Fenomena CrossHijaber, Ketika Hijab Dilecehkan

by - Saturday, October 19, 2019

gambar : pinterest

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Fenomena CrossHijaber, Ketika Hijab Dilecehkan. Kemarin-kemarin saya sempat lihat IG story salah seorang teman yang memosting foto laki-laki berhijab tapi saat itu saya belum ngeh. Tadinya saya malah pikir mungkin itu cuma gambar editan atau memang si lelaki sengaja foto pake hijab gitu sebagai bahan candaan. Eh tidak lama kemudian saya terkejut melihat status berupa screenshot akun IG @crosshijaber yang diposting salah satu teman saya di WA story.

Kepolah saya dengan akun tersebut tapi pas saya search di instagram akunnya sudah nggak ada yang tersisa hanya jejak-jejaknya termasuk hastag #crosshijaber dengan jumlah postingan yang telah mencapai lebih dari 100. Pas saya googling ternyata sudah banyak juga situs yang mengulas tentang komunitas crosshijaber.

Wah, sepertinya saya agak telat mengetahui komunitas edan yang satu ini. Untungnya waktu belum tahu itu saya cuma stay di rumah. Nggak kebayang saja sih gimana reaksi saya kalau pas lagi di toilet wanita atau lagi berada di masjid area muslimah lantas bertemu dengan seseorang berhijab syari lengkap dengan cadarnya yang ternyata adalah laki-laki tulen. Mungkin saya bakal shock dan teriak kencang kayak lihat hantu kali ya.

Well, saya benar-benar nggak habis pikir kenapa komunitas seperti crosshijaber bisa muncul ke permukaan. Kira-kira apa yang ada dalam pikiran sekelompok lelaki itu ketika memutuskan untuk berpakaian layaknya muslimah lantas dengan berani menunjukkan identitasnya secara terang-terangan di hadapan publik. Entah apa motif mereka sebenarnya dengan berpenampilan seperti itu. 

Ah, saya jadi tertarik mengulas fenomena crosshijaber, terutama kaitannya dengan jilbab yang notabene merupakan perintah Allah azza wa jalla dan diturunkan khusus hanya untuk wanita-wanita muslim (baca ; muslimah). Lantas bagaimana bila lelaki yang mengenakannya? Yuk, kita bahas bersama :)

CrossHijaber, Lelaki Berpenampilan Akhwat


gambar : zonatimes.com

Sebelum bahas
crosshijaber, mungkin kamu sudah sering dengan istilah crossdressing atau pernah lihat laki-laki yang berpakaian bahkan berdandan seperti perempuan, begitupula sebaliknya? Eh tapi istilah crodessing ini memang lebih lekat dengan kaum lelaki.

Crodessing sendiri merupakan perilaku dimana seorang lelaki suka mengenakan baju dan berdandan ala perempuan atau perempuan yang suka berpakaian dan perpenampilan persis lelaki. Sengaja saya tebalkan kata "suka mengenakan" biar kamu nggak salah kaprah ya atau sampai menganggap crossdresser (sebutan untuk orang yang melakukan crodessing) ini sama dengan bencong, waria, gay, lesbian, dsb.

Yup, karena faktanya tidak semua orang yang doyan berpenampilan seperti lawan jenisnya memiliki kelainan orientasi seksual. Di luar sana ternyata banyak lho orang-orang yang melakukan crossdressing dengan tujuan semata-mata untuk menyenangkan diri. 

Bahkan kalau kita tengok sejarahnya, crossdressing ini bukan hal yang baru. Sudah ada sejak lama dan bukan cuma di Indonesia saja namun ditemukan juga di negara-negara lain. But saya nggak pengen bahas lebih jauh mengenai sejarah crodessing ini, kamu bisa cari tahu sendiri.

Nah, crosshijaber ini merupakan bagian dari crossdressing dalam hal ini yang dimaksud adalah para lelaki yang suka mengenakan pakaian dan berpenampilan layaknya muslimah. Sederhananya, lelaki berpenampilan akhwat itulah yang disebut crosshijaber. Sengaja saya gunakan kata akhwat di sini karena hijab syar'i dan cadar lekat dengan muslimah yang sering dipanggil dengan sebutan tersebut.

Well, kalau lelaki mengenakan pakaian lawan jenisnya yang terbuka atau menampakkan aurat mungkin bukan hal yang asing lagi ya, karena pemandangan seperti itu sudah sering kita temukan. 

Lha ini laki-laki yang suka mengenakan busana muslimah, sampai-sampai ada komunitasnya pula. Benar-benar hal yang baru dan sangat gila menurut saya. Yah, walau saya pernah lihat nonton satu atau dua film yang aktornya sengaja menyamar dengan mengenakan hijab sekaligus cadar untuk menutupi identitas dirinya tapi ini kasusnya jelas berbeda. Bukan sekadar bermain peran atau akting melainkan dilakukan secara sadar oleh para pelakunya. Na'uzubillaahi min dzalik.

Munculnya Fenomena Crosshijaber, Melecehkan Jilbab?


Bagaimana hukumnya lelaki atau perempuan yang  memerankan tokoh dan berpenampilan seperti lawan jenisnya dalam sebuah film, sinetron atau pertunjukan lainnya? 

Saya ingat, pernah mendengar pertanyaan serupa itu. Entah siapa yang menanyakan. Saya lupa tapi tidak dengan jawaban yang diberikan. Dalilnya jelas sekali.

gambar : nasihatsahabat.com

Bahkan sekalipun hanya bermain peran? Yup, bukankah segala sesuatu atau sekecil apapun itu pasti akan dimintai pertanggung jawabannya. 

Menyerupai yang dimaksud di sini bukan hanya dalam hal sikap atau gaya bicara lho, termasuk juga penampilan. Apalagi kalau bicara soal penampilan antara laki-laki dan perempuan, aturannya sangat ketat dalam Islam. 

See!  Sampai ada hadis yang bunyinya seperti di atas. ALLAH melaknat  lelaki menyerupai perempuan . . . .

Bukan cuma itu, bahkan Allah menurunkan ayat khusus terkait penampilan perempuan yang harus menutupi seluruh tubuhnya kecuali yang biasa tampak.

Jilbab itu bukan sekadar busana muslimah, itu perintah Allah. Yang tujuan diturunkan pun bukan semata-mata hanya untuk menutupi aurat. Lebih dari itu, dengan turunnya perintah berjilbab Allah muliakan kaum perempuan, Allah angkat derajatnya, Allah lindungi ia dari godaan para lelaki ajnabi, Allah jadikan jilbab sebagai identitas seorang muslimah agar ia dengan mudah dikenali.

gambar : suaraaliman.com

So,
kalau sekarang ada sekelompok lelaki yang dengan sengaja mengenakan berbusana yang diturunkan Allah hanya untuk kaum muslimah, entahlah laknat seperti apa yang akan Allah timpakan pada mereka. Wallaahu a'lam bisshawab.

For me, crosshijaber ini sudah termasuk perilaku yang melecehkan jilbab. Melanggar syariat. Ah, saya jadi ingat dengan postingan saya dua tahun lalu ketika menyoroti salah satu artikel di hipwee yang menyandingkan busana muslimah dan pakaian seksi. Itu postingan yang menurut saya juga termasuk melecehkan jilbab, masa' jilbab dianggap sama dengan pakaian seksi.


I know, postingan di hipwee memang judulnya rata-rata dibikin bombastis tapi nggak gitu juga kali. Orang-orang nanti bisa salah kaprah. Berarti nggak papa dong nggak nutupin aurat, toh mau pake jilbab atau nggak sama saja, sama-sama bisa terkena pelecehan seksual.

Kurang lebih sama nih dengan munculnya fenomena crosshijaber. Bisa-bisa jilbab syar'i, terutama cadar ikut disoroti atau tepatnya orang-orang bakal waspada kalau ketemu dengan mereka-mereka yang pakaiannya serba tertutup.

Ngapain sih pake cadar, tuh jadi susah dikenali. Tuh jadi ada sekelompok orang yang memanfaatkannya dengan motif tertentu.


Makanya tak heran bila munculnya komunitas crosshijaber sempat menghebohkan dunia maya dan membuat resah banyak kalangan, terutama para muslimah.

MUI dan PBNU sendiri menyebutkan bahwa crosshijaber merupakan penyimpangan dari ajaran Islam. Bahkan MUI memfatwakan perilaku lelaki yang berpenampilan seperti akhwat ini termasuk HARAM. Tak ketinggalan, Muhammadiyah sampai mendesak agar aparat berwenang segera menyelidiki motif dibalik munculnya fenomena crosshijaber.

Hati-hati dengan Pelaku Crosshijaber 


infografis : akurat.com

Bagaimana fenomena
crosshijaber tidak meresahkan? Kalau pelaku crossdressing tentu mudah dikenali. Karena meskipun mereka sudah berpenampilan dan berdandan menyerupai perempuan tetap masih ada ciri-ciri maskulinnya yang bisa dilihat. Sementara pelaku crosshijaber? sebaliknya akan sangat sulit dikenali karena busana yang mereka kenakan serba tertutup dan yang tampak hanya sepasang mata.

Masalahnya, para crosshijaber ini tidak sungkan-sungkan masuk dan bergabung di area khusus perempuan, seperti masuk di toilet wanita, berada di shaf perempuan dalam masjid, dsb. Nah, ini bahayanya. Kita tidak tahu motif mereka  sebenarnya apa, sekalipun diantara mereka mengaku tidak punya penyimpangan orientasi seksual. 

Entah sekadar mencari sensasi, ingin berbuat mesum, atau sengaja menjadikan jilbab maupun cadar yang mereka kenakan sebagai alat untuk melancarkan tindak kejahatan 

Apapun itu, kita harus berhati-hati. Mau tidak mau ya kita tetap kudu waspada bila bertemu dengan orang yang berpenampilan hijab syar'i lengkap dengan cadarnya. Ini bukan bermaksud su'udzhon  lho pada saudari-saudari kita yang mengenakan busana tersebut. Nyatanya memang kita susah mengenali sosok yang ada dibalik hijab dan cadarnya jadi memang harus dipastikan. 

Karena pelaku crosshijaber ini tersembunyi dibalik hijab dan cadarnya sehingga cara pertama dan paling mudah untuk memastikan adalah dengan menyapa atau mengajaknya berbicara. Suara tidak bisa bohong. Kita pasti bisa dengan jelas membedakan mana suara perempuan dan suara laki-laki tulen yang menyamar sebagai perempuan dibalik hijabnya.

Cara selanjutnya adalah dengan memperhatikan  cara jalannya. Umumnya sih cara jalan perempuan dengan lelaki berbeda. Perempuan cenderung melangkahkan kaki secara menyilang atau membentuk huruf X sedangkan lelaki arah langkah kakinya cenderung lurus ke depan.

Setidaknya itu dua cara yang bisa kita lakukan untuk memastikan apakah seseorang yang menggunakan pakaian serba tertutup itu adalah akhwat atau justru pelaku crosshijaber. Tapi semoga saja saya tidak pernah bertemu dengan para lelaki berpenampilan akhwat ini, ngeri saja sih membayangkannya. Apalagi kalau ketemunya di toilet wanita.

Penutup


Jika menengok sejarah crossdressing yang sudah ada sejak lama itu saya jadi berpikir, barangkali fenomena crosshijaber tidak lepas dari fenomena hijab khususnya penggunaan jilbab syar'i dan cadar yang semakin tren di zaman sekarang. Secara kita tahu bersama, hijab kini bukan sebatas penutup aurat bagi wanita muslim melainkan sudah menjadi bagian dari fashion dan lifestyle.


Jika hijab tidak se-tren seperti sekarang ini, apa mungkin fenomena crosshijaber masih akan tetap muncul? Entahlah, yang jelas saya sangat menyayangkan adanya komunitas crosshijaber, karena kehadirannya tidak hanya meresahkan tapi juga melecehkan jilbab, mencoreng busana muslimah, bahkan kesannya seolah mempermainkan perintah Allah yang diturunkan hanya untuk wanita-wanita muslim.

Ini bukan berarti saya pro dengan para pelaku crossdressing, karena kalau kita bicara dalam ranah Islam, jelas semua perilaku yang menyerupai lawan jenis mendapat laknat Allah. Namun pelaku crosshijaber memang termasuk yang sangat kelewatan batas. Benar-benar edan. Sungguh saya tak habis pikir, mengapa mereka sampai berani bermain-main dengan perintah Allah?

Salam,

@siskadwyta

You May Also Like

21 comments

  1. Yah, beberapa lalu yuni sempat membaca mengenai seorang pria yang mengenakan busana muslimah lengkap dengan cadarnya. Awalnya saya berpikir, apa-apaan ini. Masa iya prank sampai begininya.

    Ternyata memang ada komunitasnya. Naudzubillah. Semoga yuni nggak pernah menjumpai komunitas ini.

    ReplyDelete
  2. Udah pernah tau soal ini di fb beberapa tahun lalu. Serem memang.

    ReplyDelete
  3. Serem ya? Saya kok jadi takut. Sekarang ini macam-macam modus dalam melakukan kejahatan itu.

    ReplyDelete
  4. Menurut saya, jika pria sudah mengenakan pakaian perempuan bisa jadi punya masalah orientasi seksual. Semoga Allah memberikan hidayah utk para crossdresing. Infonya sangat bermanfaat mba 😊

    ReplyDelete
  5. Ngeri ya mba.. Entah apa tujuannya seperti itu. Sampe ada komunitasnya segala. Saya share lagi dgn keluarga

    ReplyDelete
  6. Aku baru tau ada komunitas crosshijaber, ngeri juga kalau ketemu di toilet seperti yang Mba bilang, naudzubillahi min dzalik

    ReplyDelete
  7. Ya Allah seramnya.

    Bisa jadi bikan kelainan orientasi mau berpenampilan perempuan tapi memang mau masuk toilet perempuan dan ngintip apa yang terjadi di sana. Duh makin aneh saja.

    ReplyDelete
  8. Pelaku-pelaku crosshijaber ini sebenarnya udah lama ada, Mbak. Hanya saja, nggak diketahui se-trending sekaramg eksistensinya. Dan nggak separah sekarang ini, sih. Ngeri juga, efeknya bisa ke muslimah yang asli, nih. Na'udzubillah

    ReplyDelete
  9. Duh ngeri jg ya Mbak, di Bandung jg banyak, terakhir liat si crossbijaber itu posting foto lg kajian di kantor suamiku, masjid annur biofarma udah gitu pernah liat juga yg posting foto di masjid TSM Bandung.. sebel bgt liatnya..jadi harus lebih hati2 nih kalo ikut kajian, bukan berarti harus menghindari kajian jg, tp lebih hati2 aja

    ReplyDelete
  10. saya tahu sebelum akunnya dihapus. mirip sih penampilannya, kalau mereka duduk diam pasti juga susah dibedakan. karenanya diajak ngobrol biar tahu suara aslinya juga

    ReplyDelete
  11. Iya lagi viral banget berita ini, sangat meresahkan. Jadi ingat beberapa kasus tntg pengutilan di supermarket yg pelakunya menggunakan cadar. Selain dianggap beorientasi menyimpang, bisa jadi sengaja memperburuk citra muslimah

    ReplyDelete
  12. Naudzubillah ada komunitas seperti ini. Tadinya kupikir hanya aksi nge-prank. Ternyata ini semua real. Zaman makin menggila ya mbak. Semoga kita terhindar dari oknum2 jahat seperti ini. Aamiin

    ReplyDelete
  13. Astaghfirullaaah udah edan emang jaman sekarang, kalau aku pergokin laki2 dengan hijab seperti ini di area muslimah aku sih bakalan teriakin dia seakan2 dia maling >:<

    ReplyDelete
  14. Saya juga kaget saat dapat berita tentang adanya crosshijaber ini. Entahlah, rasanya sulit dimengerti ada orang-orang yang memiliki kesenangan seperti itu. Na'udzubillah... yang pasti para mulimah harus jauh lebih waspada.

    ReplyDelete
  15. semakin mengerikan aja dunia ni, ada-ada aja kelainan yang terkadang malah mirip disengaja atau dibuat-buat yang kemudian jadi trending

    ReplyDelete
  16. Saya juga baru tahu beberapa waktu lalu fenomena ini mbak. Yang terbayang adalah alangkah ngerinya klo mereka masuk ke toilet wanita :(

    ReplyDelete
  17. Fenomena akhir zaman, entah apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran si pelaku, semoga Allah Swt memberikan hidayah dan petunjuk jalan yang lurus padanya

    ReplyDelete
  18. Saya sempat baca sedikit tentang crosshijaber tapi tidak terlalu mendalam. Tulisan Mbak inilebih detil dan jlebb... Iya, para crosshijaber ini bebas berekspresi tapi amat merugikan. Waria bukan, tapi penampilannya iya. Nauzubillah...

    ReplyDelete
  19. Pertama tahu berita inj geliii banget dan jijik.. Hiks. Sy takut dan risih juga melihat ada laki-laki berpakaian sperti ini. Bener kalau tanpa cadar masih kelihatan. Kalau bercadar kan jd susah dibedainnya..

    ReplyDelete
  20. Dulu pas saya kuliah, di masjid kampus suka kehilangan dompet dan isinya. Dan ketika dijebak, pelakunya tu laki-laki yang berbusana hijab gitu. Bisa jadi motivasi pria pakai busana tertutup karena membuat leluasa berbaur dg perempuan tanpa dicurigai dan memang punya niat jahat

    ReplyDelete
  21. Mbak aku salfok ke tema barunya. Wkwk..

    Soal crosshijaber ini ngeselin ya. Dia sampai masuk ke tempat perempuan gitu juga kan.

    Aku dulu pernah nemuin yang semacam ini, tapi nggak sampai pakai cadar gitu sih. Ada laki-laki, pakai kerudung. Itu waktu kami lagi dampingi mahasiswa lomba. Temenku yang bingung mau panggil orangnya apa.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.