnis online yang engga survei target pasar yah. Jadinya cuma ikut-ikutan aja... Lengkap artikelnya, sampai ada waspada penipuan juga. Sip...

    BalasHapus
  69. Paling asik itu kalau ada masalah ketika belanja customer service atau seller nya dulu deh sebelum ke CS itu responsif, komunikatif dan bisa kasih solusi. Di Lazada gitu juga kan?

    BalasHapus
  70. kerasa banget nih sama aku yang punya olshop ketika menangani konsumen yang ribet, mafa bukan keluhan, hehehe. tapi tetep sama ya menangani konsumen. hal yang penting dilakukan adalah mengelola emosi. kalau kitanya lagi rudet, bisa jadi miskomunikasi sama konsumen karena kita jawabnya nge gass. tapi hal ini lama lama bisa dilatih kok, mengontrol emosi. kalau gak nanti pelangganku pada kabur, hehe

    BalasHapus