Catatan Perkembangan Zhafran 0 - 12+ Bulan

by - Wednesday, December 04, 2019


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Tanggal 4 Desember ini umur Zhafran genap menginjak usia 16 bulan. In syaa Allaah di usia ini juga dia akan menyandang status baru sebagai kakak. Tentu saja, di usianya yang bahkan belum menginjak 1,5 tahun Zhafran masih belum mengerti kalau dia bakal punya adik. Meski demikian saya sudah sering mengajarinya berinteraksi dengan si adik yang masih dalem perut.

Caranya dengan sering-sering mengarahkan tangan Zhafran untuk mengelus-ngelus perut bundanya yang buncit ini sambil mengajaknya ngobrol dengan si adik. "Assalamu'alaykum adek, adek lagi ngapain di dalam perut bunda, ini kakak Zhafran" dan bla bla.  Hasilnya, kadang-kadang tanpa disuruh, dia bakal refleks mengelus perut saya. Mungkin dia heran juga kali ya liat perut bundanya yang membesar.  Atau kalau saya sebut "mana adik? Sayang adik dulu dong", lalu dia akan mencium perut saya dengan mengeluarkan suara mmuaach.

Sungguh takjub lihat perkembangan Zhafran sekarang. Padahal rasa-rasanya baru kemarin dia lahir ke dunia dan cuma bisa berinteraksi dengan tangisan oek... oek,  sekarang luar biasa cerewetnya. Apalagi sejak umurnya menginjak usia satu tahun, perkembangannya pesat sekali. Tidak bisa anteng di tempat. Maa syaa Allaah.

Ah, saya jadi pengen flashback mengenang perkembangan Zhafran 16 bulan terakhir ini. Sebelumnya saya sudah pernah membuat catatan yang merangkum tahap pertumbuhan Zhafran dari bulan ke bulan semenjak ia lahir. Tapi terkait tahap perkembangannya dari lahir hingga di usianya sekarang memang belum ada catatan khusus kecuali beberapa momen yang sempat saya abadikan di Kamar Kenangan ini. Seperti saat pertama kali ia  bisa tengkurap merangkak lalu akhirnya bisa berjalan.

Memahami Tahap Perkembangan Si Kecil

Setiap anak terlahir unik dan memiliki tahap perkembangan masing-masing
(Gambar : medcom.id)
Berbicara mengenai tahap perkembangan bayi berarti kita berbicara tentang kemampuan baru yang ditunjukkan oleh si kecil setiap bulannya. Kemampuan baru ini meliputi kemampuan motorik kasar & halus, kognitif, komunikasi maupun sosial dan kemandiriannya.

Berbeda dengan tahap pertumbuhan yang jelas mengacu pada bertambahnya ukuran tubuh si kecil setiap bulannya baik itu ukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, termasuk juga dengan pertumbuhan gigi si kecil.

Nah, pada postingan kali ini saya hanya akan mengulas terkait tahap perkembangan Zhafran sejak lahir hingga usianya sekarang. Terkait tahap pertumbuhannya sekaligus mengenai imunisasinya sudah saya buatkan catatan tersendiri ya.


Si kecil sudah bisa apa saja? Itu pertanyaan yang sering terlontar dari orang-orang di sekitar saya. Tentu saja pertanyaan tersebut mengarah pada  perkembangan si kecil. Pertanyaan yang keluar entah dengan maksud apa. Sekadar basa-basi, iseng atau cuma kepo doang? Apapun itu sebenarnya tidak jadi masalah buat saya.

Saya justru akan sangat senang menjelaskan kemampuan Zhafran di usianya yang segini dia sudah bisa begini, begitu dan bla bla. Tapi kalau pertanyaan tersebut berlanjut dengan percakapan yang jelas-jelas membandingkan, perkembangannya, saya bakal sewot dan kesel dalam hati.

"Lho kok baru bisanya gitu doang. Anak saya waktu seusia anak kamu sudah bisa ini itu dan bla bla lho"

Ye, itu kan anak kamu. Bukan anak saya. Kalau anak saya di usia segini kemampuannya baru itu doang, emangnya kenapa? Uhft.

Kenyataannya memang bukan omongan yang menyinggung ukuran tubuh anak saja yang mengundang sensitif. Omongan yang menyinggung perkembangannya juga tak kalah sensitif.

Saya yang aselinya dari sebelum menikah bahkan sebelum punya anak pun masih suka baper jadi tambah baper plus-plus setelah merasakan oh begini rasanya jadi seorang ibu. Selalu langganan dapet komentar dari orang-orang di sekitar saya, yang ironisnya mereka juga adalah seorang ibu, tahu benar betapa nggak enaknya dikomentarin hal-hal terkait tumbang si kecil tapi masih suka melakukan hal yang sama pada ibu lain, ckck.

Whateverlah, setidaknya sekarang saya sudah cukup kebal menghadapi mom shaming di luar sana.  Kalau masih ada omongan julid kayak gitu paling saya nyinyirin nyengir saja. Toh saya sudah amat paham, bahwa setiap bayi memiliki tumbuh kembangnya masing-masing. Tidak bisa dibandingkan tumbuh kembang bayi A dan bayi B. Bahkan bayi kembar sekali pun punya tumbuh kembang yang berbeda.

Setidaknya dengan pemahaman seperti itu saya bisa lebih woles ketika berhadapan dengan orang-orang yang kerjaannya suka membanding-bandingkan. Meski demikian bukan berarti pula saya bersikap acuh sehingga luput kalau-kalau terjadi masalah dalam tahap perkembangan Zhafran.

Ya misalkan saja sampai usia 16 bulan si kecil masih belum bisa berjalan. Padahal teman-teman sebayanya banyak yang sudah mampu berjalan bahkan dari usia 10 bulan. Apakah itu berarti bayi saya mengalami keterlambatan berjalan? Apakah saya harus segera membawanya ke dokter tumbang?

Ini yang perlu kita pahami sebagai orang tua. Setiap bayi itu unik sehingga wajar pencapaian terhadap tahap tumbuh kembangnya berbeda satu sama lain.  Sering kan kita dapati bayi yang sudah pandai bicara duluan namun belum bisa berjalan. Atau sebaliknya, sudah mampu berjalan namun belum pandai bicara.

Nah, karena setiap bayi terlahir unik dan memiliki tahap tumbuh kembang masing-masing sehingga oleh para ahli dibuatlah rentang batas normal. Rentang tersebut yang semestinya kita jadikan acuan untuk mengamati perkembangan si kecil. Bukannya malah berpatokan pada perkembangan anak orang lain yang seusianya.

Selama si kecil masih berada dalam rentang batas normal tersebut, kita seharusnya nggak perlu khawatir berlebihan. Bodo amat dengan perkataan orang. Yang penting tugas kita sebagai orang tua tetap fokus dan semangat menstimulasi si kecil agar bisa menunjukkan kemampuan barunya.

16 bulan si kecil masih belum bisa jalan itu masih dalam batas rentang normal lho. Kalau sampai lebih dari usia 18 bulan si kecil belum bisa jalan baru deh kita perlu khawatir dan membawanya ke dokter tumbang.

Jadi sudah paham kan mengenai tahap perkembangan si kecil? Intinya setiap anak punya tahap perkembangan masing-masing dan untuk memantaunya kita cukup mengacu pada rentang batas normal dimana anak harus mencapai "kemampuan" tertentu.

Tahap Perkembangan Zhafran 0-12 Bulan

Tahap perkembangan si kecil
(ilustrasi gambar : onmeda.de)
Jika berbicara tentang tahap perkembangan anak, tentu ada banyak aspek yang perlu kita amati. Bagaimana perkembangan motorik kasar dan halus si kecil? Bagaimana kemampuan penglihatan, pendengaran dan indera penciumnya? Bagaimana kemampuan bicaranya? Bagaimana pula kemampuan kemandirian dan sosial si kecil?

Sayangnya saya bukan tipe orang tua yang rajin mencatat semua tahap perkembangan Zhafran dari berbagai aspek tersebut sedetail mungkin. Ada banyak tahap perkembangan Zhafran yang luput dari ingatan saya karena tidak segera dituliskan.

Alhasil, catatan mengenai tahap perkembangan Zhafran yang saya abadikan di Kamar Kenangan ini tidak mencakup semua aspek, hanya merangkum apa-apa yang membekas kuat di ingatan saya.

Berikut tahap perkembangan Zhafran dari usia 0-12 bulan ;

Usia 0-3 Bulan

Mungkin banyak yang mengira bayi yang baru lahir belum menunjukkan perkembangan tertentu. Apalagi di usia 0 bulan bayi memang tampak menghabiskan lebih banyak waktu dengan tidur. Berkomunikasi pun hanya lewat tangisan.

Faktanya sejak baru lahir bayi sudah menunjukkan berbagai perkembangan. Lihat saja bayi yang baru lahir dan diberi kesempatan bersama ibunya untuk menjalani proses IMD. Dalam proses tersebut si bayi akan refleks mencari puting ibunya tanpa perlu dibantu. Setelah bertemu dengan puting ibunya, dia juga akan refleks mengisap (baca : menyusu) tanpa diajarkan.


Jujur saja, saya sempat kaget ketika Zhafran pertama kali menyusu. Isapannya itu lho. Sampai heran saya, ini bayi baru lahir kok langsung bisa pintar menyusu kayak gitu ya. Belajar darimana dia? Haha. Mana menyusunya kuat banget. Apalagi kalau sedang mengalami yang namanya grow spurth.

Alamaak saya harus menyiapkan tenaga super ekstra meladeni rasa haus dan laparnya yang seolah tak berujung. Sudah kuat nenen, kuat begadang pula. Bayangkan selama dua bulan lamanya mata saya selalu terjaga setiap malam, menahan kantuk demi menghadapi kerewelan si kecil.

Yap dari lahir sampai usia dua bulan kerjaan Zhafran kalau bukan tidur ya nangis nggak jelas. Entah karena lapar, kegerahan, panas, jengkel, marah, kolik dan bla bla. Bayi yang baru lahir memang komunikasinya gitu kan? Menangis saja kerjaannya.

Dan saya paling sebel plus jengkel kalau Zhafran lagi nangis atau rewel gitu, selalu dibilang karena lapar. Setelah itu bundanya yang disorotin. Disuruh kasih nenen (padahal sebelumnya sudah saya nenenin berjam-jam), sekalinya dikasih nenen eh si bayi malah nolak. Ujung-ujungnya saya yang disalahin. Katanya ASI saya sedikitlah, kuranglah, habislah, apalah-apalah. Kalau sudah dikomentari kayak gitu, bukan cuma kepala tapi mata saya juga panas. Hati saya pun ikut-ikutan panas. Beneran deh dengan komentar pedas semacam itu bikin saya seperti makan hati. Eh ini kok malah curcol, skip skip.


Selain memiliki kemampuan refleks dalam mencari puting dan mengisap, saat masih usia 0 bulan bayi juga sudah mampu menggenggam atau mengepalkan tangannya. Seiring berlalunya waktu, kemampuan bayi akan berkembang setiap bulannya.

Menginjak usia 1 bulan, bayi masih akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan tidur di siang harinya dan akan terjaga di malam harinya. Memang tidak semua bayi mengalami rewel nyaris setiap malam. Ada juga kok bayi yang anteng tidurnya di malam hari. Sayangnya Zhafran bukan tipe bayi yang anteng seperti itu.

Hampir setiap malam ada saja drama kerewelannya yang tidak mampu saya atasi hanya dengan menyodorkan payudara. Syukurnya masuk usia 3 bulan tidurnya mulai teratur, sudah nggak sering ngajak bundanya begadang tiap malam. Kemampuan barunya juga mulai nampak.

Seperti tendangannya yang semakin kuat, penglihatannya yang kian tajam dan pendengarannya yang bertambah jelas. Sebenarnya dari usia sekira 0 atau 1 bulan si kecil sudah bisa melihat lho namun jaraknya masih 1 meter which is dia bisa melihat wajah bundanya ketika menyusu. Penglihatannya baru semakin jelas setelah lewat dari 40 hari.

Waktu lewat 40 hari Zhafran sudah bisa melihat namun belum fokus sehingga matanya kadang juling, hehe. Penglihatan Zhafran sendiri baru benar-benar jelas saat usianya jalan 3 bulan. Nah, setelah bisa melihat dengan jelas itulah Zhafran bisa menunjukkan ekspresi senyumnya secara sadar. Sebelum-sebelumnya juga sudah suka tersenyum sih tapi senyuman itu dilakukan secara tidak sadar alias pada saat tidur. Istilah orang-orang kalau bayi tersenyum maupun menangis saat tidur itu berarti ia sedang bermain dengan "kakak"nya.

Selanjutnya mengenai kemampuan pendengaran, seperti yang kita ketahui bayi sejak dalam kandungan sudah bisa mendengar. Apalagi setelah lahir ke dunia, tentu kemampuan pendengarannya semakin jelas. Dia sudah bisa mengenal suara orang-orang terdekatnya terutama suara sang ibu.

Oya kemampuan Zhafran yang lain adalah bisa mengangkat kepalanya saat ditengkurapkan. Sayangnya mungkin karena BBnya yang kelebihan atau saya yang jarang menstimulasinya dengan tummy time sehingga pas usia 3 bulan dia masih belum bisa berguling maupun tengkurap sendiri. Otot lehernya juga belum terlalu kuat sehingga dia belum mampu menegakkan kepalanya saat digendong.

Di usia 3 bulan sendiri Zhafran sudah mulai mencoba berkomunikasi dengan lingkungannya melalui ocehan "cooing". Dia juga mulai masuk fase oral sehingga suka bermain dengan jari-jari mungilnya dengan mengemut.


Usia 4-6 Bulan

Pada rentang usia 4-6 bulan, perkembangan Zhafran mulai pesat. Banyak kemampuan baru yang ia tunjukkan. Yang pastinya dia sudah nggak ngajak Bundanya begadang tiap malam dan tidak rewel lagi, kecuali setelah diimunisasi DPT dan saat sakit. Selebihnya Zhafran tumbuh jadi bayi mungil yang makin menggemaskan dan murah senyum.


Di usia 4 bulan ocehannya mulai bertambah. Bisa bilang ma ma, pa pa. Alhamdulillaah di usia ini juga lehernya sudah tegak. Sudah nggak suka digendong berbaring. Kalau diberdirikan kakinya sudah bisa menjejak meski belum bisa berdiri sendiri. Semakin sering mengemut jari-jarinya. Bukan cuma jari tangan saja, jari kaki pun suka dia emut.

Masuk usia 5 bulan, fase oralnya semakin menjadi-jadi. Semua barang yang bisa dijangkau tangannya pasti masuk mulut. Di usia ini Zhafran juga sudah bisa bisa berguling dan tengkurap sendiri. Sudah bisa duduk pula dengan disandarkan.

Usia 6 bulan otot lehernya semakin tegak. Sudah bisa duduk tanpa sandaran namun hanya beberapa saat. Selain itu karena sudah dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) sehingga kemampuannya bertambah dong. Bisa menelan makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Bisa pula menggenggam benda atau makanan seukuran tangannya.

Usia 7-9 Bulan

Boleh dibilang fase perkembangan Zhafran berjalan lambat dalam rentang usia 7-9 ini. Jika bayi-bayi pada umumnya mulai aktif bergerak bahkan sudah bisa berpindah tempat dari usia 7 bulan dengan cara merayap maupun merangkak, Zhafran tidak. 

Meski saya sudah sering menstimulasi Zhafran dengan memperlihatkan benda-benda menarik sebagai pancingan agar muncul keinginan dalam dirinya untuk berusaha meraih benda tersebut namun hasilnya sama saja. Nihil.

Ternyata menghadirkan keinginan dalam dirinya saja tidak cukup kuat membangkitkan usaha si bayi ini untuk bergerak. Alih-alih berusaha menggapai benda yang saya tunjukkan, dia lebih memilih diam dan sekadar melihat lalu mengalihkan perhatiannya ke tempat lain.

Yup, Zhafran tipe bayi seperti itu. Di usia 7-9 dia hanya lebih suka mengamati benda-benda di sekitarnya. Keinginan untuk meraih benda-benda tersebut ada sih tapi tidak begitu kuat. That's why kalau ada benda yang ingin dia raih namun tangannya tidak dapat menjangkau, ya sudah. Dia bakal cuek dan nggak peduli dengan benda. tersebut.

Tidak heran kalau di usia segitu Zhafran masih belum bisa merayap apalagi merangkak. Bisa membalikkan badannya sendiri dari posisi tengkurap ke posisi telentang saja waktu usianya sudah masuk 8 bulan. Baru bisa duduk dengan baik tanpa sandaran pun setelah usianya menginjak 9 bulan. Itu juga duduknya masih dibantu, belum bisa duduk sendiri.

Oya, sejak usia 7 bulan Zhafran juga mengalami perubahan sikap. Tepatnya sejak tahu diri saya tengah berbadan dua, Zhafran tiba-tiba jatuh sakit. Waktu itu dia sampai mengalami demam selama sepekan. Setelah sembuh, dia jadi pelit senyum dan menjadi lebih rewel dari biasanya. Apalagi di malam hari.

Padahal dari usia 3 bulan dia sudah bisa tidur lelap di malam hari. Paling bangunnya cuma nenen abis itu lanjut tidur lagi. Tapi menginjak 7 bulan, kebiasaannya saat baru lahir, bangun dalam keadaan rewel muncul kembali. Tidak terlalu parah memang tapi tetap saja mengganggu tidur orang rumah.

Kata orang-orang sih wajar kalau si bayi mendadak menjadi lebih rewel. Itu karena dia mau punya adik. Entahlah, saya tak tahu apa korelasinya antara kerewelan si kakak dan saya yang tengah mengandung adiknya. But least saya akhirnya tahu mengapa Zhafran sering bangun dan rewel tengah malam meskipun sudah nenen.

Tahu nggak kenapa? Ternyata itu karena ASI saya yang kurang. Karena produksi ASI saya yang menurun drastis semenjak saya hamil sehingga tidak dapat lagi memuaskan dahaga dan laparnya Zhafran di malam hari. Hiks. Tahu kenyataan itu saya sempat sedih dan merasa bersalah.


Usia 10-12 Bulan

Bukan bermaksud menyesali kehamilan kedua saya ini, saya hanya merasa bersalah karena tidak bisa memenuhi hak Zhafran untuk mendapatkan ASI hingga usianya menginjak dua tahun. Alhasil, setelah tiga bulan bulan bertahan memberikan Zhafran ASI dengan tambahan air putih tiap malam, akhirnya di usia 11 bulan saya mengalah dan dengan sangat terpaksa membiarkan dia dibantu dengan susu selain susu bundanya. Yah, meskipun sampai di usia kehamilan yang telah menginjak sembilan bulan ini saya tetap keukeh menyusui Zhafran dan enggan menyapihnya terlalu dini. 

Oya terkait perkembangan Zhafran di usia 10-12 bulan, alhamadulillaah lumayan pesat. Padahal masuk usia 10 bulan itu dia masih anteng di tempat. Saya juga belum terlalu khawatir ninggalin dia sendiri di tempat tidur karena belum banyak bergerak. Mendekati usia 11 bulan baru deh dia mulai bereaksi. Mulanya dengan belajar merayap dari gerakan yang masih lelet sampai akhirnya lincah merayap ke sana-kemari.

Paling excited ketika mendapati Zhafran akhirnya bisa duduk sendiri tanpa dibantu. Itu waktu umurnya baru menginjak 11 bulan. Sejak bisa duduk sendiri itulah Zhafran semakin aktif bergerak. Apalagi setelah dia bisa merangkak meski merangkaknya dengan gaya mengesot, hehe. Di usia ini dia juga sudah bisa berdiri dengan berpegangan

Masuk usia 12 bulan, gerakan Zhafran semakin lincah. Perlahan dia mulai mengubah gaya merangkaknya yang tadinya ngesot ke gaya klasik (gaya merangkak bayi pada umumnya). Yang sebelumnya hanya bisa berdiri, di usia setahun ini sudah bisa merambat ke sana kemari. Alhamdulillaah meski Zhafran masih belum bisa berjalan di usia 1 tahun namun lihat perkembangannya sejauh ini saja sudah bikin bundanya terharu banget.

Di usia 12 bulan dia juga sudah mampu makan makanan keluarga alias nasi, bukan bubur lagi. Malah sebenarnya dari usia 11 bulan dia sudah bisa makan nasi cuma masih saya selang-selingi dengan bubur.

Tahap Perkembangan Zhafran Di Atas 12 Bulan

Model : jagoannya Bunda
(dok.pri)
Alhamdulillaah menginjak usia di atas 12 tahun, perkembangan Zhafran semakin pesat. Semakin banyak saja kemampuan baru yang dia tunjukkan dan bikin Bundanya takjub plus sangat terharu.

Nah, apa saja kemampuan baru yang di tunjukkan Zhafran di atas 12 tahun?

Bisa Berjalan

Zhafran akhirnya baru bisa berjalan ketika usianya di atas satu tahun, tepatnya di usia 14 bulan. Kalau kata ayahnya sendiri Zhafran sudah  bisa berjalan atau melangkahkan kaki pertama kalinya jelang usia 13 bulan. Cuma karena saya nggak lihat momen itu jadi tidak saya akui ya, hehe.

Memang sih di usia itu Zhafran sempat menunjukkan kemampuannya bisa berdiri sendiri tanpa berpegangan, tapi cuma sekali doang. Setelah itu, saya tunggu-tunggu agar dia berdiri sendiri sesering mungkin eh tapi sampai menginjak usia 13 bulan kemampuan barunya itu seolah menghilang. 

Nah, baru menginjak usia 14 bulan kemampuan itu dia tunjukkan lagi. Kata mama saya sih, kalau Zhafran sudah bisa berdiri sendiri artinya tidak lama lagi dia akan segera berjalan. Di usia inilah baru saya lihat momen dimana Zhafran akhirnya bisa melangkahkan kaki untuk pertama kalinya.

Momen yang benar-benar bikin saya terharu hingga mata berkaca-kaca. Maklum ya, soalnya kalau diingat-ingat perkembangan Zhafran ke belakang, saya sempat pesimis, jalannya bakal lama, mengingat dia saja baru bisa merangkak dengan gaya seperti bayi pada umumnya di usia satu tahun.

Ternyata dugaan saya meleset. Zhafran bisa berjalan lebih cepat dari yang saya bayangkan. Yup saya memang berharap si Kakak sudah mampu berjalan sebelum adiknya lahir ke dunia.

Di usia 14 bulan, karena baru bisa berjalan otomatis jalannya masih sempoyongan, sering jatuh-jatuh. Masih lebih sering merangkak. Masuk usia 15 bulan, perlahan namun pasti dia udah jarang merangkak. Merangkak pun cuma sekali-kali, kebanyakan jalan.

Yah, meski saat dibawa jalan ke luar, dia belum pede jalan sendiri. Masih suka tangannya digenggam atau dituntun. Kalau sengaja saya lepas, dia akan memilih duduk dan menangis, haha. Di usia segitu, saya juga masih belum berani sih membiarkan Zhafran jalan sendiri di luar rumah, karena masih sering jatuh. Jadi jalannya lebih banyak di dalam rumah doang.

Menginjak usia 16 bulan, alhamdulillaah jalannya sudah lumayan lancar. Jarang jatuh. Sudah pede juga jalan di luar rumah. Malahan kalau dituntun saat jalan dianya nolak dan ogah digenggam tangannya. Well, karena sudah bisa jalan sehingga tak heran kalau hobinya sekarang suka jalan. Dia paling senang lho kalau diajak jalan.

Kalau nggak ada yang ajakin jalan, dia yang bakal inisiatif sendiri. Mengambil sendalnya sendiri lalu membawakan ke ayah atau bundanya lalu bilang "ini e." Maksudnya dia ingin dipakekan sendalnya dan diajak jalan, hehe. Ngajak jalannya juga nggak kenal waktu, mau pagi, siang atau malam asal lihat sendalnya saja pasti dia bawakan ke kita untuk dipakekan. Kalau nggak dipakekan, dia bakal ngamuk.

Karena Zhafran juga sudah mengerti kalau bundanya keluar rumah pasti pake kerudung, jadi dia juga sering membawakan saya kerudung agar saya mau membawanya jalan ke luar rumah. Kalau saya lagi malas ke luar rumah, paling saya  cuma pakekan dia sendal dan itu saja sudah bikin dia hepi banget. Maa syaa Allah.

Suka Mengoceh

Kemampuan lain yang ditunjukkan Zhafran di atas usia satu tahun adalah ocehannya yang semakin banyak dan tidak jelas, haha. Paling sering bilang "apa?" atau "apa!" yang kedengarannya kadang terkesan bertanya namun kadang juga seperti menantang, hehe. Juga "ini e" ketika menunjukkan apa yang dia inginkan. 

Kemampuan bicara Zhafran sampai di usia 16 bulan ini memang belum meningkat. Panggil ayah bunda saja masih belum bisa, hiks, padahal sudah sering saya ajarkan dan ulang-ulangi. Bisanya cuma bilang mama papa doang, mungkin dia lebih suka kali ya panggil orang tuanya dengan sebutan mama papa, hehe.

Kata-kata lain yang bisa dia ucapkan apalagi ya? Duh, pokoknya Zhafran suka sekali mengoceh meski omongannya masih nggak jelas gitu. Kalau 16 bulan bicara masih belum jelas masih masuk kategori normal nggak ya? Ya, semoga saja jagoan bunda nggak mengalami yang namanya speech delay.

Pandai Meniru

Benarlah kata pepatah, anak merupakan si peniru ulung. Cuma yang nggak saya sangka ternyata Zhafran bisa meniru secepat ini, saat usianya baru beranjak dari 12 bulan.

Eh tapi nggak heran sih, dari usia di bawah 12 bulan juga dia sudah bisa meniru beberapa gerakan yang diajarkan orang tuanya seperti dada, salam, maupun tepuk tangan. Nah, di atas 12 bulan ini tanpa perlu diajarkan lagi, dia sudah bisa meniru banyak hal lho yang dia lihat.

Seperti saat dia melihat ayahnya sikat gigi, tidak lama kemudian dia akan mengambil sikat gigi tersebut dan menyikat giginya. Saat dia tahu kalau pasangan sikat gigi adalah odol, setiap kali mandi dia akan mengambil sendiri sikat gigi dan odolnya lalu melakukan gerakan seperti orang yang hendak sikat gigi. Menuangkan odol ke sikat giginya, meski si odol jelas nggak bakal nongol karena tertutup😅

Dia juga pintar melakukan gerakan menyikat karena sering lihat bundanya menyikat baju. Begitupula gerakan mencuci piring dengan spons karena sering pula melihat bundanya cuci piring. 

Dia tahu sisir digunakan di rambut, gunting kuku digunakan di kuku, sendal, sepatu dan kaos kaki dipake di kaki dan bla bla hanya dengan modal melihat dan memperhatikan.

Bahkan dia juga sudah pintar menelpon dengan meletakkan hp di telinganya. Bayangkan! Anak usia 15 bulan, tampak sedang mengobrol melalui hp yang diletakkan di telinganya sambil berjalan ke sana kemari, sesekali berdiri di depan jendela lalu kembali berjalan, mendekati ayahnya dan mengarahkan hp tersebut ke telinga ayahnya (maksudnya suruh ayahnya yang bicara, wkwkw) Saya lihatnya cuma geleng-geleng kepala😁

Of course, karena Zhafran sudah pandai meniru jadi saya dan ayahnya harus lebih berhati-hati dalam bersikap. Jangan sampai menunjukkan hal-hal yang tidak baik padanya. Apalagi sudah menjadi kewajiban orang tua kan agar bisa memberi teladan yang baik untuk anak-anaknya.

Mulai Tantrum

Istilah tantrum yang sering saya dengar sebelum Zhafran lahir seolah menjadi momok di pikiran saya.  Apalagi saya juga sudah sering melihat keponakan saya mengalami tantrum dan benar-benar untuk menghadapinya butuh kesabaran ekstra. Entahlah apakah saya bisa jadi bunda yang sabar menghadapi Zhafran ketika tantrum? 

Di usianya yang sekarang Zhafran memang sudah pandai menunjukkan keinginannya. Kalau nggak dipenuhi dia bakal mengamuk dan membuang dirinya. Masih mending kalau buang dirinya di kasur, tapi kalau buang diri di lantai? 

Ini pernah terjadi beberapa kali, dan mungkin karena dia sudah tahu kalau buang diri di lantai itu menimbulkan rasa sakit jadi kalau lagi tantrum dia akan pelan-pelan tidur di lantai lalu menangis.

Ya, sejauh ini sih tantrumnya Zhafran belum sampai menimbulkan drama yang hebat. Masih bisa saya atasi, nggak tahu besok-besok. Yang pasti saya kudu kuat menghadapinya dan tahu cara yang tepat mengatasinya. Karena tidak semua keinginan anak harus dipenuhi, kan?

Mudah Akrab dengan Orang Lain

Saya nggak tahu, sebagai bundanya apa saya harus senang atau sedih dengan kemampuan Zhafran yang satu ini. Ya, seharusnya senang dong karena si kecil tidak lengket trus sama bundanya. Coba bayangkan kalau si kecil lengket trus dan nggak mau diambil sama orang lain. Maunya sama bundanya doang. Apalagi dengan kondisi bundanya yang sekarang dalam keadaan hamil besar.

Iya juga sih, ada syukurnya Zhafran tumbuh jadi anak yang mudah akrab dengan orang lain tapi kenyataan kalau Zhafran tidak begitu lengket dengan bundanya itu juga bikin saya sedih.

Sebenarnya dari usia di bawah satu 1 tahun, sudah nampak jelas, Zhafran tumbuh jadi bayi yang tidak gampang takut sama orang.  Dia mau-mau saja digendong sama orang baru. Padahal bayi kan biasa bakal nangis kejer kalau digendong sama orang yang tidak terbiasa dilihatnya. Lha Zhafran tidak.

Menginjak usia 1 tahun ke atas, kemampuannya sama saja, tidak jauh berbeda. Hanya saja mungkin karena sudah mulai paham, jadi ketika ada orang lain yang mengambilnya dia bakal diam dulu dengan eksperesi malu bercampur takut. Namun keadaan tersebut tidak akan berlangsung lama, apalagi kalau orang yang mengambil pintar merebut hatinya, dia bisa langsung akrab. 

Menunjukkan Keinginan

Meski belum pandai bicara, Zhafran sudah pintar menunjukkan keinginannya. Kalau ada yang dia inginkan ya dia tinggal bawa dan tunjukkan.

Misal kalau dia lagi makan roti dan rotinya habis sementara dia masih pengen, dia bakal ambil bungkusan roti yang sudah habis tersebut dan menunjukkan atau meletakkan di tangan kita.  

Kalau mau minum, dia bakal ambil atau nunjukkin gelas. Kalau mau nonton, dia bakal ambil hp ayahnya *eh. Kalau mau jalan, dia ambil sendalnya dong. Bahkan belakangan ini Zhafran punya kebiasaan baru, tidur sambil pengen digaruk pantatnya, haha. Jadi kalau mau digaruk, dia bakal nunjuk sambil menggaruk pantatnya sendiri lalu bilang "ini e".

Pintar Berekspresi

Sejauh ini sudah berupa-rupa ekspresi yang ditunjukkan Zhafran. Namun yang paling membekas adalah ekspresinya ketika saya sedang marah dan menatapnya lekat.

Kalau saya lagi marah dan menatapnya trus, mimik wajah Zhafran akan berubah, seperti mimik bayi yang salah tingkah gitu. Duh, gimana ya saya membahasakannya. Intinya mimik wajahnya yang seperti itu benar-benar bikin saya nggak bisa menahan tawa. Ketika akhirnya saya kelepasan tawa, Zhafran juga akan ikut tertawa. 

Atau kalau tahu saya lagi marah, Zhafran akan memonyongkan bibirnya lalu mendekatkan wajahnya ke wajah saya. Tangannya dia letakkan di wajah saya lalu dia akan mencium pipi saya. See! Kalau saya lagi marah karena kelepasan emosi, Zhafran akan bereaksi seperti itu. Menyayangi bundanya. Seolah dia tahu bagaimana cara meluluhkan hati bundanya yang lagi esmosi, hanya karena perbuatannya yang dia sendiri belum tahu bahwa itu salah. 

Hiks, maafkan bunda ya sayang, Bunda yang lalai. Bunda yang masih belum mampu mengontrol emosi bunda dengan baik. Yah, meski ujung-ujungnya Bunda memang nggak bisa marah sama Zhafran.

Demikian sedikit catatan mengenai perkembangan Zhafran selama 16 bulan terakhir ini. Fyi, niat saya membuat postingan ini sama sekali tidak ada maksud apa-apa ya. Hanya ingin mengabadikan ingatan saya terkait millestone si Kakak.

Tentunya perkembangan Zhafran tidak akan sama persis dengan perkembangan bayi lain yang seumurannya. Bahkan tahap perkembangannya dengan adiknya juga pasti akan berbeda.

Jadi sekali lagi tidak perlu membanding-banding tumbuh kembang anak kita dengan anak lain karena setiap anak terlahir unik dan memiliki tumbuh kembangnya masing-masing.

Salam,

You May Also Like

15 comments

  1. Zhafran anak sholih pintar taqwaaa.
    Ada juga ponakanku namanya Zafran
    Pintar juga

    ReplyDelete
  2. lengkap banget Mba, saya mah udah lupa sebagian dong, lupa dicatat.
    Eh sebenarnya dicatat sih, tapi kadang lupa dicatat di mana, jadinya terlupakan deh.
    Padahal mencatat perkembangan anak tuh penting, kadang dipakai saat dia masuk SD :)

    ReplyDelete
  3. Duh, mak. Daku suka melting kalo liat anak2 lagi bonding sama adeknya. So sweet banget. Semoga akur terus yaa sama dedeknya

    ReplyDelete
  4. Putra saya Fahmi juga bisa dibilang terlambat untuk bisa berjalan. Hamoir mau dua tahun, baru bisa berdiri dan jalan. Padahal anak sepantarannya usia setahun udah berlari. Alhamdulillah semoga sehat dan soleh terus berprestasi ya...

    ReplyDelete
  5. Saya juga senang melihat perkembangan anak dari awal ia lahir sampai ia berjalan, cuman suka lupa menulisnya di blog malahan nulisnya di IG hehehe

    ReplyDelete
  6. Wah lengkap banget ini catatannya. Aku udah hempas manja aja mba, sama orang yang nyinyir apalah apalah. Btw, kalo anakku jalannya baru 15 tahun, udah tutup kuping sama orang yg bilang "anakmu gak jalan2". Hihu. Sekarang malah udah jadi pebalap sepeda diusia 3 tahun. :D

    ReplyDelete
  7. Perkembangan tumbuh kembangnya Zafran lengkap sekali. Memang sebaiknya dicatat perkembangannya, soalnya suka ditanya mulai usia berapa udah bisa jalan, kapan bisa makan sendiri, dsbetc.

    ReplyDelete
  8. MasyaAllah semoga sehat selalh dede zafran 😍 aku juga pengen bikin catatan perkembangan anak kayak gini tapi ke skip terus huhu

    ReplyDelete
  9. Wah masih inget semua ya mbak hehe. Anak2ku juga jalanya di atas setahun semua. Catatan kyk gini penting ya buat kenang2an kelak. Mungkin bisa ditambahin poto2 saat anaknya sesuai tahapan usia2itu hehe

    ReplyDelete
  10. Adik Zhafran keren banget sih. Kalau aku buat portofolio semacam album mbak, biar ada kenangan saat mereka dewasa nanti

    ReplyDelete
  11. Baru kemarin saya nyetatus di WA soal kemampuan anak kita yang kadang tertinggal sama kemampuan anak lain. Eh ini tulisan Mbak Siska enggak jauh beda. Hehehe.
    Memang ya Mbak, tiap anak itu unik, beda, begitu juga tentang pertumbuhan dan perkembangannya. Jadi santuyy aja ya Mbak kalo ada yg suka banding-bandingin atau bahkan nyinyir :)

    ReplyDelete
  12. Rasanya amazing banget ya melihat perkembangan anak dari waktu ke waktu..

    Sehat2 terus ya kakak Zhafran. Makin pinter dan makin sholeh..

    ReplyDelete
  13. Zafran, sehat selalu yaa. Keren ini Mba Siska catet perkembangan anak begini. Aku dulu kan belom kenal blog, jadi nyatatnya di jurnal. Dan pas udah gede, jurnalku itu malah berpindah ke anak laki-lakiku. Diminta sama dia. Katanya nanti kalo menikah, jurnalku itu mau dikasih ke istrinya, trus istrinya diminta bikin gitu juga untuk anak mereka.

    ReplyDelete
  14. Senangnya saya kalau jadi anak Mbak karena dicatatkan dengam detail perkembangannya.
    Andai dibuat berseri, pasti lebih nyaman baca dan bikin penasaran

    ReplyDelete
  15. Kalau masih punya bayi dan dan balita, memang harus tahan mendengar komentar orang ya..mendingan ga usah bergaul dulu deh wkwk. Ya ga gitu jg, yang penting jangan baper aja.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Kamar Kenangan @siskadwyta. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.